Olahraga

Eastbourne: Jack Draper melaju ke perempat final untuk melanjutkan comeback dari cedera

×

Eastbourne: Jack Draper melaju ke perempat final untuk melanjutkan comeback dari cedera

Sebarkan artikel ini
Draper into Eastbourne last eight to continue injury comeback
Ilustrasi: Eastbourne: Jack Draper reaches quarter-finals to continue injury comeback

jurnalistik.co.id – Jack Draper melaju ke perempat final turnamen Eastbourne setelah meraih kemenangan meyakinkan pada pertandingan lanjutan fase terakhir 16 besar, sekaligus meneruskan proses pemulihan dari serangkaian masalah cedera.

Petenis putra berusia 24 tahun itu mengaku kondisi cedera belakangan membuat kepercayaan dirinya berada di titik terendah. Meski begitu, ia tetap tampil stabil saat menghadapi Jack Pinnington Jones dan memastikan tiket ke babak delapan besar.

Draper menjalani pertandingan kompetitif pertamanya dalam lebih dari dua bulan pada Senin. Ia sebelumnya absen karena cedera lutut yang membuatnya berhenti bermain sejak April, tepatnya setelah turnamen Barcelona Open.

Dalam kurun setahun terakhir, catatan Draper hanya menunjukkan ia memainkan 13 pertandingan. Ia menyebut waktu absen yang panjang tersebut turut memengaruhi ritme permainan dan kesiapan untuk tampil pada level tinggi dengan segera.

Di Eastbourne, Draper pada akhirnya akan menghadapi Gabriel Diallo dari Kanada pada Kamis untuk memperebutkan tempat di semifinal. Kepastian itu didapat setelah ia mengalahkan rekan sesama Inggris, Pinnington Jones, dengan skor 7-5, 6-4.

Saat pertandingan berlangsung, Draper sempat berada dalam posisi yang menunjukkan ia sudah mulai kembali menemukan sentuhan. Namun, ia tetap harus melewati momen-momen sulit sebelum bisa mengamankan kemenangan.

“My confidence levels were below the floor a couple of weeks ago,” ujar Draper. “I hadn’t played in a long time, I wasn’t match fit, I didn’t play Queen’s because I wasn’t ready so to come here and to be on court and to be competing and playing at a high level very quickly I’m very grateful.”

Terjemahan inti dari pernyataannya menggambarkan bahwa beberapa pekan sebelumnya kepercayaan dirinya “below the floor”. Ia menegaskan bahwa jeda panjang membuatnya belum berada pada kondisi pertandingan yang ideal, termasuk keputusan untuk tidak bermain di Queen’s karena merasa belum siap.

Draper kemudian menjelaskan rasa syukurnya bisa segera kembali ke lapangan dan bersaing di level tinggi. Menurutnya, pencapaian itu menjadi langkah penting dalam upayanya meneruskan comeback yang sempat tertahan cedera.

Di sisi lain, perjalanan cedera Draper mulai terlihat pada Wimbledon tahun lalu. Saat itu, ia sedang berada pada jalur terbaik kariernya setelah mencapai semifinal US Open 2024 dan naik hingga menempati peringkat keempat tertinggi dalam karier.

“I’ve spent a lot of time off court with injury, I was on a great trajectory last year,” kata Draper. “My body stopped me in my tracks. I wasn’t able to play and the last year has been really difficult.”

Draper menyebut dirinya menghabiskan banyak waktu di luar lapangan karena cedera, dan menyatakan bahwa tubuhnya menghentikannya di jalur yang sudah sangat bagus. Ia menilai tahun terakhir menjadi masa yang sangat berat karena tidak bisa bermain.

Meski demikian, ia melanjutkan awal yang kuat di Eastbourne setelah bekerja bersama pelatih baru, Sir Andy Murray. Kepercayaan diri itu tampak dalam performanya pada Rabu ketika pertandingan berlangsung di pantai selatan Inggris.

Draper memulai laga dengan agresif. Ia sempat langsung mengambil peluang dengan mematahkan servis lebih awal, lalu terlihat mengendalikan ritme sejak fase pembukaan.

Namun, ia gagal memanfaatkan keunggulan saat memimpin 5-4 dan mendapatkan set point. Pinnington Jones kemudian bangkit dan menyamakan keadaan berkat pukulan yang “lucky” lewat bola yang memanfaatkan net-cord.

Setelah kejadian itu, Draper segera mengembalikan momentum. Ia kembali memimpin tanpa membiarkan lawan terlalu lama menikmati kebangkitan tersebut, dan servisnya menjadi faktor kunci yang tampak semakin meyakinkan sejak ia kembali dari masa pemulihan.

Di set pertama, Draper memastikan kemenangan dengan rangkaian servis yang efektif, termasuk back-to-back aces. Momentum yang terbentuk kemudian dibawa ke set kedua.

Di set kedua, Draper kembali tampil dengan tempo yang sama. Ia mematahkan servis sejak awal, dan setelah itu ia tidak menghadapi satu pun peluang break point sebelum menutup kemenangan.

Selepas laga, Draper dan Pinnington Jones saling bertukar pelukan hangat di net. Draper juga menyoroti sisi personal persaingan tersebut.

“Jack’s a great friend, so it’s tough playing against a good friend,” tutur Draper. “He’s still young, he recently came out of college and he’s been building his way up the rankings. I believe he’s going to be a top, top player and I think he showed that today.”

Keberhasilan Draper membawa beberapa petenis Inggris lainnya ikut melaju ke babak delapan besar. Jan Choinski dan Toby Samuel juga memastikan tempat di perempat final.

Choinski mengalahkan Felix Gill dengan skor 6-4, 6-7 (4-7), 6-2 untuk meraih perempat final ATP Tour pertamanya. Sementara itu, Samuel yang berstatus lucky loser mendapatkan kemenangan pertama di level Tur melalui kemenangan 6-1, 7-6 (9-7) atas Thiago Agustin Tirante dari Argentina.

Gill sendiri tampil sebagai pengganti terlambat bagi Taylor Fritz. Fritz sempat menjadi juara bertahan, tetapi mengundurkan diri agar memiliki “best chance of being 100%” untuk Wimbledon setelah mengalami persoalan cedera.

Di nomor putri, Madison Keys yang menjadi unggulan kedua tampil dominan dengan menaklukkan Jessica Bouzas Maneiro dari Spanyol 6-0, 6-1. Sedangkan Jelena Ostapenko, unggulan ketiga dari Latvia, bangkit setelah tertinggal untuk mengalahkan Panna Udvardy dari Hungaria dengan 3-6, 6-1, 6-2.

Dengan kemenangan tersebut, Draper kini tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan ritme dan melihat sejauh mana pemulihannya bisa terus berjalan, saat ia mempersiapkan duel perempat final melawan Gabriel Diallo pada Kamis.