jurnalistik.co.id – Inggris akhirnya menyelamatkan asa Piala Dunia mereka lewat comeback yang datang di momen-momen akhir, saat Harry Kane mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan melawan DR Kongo. Kemenangan itu membuat The Three Lions menunggu laga babak 16 besar melawan Meksiko, yang berstatus tuan rumah bersama.
Reporter BBC Sport, Alex Howell, memberikan penilaian kepada para pemain setelah pertandingan yang digelar di Atlanta pada Rabu tersebut. Skor akhir memang terasa dramatis, tetapi rapatnya detail performa tiap nama terlihat dari alasan di balik angka penilaian mereka.
Di bawah mistar, Jordan Pickford menerima nilai 5 setelah memulai laga dengan buruk. Ia kebobolan lewat tembakan Brian Cipenga yang masuk dekat tiang gawang, saat Inggris justru tertinggal lebih dulu.
Djed Spence juga diberi 5, terutama karena posisinya saat gol pembuka menjadi sumber masalah. Ia gagal menyundul bola ketika mesti melacak umpan dan mencoba mengimbangi pergerakan lawan di dalam kotak, lalu tidak punya jarak yang cukup untuk menghentikan tembakan tersebut. Howell mencatat Spence sempat membaik seiring pertandingan berjalan, namun hari itu tetap sulit baginya.
Ezri Konsa mendapat angka 5 untuk kontribusinya di lini belakang. Howell menilai barisan empat pemain bertahan Inggris belum tampil meyakinkan selama turnamen, dengan ruang yang terasa terlalu besar saat lawan menyerang. Konsa sempat punya peluang besar untuk menyamakan kedudukan di babak kedua, tetapi hasil tak lagi berpengaruh setelah Kane mengambil alih panggung.
Marc Guehi bernilai 5, meski biasanya tampil solid di Premier League. Di laga ini, Howell melihat Guehi tidak tampil meyakinkan dalam skema empat bek yang terlihat rapuh. Nico O’Reilly mendapat penilaian senada, juga 5, karena tugasnya sebagai bek kiri starter baru dimulai pada November, sementara kebutuhan koordinasi dalam barisan yang belum mapan menuntut banyak hal dari pemain 21 tahun tersebut.
Elliot Anderson ditaruh pada angka 5 untuk malam yang berat. Menurut Howell, ia dibiarkan menutup area yang sangat luas di lini tengah yang membiarkan permainan terbuka. Kendati demikian, performanya membaik di babak kedua—sejalan dengan peningkatan tim.
Declan Rice memperoleh nilai 6 karena Inggris membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengangkat ritme. Setelah tertinggal, Howell menyebut Rice terlihat berusaha mendominasi jalannya pertandingan, dengan kualitas umpan dan kontribusi dari bola mati yang menjadi cara paling masuk akal untuk mencari gol penyama. Namun Howell tetap menyoroti Rice bagian dari lini tengah yang membiarkan terlalu banyak ruang di lini pertahanan, sehingga pertarungan mereka sering terekspos. Di fase akhir, Rice juga digeser ke posisi bek kanan.
Jude Bellingham mendapatkan nilai 7. Howell menilai Bellingham berusaha memberi energi untuk mengubah performa tim yang dinilai buruk, meski ia tampak frustrasi di beberapa momen dan akhirnya menerima kartu karena pelanggaran terlambat. Dua tandukannya juga masih bisa ditepis Lionel Mpasi, kiper DR Kongo yang tampil gemilang.
Noni Madueke dinilai 6, karena tenaga dari sayap Arsenal cukup terasa. Meski begitu, Howell mempertanyakan ketajaman akhir. Ia sempat menghasilkan kesempatan terbaik di babak pertama: umpan silangnya jatuh ke Rashford, yang melepaskan tembakan namun dibersihkan tepat di garis. Madueke kemudian digantikan oleh Bukayo Saka pada babak kedua.
Marcus Rashford menerima angka 5. Howell mengakui ada kilasan kualitas yang memang dikenal dari Rashford, tetapi kontribusinya tidak cukup konsisten. Saat Inggris mengejar gol penyeimbang, permainan menjadi semakin putus asa, dan ia akhirnya diganti.
Untuk Harry Kane, nilai yang tercatat juga 5—sebuah angka yang lebih “menggambarkan” proses babak pertama ketimbang hasil akhir. Howell menulis bahwa Kane nyaris tidak terlibat dalam 45 menit awal, sesuatu yang menurutnya merangkum betapa buruknya performa Inggris di periode itu. Kane sempat mendapat peluang besar lewat klaim penalti yang ditolak, serta gagal mengeksekusi peluangnya sebelum dua golnya akhirnya membawa Inggris lolos.
Perubahan besar datang dari para pemain pengganti. Anthony Gordon mencatat nilai 9, dan menurut Howell keputusan menggantikan Rashford terbukti tepat. Gordon tidak hanya menyuplai umpan silang untuk gol pertama Kane yang membuat kedudukan kembali imbang, tetapi juga terlibat langsung pada assist untuk gol kedua sang kapten.
Bukayo Saka melengkapi reaksi dari bangku cadangan dengan nilai 8. Howell menilai Saka dapat diandalkan dalam mengambil keputusan yang benar, dan saat masuk ia menjadi ancaman yang lebih tepercaya dari sisi kanan. Saka juga terlihat padu dengan Rice yang dimainkan sebagai bek kanan, sehingga serangan Inggris di fase akhir lebih terarah.
Eberechi Eze memperoleh nilai 7. Ia masuk menggantikan Spence ketika Inggris terus mencari gol di menit-menit akhir, dan menurut Howell hanya Eze yang mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ia berperan dalam momen penentu karena terlibat pada gol penyeimbang terakhir yang diselesaikan Kane.
John Stones diberi nilai 7 sebagai pengganti yang relatif tidak terlalu lama bermain. Howell menyebut Stones masuk saat Rice mengalami kram, dan ia membawa pengalaman untuk membantu tim mengunci kemenangan. Pada waktu yang tersisa, Stones tidak punya ruang untuk benar-benar membuat dampak tambahan yang signifikan.
Secara keseluruhan, penilaian Howell menampilkan kontras antara babak pertama yang canggung dan fase akhir yang jauh lebih tajam. Angka-angka itu memperlihatkan bahwa bagi Inggris, comeback bukan hanya soal gol Kane, tetapi juga bagaimana perubahan taktik dan pergantian pemain akhirnya mengubah arah pertandingan.












