jurnalistik.co.id – Skotlandia melangkah ke partai fase grup terakhir Piala Dunia dengan harapan menuliskan bab baru bagi sepak bola negaranya, saat bersiap menghadapi Brasil di Miami.
Pertandingan ini menentukan kelolosan tim nasional putra ke babak gugur berikutnya, dan menjadi momen yang ditunggu puluhan ribu pendukung Tartan Army. Di arena, laga akan disiarkan oleh BBC.
Jika Skotlandia menang atau bermain imbang melawan Brasil—yang berstatus lima kali juara dunia—mereka akan praktis mengunci tempat di fase knock-out untuk pertama kalinya dalam sejarah. Harapan itu membuat suasana di Miami terasa lebih dari sekadar pesta.
“Brink of history” yang dirasakan suporter
Di South Beach, Stevie Parker dari Larbert menyampaikan keyakinannya kepada BBC Scotland News. Menurutnya, pertandingan ini terasa seperti ambang sejarah.
“I think they will do it. It feels like we are on the brink of history,” ujarnya, sebelum menambahkan bahwa ia berharap timnya “menyentuh garis” tahun ini. Ia juga menyebut hari itu akan menjadi “historic day” dan “the perfect end” bagi perjalanan panjang Tartan Army.
Kalimat itu seolah merangkum perasaan yang sama: selama beberapa hari dan pekan terakhir, banyak pendukung hidup dalam mode perayaan. Namun, mendekati kick-off, sejumlah orang mulai menghitung peluang dengan lebih serius.
Brian Guthrie dari Inverness mengaku mulai menyiapkan perhitungan sendiri setiap hari. Ia mengatakan, “I’ve got my spreadsheets out everyday,” seraya menambahkan bahwa meski belum menghitung ayam sebelum menetas, ia merasa timnya “harusnya ok”.
Guthrie juga mengungkap ia sempat menelepon tempat kerjanya untuk mengambil cuti agar bisa berada di Miami. Ia berkata ia akan kecewa jika tidak jadi ikut, serta membayangkan kemungkinan skenario lanjutan hingga ke Mexico City jika hasil memungkinkan.
Ulang tahun yang bertemu kenangan 28 tahun lalu
Bagi Ewen MacDonald, laga ini juga membawa makna pribadi yang kuat. Pria berusia 44 tahun dari Machrihanish di Argyll and Bute merayakan ulang tahun di Miami pada Selasa.
Usianya tepat bertaut 28 tahun dengan momen yang membekas, ketika pada ulang tahun ke-16 ia menyaksikan Skotlandia kalah 3-0 dari Maroko di Prancis 1998. Hasil itu berujung pada berakhirnya harapan mereka di Piala Dunia saat itu.
MacDonald menyinggung bahwa kampanye pada saat itu juga menyertakan kekalahan dari Brasil, sehingga paralel sejarah terasa tidak luput dari perhatian. Ia menyatakan Skotlandia kalah dari Maroko pada 23 Juni 1998, dan timnya kembali merasakan kekalahan serupa akhir pekan lalu.
Dengan Brasil menjadi langkah berikutnya, MacDonald berharap generasi ini bisa menulis ulang naskah yang dulu tidak berpihak. “It could be one of the best days of my life. I just can’t wait,” katanya, menekankan bahwa ini adalah ulang tahunnya.
Ia kemudian mengulang garis impian yang ingin diwujudkan: pada ulang tahun ke-16, ia menyaksikan Skotlandia tersingkir usai kalah 3-0. “I’d love to see Scotland win at a World Cup. It would make my birthday and all my dreams come true,” ucapnya.
Di Skotlandia, pertandingan dapat disaksikan langsung melalui BBC One dan BBC iPlayer. Di Glasgow, OVO Hydro ikut menayangkan laga di layar besar, sementara sejumlah venue lebih kecil—seperti klub tenis dan rugby—menyelenggarakan nonton bersama.
Perpanjangan aturan perizinan juga disetujui oleh hampir semua dewan kota di Skotlandia. Langkah itu memungkinkan pub dan klub tetap buka melampaui jam tutup normal, demi menampung antusiasme penonton.
Scottish Beer and Pub Association memperkirakan pertandingan tim nasional di fase grup dapat menghasilkan tambahan ÂŁ7m bagi pub dan bar.
Status poin dan skenario kelolosan
Di klasemen fase grup, tim asuhan Steve Clarke saat ini mengumpulkan tiga poin setelah dua pertandingan pertama. Kemenangan atas Brasil akan memastikan tempat di babak selanjutnya.
Sementara itu, hasil imbang akan hampir memastikan kualifikasi untuk pertama kalinya dalam sejarah Skotlandia. Namun, kekalahan tidak otomatis menghapus peluang, meski kondisi akan bergantung pada hasil di pertandingan grup lain.
Dalam skenario tersebut, para suporter akan menunggu tabel untuk tim peringkat tiga terbaik. Mereka berharap Skotlandia tetap berada di antara delapan tim teratas yang berhak melaju.
Jika nasib memaksa penantian, waktu yang diperlukan bisa sampai semua laga fase grup berakhir pada 27 Juni. Setelah itu, Skotlandia berpotensi bersiap menghadapi pertandingan babak 32 besar, yang kemungkinan membawa mereka terbang ke Boston, New Jersey, atau Mexico City.












