Peristiwa

Polda Gorontalo Tuntaskan Kebakaran Lahan di Bondawuna, Tim Gabungan Cegah Api Meluas

×

Polda Gorontalo Tuntaskan Kebakaran Lahan di Bondawuna, Tim Gabungan Cegah Api Meluas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Lahan di Bondawuna Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Siaga Cegah Api Meluas

jurnalistik.co.id – Direktorat Samapta Polda Gorontalo menyatakan kebakaran lahan di Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, berhasil dipadamkan. Penanganan dilakukan melalui kerja bersama tim gabungan yang sejak awal berfokus mencegah api merambat ke area lain.

Peristiwa terjadi mulai Jumat (18/9/2026) malam dan berakhir pada Sabtu (19/9/2026) pagi. Api mula-mula diketahui sekitar pukul 11.54 WITA.

Kebakaran menyasar hamparan lahan di area perbukitan yang ditumbuhi pepohonan, rumput liar, serta hamparan dedaunan kering. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar membuat petugas perlu respons cepat agar kobaran tidak melebar.

Koordinasi penanganan kebakaran sejak malam

Setelah mendapat permintaan bantuan dari Damkar Kabupaten Bone Bolango, personel Dit Samapta tiba di lokasi sekitar pukul 22.54 WITA. Pada tahap berikutnya, petugas melakukan penataan langkah kerja dengan melibatkan Damkar, Polres Bone Bolango, dan Polsek Suwawa.

Selain unsur kepolisian dan pemadam, tim gabungan juga berkoordinasi dengan PMI Provinsi Gorontalo, aparat desa, serta masyarakat setempat. Koordinasi itu diarahkan agar proses pemadaman berlangsung terukur dan terhubung dengan kesiapsiagaan di lapangan.

Selama fase awal, personel fokus pada penyekatan, pemadaman, dan pendinginan. Serangkaian tindakan tersebut dimaksudkan untuk menahan laju api serta mengurangi panas sisa pembakaran pada titik-titik yang berpotensi menyala kembali.

Titik api muncul kembali di bagian puncak

Meski upaya pemadaman sudah berjalan, sekitar pukul 00.27 WITA muncul kembali titik api di bagian puncak gunung. Bagian tersebut belum dapat dijangkau petugas pada saat itu, sehingga petugas mengatur strategi agar tidak terjadi perambatan ke sekitar permukiman.

Untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak mendekati rumah warga, personel kemudian melakukan pemantauan serta menjaga siaga di area sekitar permukiman. Langkah ini dilakukan supaya setiap perubahan kondisi di lapangan bisa segera direspons.

Pemadaman lanjutan hingga dinyatakan selesai

Kemudian, sekitar pukul 03.55 WITA titik api di bagian tersebut berhasil dijangkau. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan pada sejumlah titik yang masih memungkinkan untuk diakses.

Pada fase ini, tim gabungan memastikan pengendalian berlangsung menyeluruh. Upaya tidak berhenti pada pemadaman inti, melainkan juga diarahkan untuk menurunkan risiko bara atau sisa panas yang dapat memicu kebakaran ulang.

Setelah seluruh titik api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan dinyatakan selesai, penanganan kebakaran diumumkan berakhir pada pukul 05.51 WITA. Setelah itu, seluruh personel melakukan konsolidasi sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.

Dalam kejadian tersebut, pihak kepolisian menyebutkan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, penyebab kebakaran masih berada dalam proses penyelidikan.

Penanganan dari awal hingga akhir memperlihatkan pola kerja yang menekankan kesiapsiagaan. Tim gabungan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga menjaga pengendalian dari potensi kemunculan titik api baru, termasuk saat akses di puncak sebelumnya belum memungkinkan.

Dengan demikian, kebakaran lahan di Bondawuna dinyatakan tuntas setelah rangkaian pemadaman, penyekatan, dan pendinginan selesai dilakukan secara berlapis. Penanganan yang terstruktur juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar api tidak merembet ke area lain, terutama di sekitar permukiman warga.

Dalam penanganan kebakaran, tim juga menekankan pengaturan akses dan pembagian peran agar setiap tahapan tidak berjalan sendiri-sendiri. Upaya penyekatan dilakukan lebih dulu untuk membatasi perluasan, lalu pemadaman diarahkan pada titik yang paling aktif, disertai langkah pendinginan agar panas sisa tidak langsung memicu nyala kembali.

Ketika api sempat muncul lagi di bagian puncak pada dini hari, respons diarahkan pada penyesuaian rencana kerja menyesuaikan kondisi medan dan keterjangkauan petugas. Pada saat area puncak belum dapat dijangkau, personel memilih langkah pencegahan melalui pemantauan serta peningkatan siaga di sekitar permukiman, sehingga perubahan di lapangan dapat diketahui lebih cepat.

Setelah fase pemadaman lanjutan selesai dan seluruh titik api dinyatakan terkendali pada pukul 03.55 WITA, proses diteruskan dengan pemastian pendinginan sampai tidak ada potensi bara yang dapat menimbulkan kebakaran ulang. Seusai pengumuman berakhir pada pukul 05.51 WITA, seluruh personel kemudian melakukan konsolidasi internal sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.