jurnalistik.co.id – Pemerintah Amerika Serikat kembali membuka dokumen terkait fenomena UFO melalui rangkaian rilis terbaru yang menjadi bagian dari paket deklasifikasi berlapis. Pada batch keenam, perhatian khusus tertuju pada materi yang merujuk pada peristiwa sejak 1952, termasuk rekaman yang memperlihatkan “bola cahaya”.
Menurut keterangan yang menyertai rilis tersebut, dokumen yang dilepas kini mencakup sejumlah insiden lama yang pernah didokumentasikan oleh pihak militer. Salah satu sorotan berasal dari rekaman yang dibuat oleh seorang perwira Angkatan Laut AS, yang kemudian melaporkan kelompok benda udara terang kepada program investigasi UFO Angkatan Udara AS.
Rekaman itu dibuat di sekitar Tremonton, Utah. Dalam laporan yang tercantum, US Navy Chief Warrant Officer Delbert C. Newhouse menyatakan bahwa ia melihat sekaligus merekam sekelompok objek udara yang tampak terang pada periode tersebut.
Setelah kejadian itu, rekaman beserta laporan tersebut diserahkan ke pihak Angkatan Udara AS dalam waktu yang tidak lama setelah peristiwa berlangsung. Dari sana, materi visual tersebut kemudian masuk ke kelompok kasus yang dikaji dalam program investigasi UFO yang dikenal sebagai Project Blue Book.
Project Blue Book merupakan program investigasi Angkatan Udara AS yang berjalan antara tahun 1952 hingga 1969. Dalam tinjauan terhadap berbagai laporan pada masa itu, otoritas terkait menggunakan rekaman dan keterangan lapangan sebagai bahan evaluasi.
Namun, dalam kasus yang dibahas pada rilis terbaru ini, para peneliti menghadapi keterbatasan data yang memengaruhi kesimpulan akhir. Rekaman yang tersedia disebut memiliki detail yang terbatas serta tidak disertai titik referensi yang tetap, sehingga penyelidik tidak dapat menarik kesimpulan definitif.
Berita Terkait
Dengan kata lain, meskipipun materi visualnya menjadi salah satu bukti yang ditinjau dalam program tersebut, kualitas informasi yang dapat diukur secara ilmiah tidak cukup untuk memastikan apa objek itu sebenarnya. Kondisi itu juga membuat interpretasi yang lebih tegas sulit dilakukan pada waktu penyelidikan berlangsung.
Rilis dokumen ini sendiri muncul setelah perubahan kebijakan di masa pemerintahan AS. Donald Trump, yang disebut memerintahkan pelepasan arsip UFO melalui sebuah perintah eksekutif pada awal tahun ini, menjadi pemicu proses pembukaan dokumen yang sebelumnya tidak diakses publik.
Dalam rangkaian tersebut, Pentagon disebut telah mendeklasifikasi ratusan berkas melalui serangkaian rilis sebanyak enam kali. Dokumen-dokumen yang dibuka secara bertahap itu dimasukkan ke dalam publikasi yang disiapkan untuk menampung materi lama maupun laporan yang pernah ditangani unit investigasi.
Rincian yang disebutkan menyatakan bahwa tahap pertama berisi 161 berkas, yang diunggah ke situs Departemen Pertahanan AS pada 8 Mei, disertai janji bahwa batch berikutnya akan menyusul. Batch keenam yang sekarang dirilis menjadi kelanjutan dari pola tersebut, dengan memasukkan kembali kasus-kasus lama yang sebelumnya pernah ditinjau dalam kerangka investigasi militer.
Dengan fokus pada rekaman dari 1952 dan penggunaan materi visual yang pernah melalui pengkajian Project Blue Book, rilis ini menunjukkan bagaimana arsip lama masih terus diproses ulang untuk kepentingan dokumentasi publik. Meski begitu, catatan soal keterbatasan detail dan minimnya referensi tetap tetap menjadi bagian penting dari konteks—yakni mengapa catatan sejarah atas fenomena semacam itu tidak selalu berujung pada jawaban yang pasti.
Dalam evaluasi kasus-kasus yang ditangani pada masa Project Blue Book, rekaman memang dipakai bersama laporan lapangan, namun hasil akhirnya sangat bergantung pada ketersediaan informasi teknis yang bisa diuji. Ketika sebuah rekaman disebut hanya memiliki detail terbatas dan tidak menyediakan titik referensi yang stabil, penyelidik kesulitan menilai aspek penting dari fenomena tersebut secara terukur.
Rangkaian pembukaan arsip yang dilakukan melalui beberapa batch juga memperlihatkan pola dokumentasi yang bertahap: dokumen lama dipilih, didaftarkan, lalu dilepas ke publik dengan urutan rilis yang berulang. Pada tahap awal, Departemen Pertahanan AS merilis sejumlah berkas pada 8 Mei, lalu batch berikutnya dijanjikan menyusul hingga batch keenam yang kini mencakup kembali materi-materi insiden lama, termasuk kasus yang berkaitan dengan periode awal 1952.












