jurnalistik.co.id – Vagia Nestora, ibu dari politisi Partai New Democracy di Yunani, meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya dalam serangan pembakaran yang menarget pejabat partai. Ia berusia 72 tahun dan dirawat di rumah sakit di Thessaloniki setelah mengalami luka serius.
Menurut pihak rumah sakit tempat ia dibawa, Vagia Nestora mengalami luka bakar ekstensif serta gagal organ yang terjadi akibat ledakan dan kebakaran. Korban juga dikabarkan sempat mengalami luka bakar yang mencakup sekitar 80% tubuhnya.
Serangan tersebut terjadi di gedung apartemen tempat putrinya, Afroditi Nestora, tinggal. Afroditi diketahui menjadi kandidat dari Partai New Democracy dan pada insiden yang sama turut mengalami luka bakar serta menghirup asap, sehingga masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa itu merupakan bagian dari rangkaian serangan yang diduga dilakukan secara terkoordinasi. Tiga serangan terpisah, menggunakan bom bensin (petrol bombs) dan perangkat buatan lainnya, dilaporkan terjadi dalam rentang menit di awal Rabu.
Rinciannya, polisi menyebut serangan pertama terjadi sekitar pukul 04:18, disusul serangan kedua pada pukul 04:23, dan serangan ketiga pada pukul 04:35 waktu setempat. Dari pola waktu yang berdekatan, aparat memperkirakan pelaku melakukan aksinya dengan cepat dan dalam urutan singkat.
Ledakan merusak kendaraan dan menimbulkan kerusakan besar
Berdasarkan keterangan kepolisian, perangkat penyulut ditempatkan di luar gedung apartemen sebelum akhirnya memicu ledakan dan kebakaran. Ledakan itu menghancurkan dua mobil, merusak beberapa sepeda motor, serta menyebabkan kerusakan luas pada bangunan tersebut.
Selain Vagia Nestora dan Afroditi, ayah Afroditi yang juga disebut memiliki kondisi kesehatan mendasar, beserta dua penghuni lain, turut dilarikan setelah mengalami kesulitan bernapas akibat insiden. Seluruhnya mendapat penanganan medis setelah menghirup asap dari lokasi kejadian.
Target lain adalah rumah pejabat partai
Dua serangan lainnya tidak menyebabkan korban jiwa, dan diarahkan ke tempat tinggal Zisis Ioakeimovits, ketua komite administrasi Partai New Democracy di Thessaloniki. Serangan lain juga menarget rumah mantan anggota parlemen Partai New Democracy, Savvas Anastasiadis.
Kepolisian menyatakan bahwa tidak ada laporan cedera pada insiden-insiden yang menarget rumah kedua tokoh tersebut. Namun, aparat meyakini ketiga serangan berasal dari pelaku yang sama, dengan dugaan pelaku berpindah menggunakan sepeda motor dan menempatkan perangkat buatan secara beruntun.
Penanganan kasus kemudian dialihkan ke Layanan Kontra-Terorisme Yunani. Hingga berita ini dirilis, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, dan tidak ada penangkapan yang dilaporkan.
Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis menyampaikan bahwa kematian Vagia Nestora memperlihatkan “sifat mematikan dan tidak berperikemanusiaan” dari kekerasan politik. Ia juga menyerukan respons bersatu untuk “mengusir terorisme hingga ke pinggiran”.
Mitsotakis sebelumnya juga menyatakan bahwa mereka yang melakukan serangan dengan dalih memperjuangkan perjuangan sosial, pada dasarnya adalah kriminal dan akan diperlakukan seperti itu. Pernyataan tersebut sejalan dengan penolakan terhadap tindakan kekerasan yang menarget pejabat.
Dari kubu oposisi, Nikos Androulakis menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kematian Vagia Nestora “harus ditangkap, dibawa ke pengadilan, dan dihukum”. Ia menambahkan, dalam masyarakat demokratis yang diatur oleh hukum, tidak ada toleransi terhadap tindakan kriminal.
Sementara itu, mantan perdana menteri Alexis Tsipras juga mengutuk serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa terorisme tidak memiliki tempat dalam sebuah demokrasi.
Di Thessaloniki, Vagia Nestora ditangani setelah mengalami luka bakar ekstensif yang dikaitkan dengan ledakan dan kebakaran, termasuk kondisi yang disebut telah menimbulkan gagal organ. Afroditi Nestora, yang berada di lokasi apartemen pada saat kejadian, juga menerima perawatan karena luka bakar serta menghirup asap.
Menurut penuturan aparat, rangkaian serangan yang terjadi dalam jeda menit itu tidak hanya menimbulkan kerusakan pada lingkungan apartemen, tetapi juga mengundang perhatian serius lintas kubu politik. Layanan Kontra-Terorisme kemudian mengambil alih penanganan, sementara sampai informasi yang sama disampaikan, belum ada klaim dari kelompok mana pun dan belum ada laporan penangkapan.










