jurnalistik.co.id – BIRMINGHAM — Partai Reform UK memulai konferensi tahunannya di kota ini dengan basis dukungan yang terlihat lebih besar dibanding setahun lalu. Namun, sebelum agenda konsolidasi berjalan, mereka juga datang dalam situasi politik yang makin berlapis tantangan—terutama terkait isu uang dan pengawasan hukum.
Menurut political editor BBC Chris Mason, kenaikan pamor Reform UK yang terus berlangsung justru membuat perhatian terhadap partai makin intens. Di parlemen, angka-angka mereka juga disebut bertambah: di Westminster, di Holyrood, di Senedd, hingga sejumlah pemerintahan daerah.
Meski begitu, konferensi yang digelar kini dibarengi “political headwinds” yang tidak kecil. Banyak hambatan itu, kata Mason, berkaitan dengan persoalan pendanaan dan proses yang menyertainya.
Salah satu yang menonjol adalah donasi sebesar ÂŁ5 juta kepada Nigel Farage dari Christopher Harborne. Harborne disebut sebagai miliarder Inggris yang berbasis di Thailand, dan pemberian tersebut memantik sengketa panjang soal apakah uang itu seharusnya diumumkan setelah Farage menjadi anggota parlemen.
Di sisi lain, Mason juga menyinggung penyelidikan Metropolitan Police terkait donasi yang diberikan kepada partai selama kampanye pemilihan umum terakhir. Reform UK, dalam berbagai kesempatan, menegaskan bahwa mereka “takes pride in its stringent vetting of donations.”
Jika setahun sebelumnya Reform UK tampil seperti “insurgency” yang memancing rasa ingin tahu dan perhatian di venue yang sama di West Midlands, kali ini kondisinya berbeda. Mereka datang dengan momentum yang sebelumnya kuat—sehingga, menurut Mason, momentum itu ikut berperan dalam percepatan merosotnya posisi Sir Keir Starmer sebagai perdana menteri.
Dalam logika yang dijelaskan Mason, prospek pemerintahan Reform pada waktu itu menakutkan Partai Buruh hingga ke akarnya. Farage dan timnya membayangi pertarungan, dan di internal Buruh kala itu, pandangan “hinder” menjadi pilihan yang akhirnya menang.
Namun, perubahan politik dapat terjadi cepat. Dengan Starmer tidak lagi memimpin dan Andy Burnham mengambil alih, Mason menyebut ada bukti awal bahwa dukungan untuk Buruh mulai kembali pulih. Di saat yang sama, survei opini juga tidak lagi menunjukkan Reform secara nyaman berada di depan di semua ukuran; pada sebagian hasil, mereka bahkan tidak memimpin.
Selain itu, posisi pihak lawan disebut makin dinamis. Kemi Badenoch tampil lebih menonjol memimpin Konservatif, sementara Restore Britain—organisasi yang dibentuk oleh mantan anggota parlemen Reform, Rupert Lowe—juga disebut mengalami peningkatan. Di ranah pemerintahan yang didelegasikan, Scottish National Party dan Plaid Cymru disebut memenangkan pemilihan masing-masing di Skotlandia dan Wales, sehingga mengalahkan mereka di kontestasi tersebut.
Dengan kata lain, Mason merangkum bahwa kompetisi antarpihak tampak lebih setara dan lawan-lawan Reform terlihat lebih “energised and popular” dibanding sebelumnya. Ia juga menekankan bahwa tidak ada partai di tingkat nasional yang sedang benar-benar populer, tetapi adu politiknya terasa lebih seimbang.
Bagi Reform, konsekuensi dari tingginya profil adalah meningkatnya sorotan. Nigel Farage disebut menjadi kandidat perdana menteri, sementara di tim seniornya ada kandidat untuk sejumlah jabatan tinggi kenegaraan. Ketika Mason mewawancarai Farage di markas Reform sehari sebelumnya, topik yang dibahas mencakup detail donasi ÂŁ5 juta dan penyelidikan polisi.
Berita Terkait
- Chris Mason: Reform UK menapaki konferensi di Birmingham dengan tekanan besar, terutama soal hibah ÂŁ5 juta
- Koran Inggris Soroti Peringatan City of London untuk Andy Burnham: ‘City warns Burnham’ dan ‘One in the eye for Andy’
- PMQs perdana, Andy Burnham ditekan soal ekonomi saat biaya pinjaman Inggris mencapai rekor 18 tahun
Dalam wawancara itu, Farage mempertahankan bahwa mereka “acted appropriately.” Namun Mason menyoroti ada bagian lain yang ingin ditangkap dari cara Farage memandang badai pertanyaan yang datang kepadanya dan partainya.
Farage menggambarkan situasi yang dihadapinya dengan kalimat, “I think what you’re seeing is the establishment – in a very coordinated way – fighting back,”. Mason menanyakan nada yang terdengar seperti teori konspirasi—seolah-olah seluruh dunia bergerak melawannya—dan Farage menjawab dengan cara yang ia anggap menjelaskan bentuk pengaruh yang dirasakannya.
Farage mengatakan, “When you read in the newspaper you’re under investigation, and you don’t even know a complaint’s been made, you can see the degree of collusion that has gone on between interested parties. This will not stop. They will continually try and do this to us.”
Ketika Mason menekan, “Who’s they?”, Farage menyebut House of Commons dan House of Lords—yang berisi lawan-lawan politiknya—namun tidak menyebut pihak atau detail lain. Ia lalu menambahkan bahwa pandangannya, “I’m talking about normal human behaviour. People who, people who hold positions of power, influence, and money don’t want new kids on the block succeeding.”
Keberatan Mason ditegaskan dalam cara penguatan argumen: klaim soal kolusi antarinstitusi atau organisasi untuk menjegal Farage dan partainya dinilai sebagai klaim besar, dan Mason menyatakan tidak ada bukti yang ditunjukkan untuk mendukungnya. Meski demikian, Mason menekankan bahwa yang terdengar dari jawaban Farage adalah alasan mengapa ia merasa situasinya seperti itu.
Uji sikap Reform menjelang bulan-bulan ke depan
Pertanyaan utama bagi Reform, ketika konferensi berlangsung, adalah bagaimana partai akan merespons hari-hari dan bulan-bulan mendatang. Apakah Farage akan meninggalkan nada “aggrieved” yang disebut pernah dituduhkan kepadanya belakangan ini, atau justru mempertahankan gaya komunikasi yang selama ini mengiringi setiap serangan.
Farage memberi isyarat yang jelas kepada Mason. Ia mengatakan, “I’ve generally, you know, gone through politics with a smile…I’ll go back to doing what I’ve been doing for the last 34 years,”. Ia juga menekankan rencana politik mereka untuk konferensi.
Bagi Reform, pesan yang dibawa adalah janji perubahan yang bisa terjadi cepat jika mereka memimpin. Farage dan timnya menyatakan bahwa pemerintahan Reform bisa mencapai target “achieve, and achieve quickly,”. Partai juga dikatakan menjanjikan daftar prioritas yang akan diwujudkan dalam 100 hari pertama pemerintahan dengan mayoritas, dengan setiap menteri senior di pemerintahan Farage membuat dan menunaikan satu komitmen yang jelas.
Namun, Mason menempatkan keraguan pada titik yang lebih praktis: jika Farage meyakini bahwa banyak institusi berusaha menghambat mereka, maka bagaimana janji-janji itu dapat diterjemahkan menjadi hasil nyata. Mason juga menyinggung konteks kemenangan tak lazim dalam pemilihan sela, tetapi tidak merinci detail lebih jauh selain pertanyaan tentang dampaknya bagi posisi Farage.
Pada akhirnya, konferensi Reform UK menjadi panggung dua sisi sekaligus: pertumbuhan kekuatan di berbagai level pemerintahan, dan tekanan politik yang datang dari persoalan donasi serta rangkaian penyelidikan. Bagi Farage, pertanyaan paling menentukan bukan hanya bagaimana ia menangkap sorotan, tetapi bagaimana partai mengatur nada dan strategi saat ruang publik makin penuh pertanyaan—dan ketika lawan-lawan mereka terlihat semakin aktif.












