jurnalistik.co.id – Pemakaman PC Matthew Blades, salah satu dari dua polisi yang tewas dalam kecelakaan di A66 wilayah Middlesbrough, akan digelar pada jadwal yang akan datang. Upacara ini juga menjadi bagian dari prosesi polisi dengan penutupan beberapa ruas jalan.
PC Matthew Blades berusia 37 tahun dan PC Tom Clough, 38 tahun, meninggal pada 22 Agustus lalu. Keduanya tewas ketika sebuah Volkswagen Passat menabrak mobil patroli respons bersenjata yang mereka gunakan, yang teridentifikasi sebagai kendaraan polisi, di A66 kawasan South Bank, dekat Middlesbrough.
Dalam insiden tersebut, lima pria muda lainnya juga dilaporkan tewas. Mereka adalah Cole Worthy dan Theo Rae (keduanya 17 tahun), Makai Saddington (18 tahun), serta Michael Cahill dan Jakub Matusiak (keduanya 23 tahun).
Menurut informasi yang disampaikan pihak kepolisian, penutupan jalan akan diterapkan di Hartlepool untuk memberi ruang bagi rangkaian pemakaman upacara lengkap. Penutupan berlangsung mulai pukul 07:30 BST.
Untuk area yang terdampak, Hutton Avenue di Hartlepool akan ditutup mulai dari perempatan dengan Mulgrave Road. Selain itu, St Paul’s Road dan South Road juga akan ditutup mulai perempatan dengan Mitchell Street.
Kendaraan yang masih diparkir di ruas jalan tersebut setelah pukul 07:30 BST akan dipindahkan, demi kelancaran prosesi dan pengaturan di lapangan.
Perjalanan insiden dan kronologi sebelum kecelakaan
Lauren Somerville, yang berbicara atas nama keluarga korban melalui Cleveland Police Federation, menyampaikan bahwa duka terasa sangat sunyi. Ia mengatakan, “life feels unbearably quiet” tanpa “silly jokes” dan tawa dari ayah dua anak itu.
Somerville juga menyinggung tahapan sebelum kecelakaan. Ia menyebut petugas sempat mengejar Passat selama hampir tujuh menit setelah kendaraan tersebut terhubung dengan dugaan aktivitas kriminal sebelumnya.
Berita Terkait
Namun, pengejaran dihentikan 10 detik sebelum kecelakaan terjadi ketika mobil berbelok masuk ke jalur jalan raya ganda (dual carriageway). Keterangan mengenai penghentian tersebut disampaikan melalui Independent Office for Police Conduct (IOPC).
Dalam penjelasan IOPC, PC Blades dan PC Clough disebut berada dalam sebuah kendaraan yang sedang mencari Passat. Mobil itu diduga terkait dengan pelat nomor yang ditiru (cloned registration plates) sehingga memicu kamera number plate recognition otomatis. Meski begitu, keduanya tidak disebut terlibat dalam pengejaran tersebut.
Rencana pemakaman dan kesan keluarga
Somerville mengatakan pemakaman akan memperlihatkan dukungan penuh dari seluruh personel. Ia menuturkan, “All of the officers across the country will have felt this and Cleveland is such a small force, so it’s personal to have lost Matthew and Tom.”
Ia juga menambahkan bahwa suasana umum yang dirasakan adalah kewajiban dan kebanggaan dalam menjalankan tugas. Somerville berkata, “I think the common feeling has been a sense of duty and a sense of pride, doing everything we can to make it perfect.”
Menurut ketua federasi tersebut, petugas Cleveland akan berdiri berdampingan dalam seragam saat pemakaman, dengan suasana yang diisi rasa bangga dan martabat. Ia menyampaikan bahwa ia telah berbicara dengan keluarga Matthew dan nama Matthew dikenang sebagai sosok yang dekat dalam banyak peran.
Somerville mengutip kesan dari keluarga, “I’ve spoken to Matthew’s family and he was described as a best friend, a husband, a father, a brother and a son.” Ia kemudian menambahkan, “He was funny and his laughter and silly jokes made them smile even when they least expected it, he brought light and laughter into every room he came into.”
Di bagian penutup, Somerville menyampaikan perasaan kehilangan yang masih terasa kuat. Ia mengatakan, “And life feels unbearably quiet without him now.”
Selain berdinas sebagai polisi, PC Matthew Blades sebelumnya juga bekerja sebagai pengajar Bahasa Inggris. Ia dilaporkan mengajar di Carmel College, Darlington, sebelum akhirnya bergabung dengan kepolisian.
Pihak sekolah mengenang Blades sebagai guru yang cerdas, baik, dan mudah didekati. Mereka juga menyebut Blades memberi dengan tulus kepada para siswa yang berada dalam tanggung jawabnya.












