jurnalistik.co.id – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan rangkaian laga fase grup yang menentukan, dengan Chris Sutton dari BBC Sport yang menyusun prediksi skor untuk seluruh pertandingan ronde kedua. Di sela persaingan yang makin ketat, BBC Sport juga menyoroti performa prediksi pembaca melalui gim “BBC predictor”, yang disebut mengalami peningkatan dibanding putaran sebelumnya.
Setelah mengikuti hasil imbang melawan Spanyol dengan menahan Uruguay, Tanjung Cape Verde masih membuat banyak orang terkejut di turnamen ini. Namun, pada ronde kedua fase grup, tidak semua pihak lengah, meski antusiasme tetap tinggi di gim prediktor BBC.
BBC mencatat, 99,65% pengguna yang bermain memprediksi Cape Verde akan kalah saat menghadapi Spanyol, sedangkan untuk menghadapi Uruguay angka itu turun menjadi 83% yang menganggap mereka akan tersingkir. Meski begitu, ada pengguna yang berhasil menebak dengan tepat, dan performa keseluruhan mereka disebut mengungguli prediksi awal BBC Sport.
Dari sisi pakar, Chris Sutton berhasil mengunci 14 hasil benar pada ronde kedua dari total 24 pertandingan grup. Pencapaian ini disebut lebih baik dibanding 12 hasil benar pada rangkaian pertandingan pertama. Sementara itu, AI yang digunakan juga naik dari 13 menjadi 15 dari 24, tetapi skor pengguna dinilai melesat lebih jauh, yakni 18 dari 24.
Bagaimana nasib seluruh peserta pada set pertandingan terakhir, termasuk laga Skotlandia vs Brasil dan Inggris vs Panama? Sutton merencanakan prediksi untuk seluruh 104 pertandingan di Piala Dunia 2026, sekaligus menentukan urutan akhir untuk 12 grup. Untuk AI, prediksi dijalankan dengan Microsoft Copilot Chat, dengan pertanyaan yang diarahkan pada “predict the results of the second round of World Cup group games”.
Gim prediktor BBC Sport juga memberi opsi bagi pembaca untuk memilih pemenang di setiap pertandingan, atau memilih hasil imbang jika dianggap dua tim berbagi poin.
Grup A
Menurut pemilihan awal Sutton sebelum turnamen dimulai, Korea Selatan diproyeksikan menjadi juara grup, dengan Meksiko sebagai runner-up. Republik Ceko diperkirakan finish di posisi ketiga, sedangkan Afrika Selatan menempati peringkat keempat.
Pada laga Republik Ceko vs Meksiko di Mexico City, Kamis 25 Juni pukul 02:00 BST, Sutton menilai Meksiko akan melakukan rotasi karena sudah dipastikan lolos 16 besar sebagai juara grup. Dengan kebutuhan kemenangan untuk menjaga peluang, Republik Ceko disebut berhadapan dengan tantangan besar, termasuk faktor atmosfer saat pertandingan di kandang Meksiko. Sutton memprediksi skor 0-1, sementara AI memandang Meksiko bisa menang 1-2.
Lalu, pada Afrika Selatan vs Korea Selatan di Monterrey, Kamis 25 Juni pukul 02:00 BST, Sutton mengingat bahwa Afrika Selatan masih bisa lolos setelah menyamakan kedudukan lewat penalti melawan Republik Ceko, tetapi performa mereka saat disaksikan melawan Meksiko dinilai kurang meyakinkan. Sutton berpendapat Korea Selatan lebih kuat dan akan menciptakan banyak peluang. Ia memprediksi Afrika Selatan kalah 0-2, sementara AI juga memilih kemenangan untuk Korea Selatan dengan skor 1-2.
Grup B
Sutton menempatkan Swiss sebagai juara grup dan Kanada sebagai runner-up, sedangkan Bosnia-Herzegovina diproyeksikan finis ketiga dan Qatar keempat.
Untuk Bosnia-Herzegovina vs Qatar di Seattle, Rabu 24 Juni pukul 20:00, kedua tim disebut sama-sama kalah telak pada pertandingan sebelumnya dan sama-sama membutuhkan kemenangan agar peluang tetap ada. Sutton memandang Bosnia-Herzegovina punya peluang lebih besar setelah menunjukkan daya saing saat melawan Swiss. Ia memprediksi Bosnia-Herzegovina menang 1-0, sementara AI memulai dari hasil lebih lebar dengan 2-0.
Pada Swiss vs Kanada di Vancouver, Rabu 24 Juni pukul 20:00, Kanada disebut tampil mengesankan setelah meraih kemenangan bagus atas Qatar, dengan bantuan dua kartu merah untuk Qatar. Sutton tetap mengakui kualitas Swiss setelah melihat performa mereka menghadapi Bosnia, termasuk penampilan yang ia sebut sangat brilian dari Johan Manzambi saat masuk sebagai pemain pengganti. Sutton memprediksi skor 2-1, dan AI juga memberi angka 2-1.
Grup C
Untuk Grup C, Sutton memilih Brasil sebagai juara grup dan Skotlandia sebagai runner-up, dengan Maroko di posisi ketiga dan Haiti di peringkat keempat.
Maroko vs Haiti di Atlanta, Rabu 24 Juni pukul 23:00, disebut memberi peluang Maroko untuk meraih kemenangan karena organisasi tim yang dinilai sangat rapi. Sutton menilai satu-satunya pertanyaan adalah apakah mereka punya cukup gol. Ia memprediksi Maroko menang 2-0, dan AI juga mengunci 2-0.
Pada Skotlandia vs Brasil di Miami, Rabu 24 Juni pukul 23:00, Sutton menyatakan kekhawatiran atas Skotlandia. Ia tidak yakin mereka akan dibongkar habis, tetapi memprediksi mereka kalah dan kemudian menunggu ketat nasib untuk peluang finis ketiga. Sutton memprediksi Skotlandia kalah 0-2, sedangkan AI memilih kemenangan Brasil 1-3.
Grup D
Sutton memulai dengan prediksi Turki sebagai juara grup dan Paraguay sebagai runner-up, dengan Amerika Serikat di posisi ketiga dan Australia di peringkat keempat.
Paraguay vs Australia di San Francisco, Jumat 26 Juni pukul 03:00, menjadi laga yang menentukan bagi Paraguay karena mereka membutuhkan kemenangan untuk merebut posisi kedua dari Australia. Sutton menggambarkan Australia sebagai tim yang tangguh dan menyukai permainan cepat lewat serangan balik, sekaligus membawa ancaman. Meski sempat menduga pertandingan berakhir imbang, ia berubah pikiran. Sutton memprediksi Paraguay menang tipis pada akhir laga dengan skor 2-1, dan AI juga menilai 2-1.
Turki vs Amerika Serikat di Los Angeles, Jumat 26 Juni pukul 03:00, disebut menampilkan cerita serupa bagi Turki setelah dua kekalahan, sehingga mereka dipastikan akan pulang meski masih bermain untuk kehormatan. Sutton menilai Amerika Serikat sudah terjamin finis teratas dan akan melakukan perubahan, sehingga ia memilih skenario imbang. Sutton memprediksi skor 1-1, sementara AI memperkirakan Amerika Serikat bisa unggul 2-1.
Grup E
Untuk Grup E, Sutton memilih Jerman sebagai juara grup dan Ekuador sebagai runner-up, dengan Pantai Gading (Ivory Coast) di posisi ketiga dan Curacao di peringkat keempat.
Curacao vs Ivory Coast di Philadelphia, Kamis 25 Juni pukul 21:00, Sutton menilai ini adalah laga besar bagi Ivory Coast karena mereka memerlukan kemenangan untuk lolos. Curacao disebut tampil sebagai kejutan dengan hasil imbang melawan Ekuador, tetapi Sutton menganggap Ivory Coast akan punya daya tembak lebih. Ia memprediksi Ivory Coast menang 0-1, sementara AI memprediksi 0-2.
Ekuador vs Jerman di New York, Kamis 25 Juni pukul 21:00, Sutton melihat Jerman sudah lolos sebagai juara grup sehingga kemungkinan melakukan rotasi lagi. Ia menilai Ekuador tampil mengecewakan sejauh ini karena belum mencetak gol, dan mengharapkan mereka memperbaiki itu bila Jerman tidak bermain dengan kekuatan penuh. Sutton memprediksi skor 1-1, sedangkan AI memilih kemenangan Jerman 1-3.
Grup F
Sutton memprediksi Jepang sebagai juara grup dan Belanda sebagai runner-up, dengan Tunisia finis ketiga dan Swedia di posisi keempat.
Jepang vs Swedia di Dallas, Jumat 26 Juni pukul 00:00, disambut dengan pandangan bahwa Jepang adalah tim yang unggul secara teknis. Sutton menyatakan ia tidak melihat Jepang melaju jauh, tetapi menilai mereka terlatih dan mampu meredam penyerang Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Sutton memprediksi Jepang menang 2-1, dan AI juga memilih 2-1.
Dalam laga Tunisia vs Belanda di Kansas City, Jumat 26 Juni pukul 00:00, Sutton menilai Tunisia punya “turnamen untuk dilupakan” dan ia tidak melihat perubahan besar terjadi di sini. Belanda disebut tampil mengesankan saat menaklukkan Swedia, dan Sutton meyakini Belanda akan menang. Ia hanya menilai besar kecilnya skor bergantung pada seberapa serius Belanda berburu gol. Sutton memprediksi 0-4, sedangkan AI memilih 0-2.
Grup G
Untuk Grup G, Sutton memilih Belgia sebagai juara grup dan Mesir sebagai runner-up, dengan Selandia Baru finis ketiga dan Iran di peringkat keempat.
Mesir vs Iran di Seattle, Sabtu 27 Juni pukul 04:00, Sutton menilai Iran adalah tim yang penuh keberanian. Ia mengingat Iran bertahan sangat baik saat imbang melawan Belgia, sekaligus memiliki peluang juga. Namun, Sutton tetap memandang Mesir punya keunggulan dan menyatakan “menekan” untuk kemenangan di laga ini. Ia memprediksi kemenangan Mesir 2-1, sementara AI memilih hasil berbeda: 1-0 untuk Iran.
Lalu, Selandia Baru vs Belgia di Vancouver, Sabtu 27 Juni pukul 04:00, Sutton menyebut Belgia sejauh ini mengecewakan, namun ia memperkirakan perbaikan akhirnya terjadi. Ia menilai banyak bergantung pada apakah Belgia membawa ketepatan dalam penyelesaian peluang. Sutton memandang “gaya” Piala Dunia Selandia Baru bisa meredup setelah ini, dan memprediksi kemenangan Belgia 1-3. AI bahkan lebih tegas dengan skor 0-3.
Grup H
Di Grup H, Sutton memulai dari prediksi Spanyol sebagai juara grup dan Uruguay sebagai runner-up, dengan Arab Saudi finis ketiga dan Tanjung Cape Verde di peringkat keempat.
Tanjung Cape Verde vs Arab Saudi di Houston, Sabtu 27 Juni pukul 01:00, disebut memperlihatkan Cape Verde yang tampil gemilang sejauh ini. Namun Sutton tidak melihat mereka mampu menembus fase gugur. Ia menekankan bahwa Cape Verde butuh kemenangan untuk keluar dari grup, sedangkan hasil imbang mereka melawan Uruguay dan terutama Spanyol dinilai datang karena upaya menahan lawan. Arab Saudi, menurut Sutton, sempat dikalahkan dan “tersingkir” oleh Spanyol serta banyak bermain bertahan, tetapi masih memiliki peluang. Sutton memprediksi skor 0-2, sementara AI memilih 1-2.
Uruguay vs Spanyol di Guadalajara, Sabtu 27 Juni pukul 01:00, Sutton menilai Uruguay adalah pihak yang besar kecewa dan kini membutuhkan sesuatu dari laga ini, sementara ia tidak melihat hal itu terjadi. Ia juga menilai Spanyol membutuhkan kemenangan untuk memastikan status juara grup sehingga tidak akan melakukan banyak istirahat pemain. Sutton memprediksi Spanyol menang 1-4, dan AI memperkirakan hasil 1-2.
Grup I
Untuk Grup I, Sutton memilih Senegal sebagai juara grup dan Prancis sebagai runner-up, dengan Norwegia finis ketiga dan Irak di peringkat keempat. Pada Norwegia vs Prancis di Boston, Jumat 26 Juni pukul 20:00, laga ini disebut menentukan siapa yang keluar sebagai pemuncak grup, dan konsekuensinya dinilai besar.
Dalam narasinya, Sutton menegaskan bahwa posisi sebagai runner-up akan berdampak pada lawan yang dihadapi berikutnya, termasuk kemungkinan pertemuan dengan runner-up dari Grup D dan potensi menghadapi Brasil di babak 16 besar.












