Olahraga

Inquest: kepindahan Grace Riglar disebut jadi alasan utama Maddy Cusack kesulitan

×

Inquest: kepindahan Grace Riglar disebut jadi alasan utama Maddy Cusack kesulitan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Maddy Cusack struggled with girlfriend move, inquest told

jurnalistik.co.id – Inquest mengungkap pandangan bahwa kepindahan Grace Riglar memengaruhi kondisi kesehatan mental Maddy Cusack, yang wafat pada 20 September 2023.

Kesaksian yang dibacakan di Chesterfield Coroner’s Court menyatakan Cusack, 27 tahun, kesulitan ketika hubungan pribadinya harus menghadapi perubahan besar: Riglar pindah ke klub sepak bola yang berbeda.

Cu­sack ditemukan dalam keadaan tidak sadar oleh ayahnya, David, di rumah keluarga mereka di Horsley, Derbyshire, pada 20 September 2023, dan meninggal pada hari yang sama.

Sidang juga mendengar bahwa keluarga Cusack sebelumnya mengeluhkan kepala pelatih tim, Jonathan Morgan. Keluhan tersebut dikaitkan dengan berbagai masalah yang diduga berawal dari dinamika hubungan Cusack dengan Morgan.

Pada persidangan, Sophie Barker—kapten tim saat itu—mengatakan bahwa ia pernah berbicara dengan keluarga pemain. Barker menyebut, “Maddy would still be here” apabila Grace Riglar tidak pindah sejauh itu ke klub lain.

Menurut Barker, begitu Cusack mengetahui rencana Riglar untuk pergi jauh, kondisi psikologis Cusack ikut terdampak. Barker menjelaskan, “When Maddy found out Grace was going to go so far away, that affected Maddy. She was infatuated with Grace.”

Barker menambahkan bahwa Cusack merasa seolah-olah Riglar meninggalkannya. Ia menyampaikan perlunya penegasan, sembari memastikan bahwa perpindahan klub tidak berarti hubungan mereka berakhir. Barker mengatakan, “She felt Grace was leaving her – I had to reassure her that Grace was just moving… it didn’t mean they had split or anything like that.”

Barker juga mengingat percakapan setelah rangkaian peristiwa yang dialami Cusack. Ia menuturkan, “I remember saying to Maddy’s family, after everything that happened, that if Grace was still local Maddy would still be here.”

Dean Armstrong KC, yang mewakili keluarga Cusack, kemudian mengajukan pendapat kepada Barker bahwa perilaku Morgan serta minimnya dukungan dari klub merupakan alasan utama penurunan kesehatan mental Cusack.

Namun Barker menolak simpulan tersebut. Ia menyatakan keyakinannya bahwa penyebab utamanya justru terkait Riglar. Barker berkata, “No, I believe Grace was the main reason.”

Kesaksian lain menyebut bahwa Cusack pernah menyampaikan rasa cemas kepada Barker terkait kepindahan Morgan ke United pada Februari 2023. Barker menerangkan Cusack merasa gelisah karena pengalaman bekerja dengan Morgan di Leicester City beberapa tahun sebelumnya.

Dalam persidangan, Barker melaporkan Cusack menguraikan pengalamannya. Barker menyampaikan bahwa Cusack mengatakan Morgan tidak profesional dan memberi harapan yang ternyata tidak sesuai kenyataan. Barker memetik ucapan Cusack: “She explained to me her previous experiences – that he was unprofessional, that he sold her dreams that, when she went there, weren’t real and he chatted a lot of rubbish.”

Inquest juga mendengar bahwa Cusack tidak lagi membahas isu yang berkaitan dengan Morgan secara mendalam kepada Barker setelah itu.

Selama kesaksian, Barker menjelaskan perubahan perilaku Cusack menjelang pertengahan 2023. Barker mengatakan pada Juni 2023 rekan kerjanya menjadi lebih pendiam dan lebih tertutup. Barker menuturkan, “She turned up and went home. She didn’t really contribute to much.”

Barker menambahkan bahwa Cusack terlihat berbeda dari musim sebelumnya yang ia gambarkan sangat ceria. Ia menyampaikan, “It was a completely different person to the Maddy that was the season before, where she was very bubbly.”

Selain Barker, Francesca Carr—kepala fisioterapis untuk tim putri United—turut memberi keterangan. Carr menyatakan ia tidak memiliki kekhawatiran terhadap Cusack dari sisi kesehatan mental atau kemampuan beradaptasi.

Carr mengatakan kepada koroner, “There were players I had more concerns about from a mental health or a coping point of view.” Meski demikian, Carr mengingat satu insiden yang menurutnya tidak wajar: Cusack tiba-tiba menangis saat ia datang ke lokasi latihan yang keliru.

Carr menjelaskan reaksi tersebut bukan respons yang normal baginya, dan ia menilai emosi yang meledak bisa menjadi tanda adanya masalah emosional. Carr menyebut, “It just wasn’t a normal reaction for me. I just thought that reaction is excessive for what happened. I know that emotional reaction is a sign.”

Sidang sebelumnya juga mendengar bahwa Cusack berpikir Morgan melakukan “personal attack” terhadap dirinya karena tidak menempatkannya di starting line-up untuk pertandingan.

Dalam pemeriksaan lanjutan, Morgan—yang mewakili dirinya sendiri—menanyakan Carr soal keputusan “collaborative decision” untuk tidak memasukkan Cusack sebagai pemain awal pada laga kompetitif pertama Morgan di klub, dengan alasan adanya cedera pada pergelangan kaki Cusack.

Carr menjawab dengan menilai keputusan itu sesuai dengan kepentingan Cusack saat itu. Carr berkata, “I think her not playing then, yes, was in her best interests.”

Inquest masih berlanjut.