Politik & Parlemen

Farage kepada BBC: ‘complainants’ society’ dan penolakan agar ‘new kids on the block succeeding’

×

Farage kepada BBC: ‘complainants’ society’ dan penolakan agar ‘new kids on the block succeeding’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Reform up against 'complainants' society', Nigel Farage tells BBC

jurnalistik.co.id – Nigel Farage menyampaikan kepada BBC bahwa Inggris sedang bergerak menuju apa yang ia sebut sebagai “complainants’ society”. Pernyataan itu muncul saat ia dan Partai Reform UK terus mendapat pertanyaan lanjutan terkait pendanaan partai.

Farage mengatakan bahwa ada “whole ecosystem” yang, menurutnya, tidak ingin “new kids on the block succeeding”. Ia menilai dinamika politik yang berkembang membuat pihak mapan melakukan perlawanan secara terkoordinasi.

Menurut Farage, musim panas ini dibanjiri pemberitaan mengenai keuangan Reform, termasuk kabar tentang dana sebesar ÂŁ5m yang ia terima dari seorang pendukung sebelum pemilihan terakhir. Ia menyebut ÂŁ5m tersebut berasal dari Christopher Harborne, investor kripto asal Inggris yang berbasis di Thailand dan dikenal sebagai donatur utama Reform.

Dalam wawancara itu, Farage juga mengarah pada investigasi parlemen yang sedang berjalan. Ia mengatakan ia mengharapkan “won’t be too long” sebelum dirinya diwawancarai sebagai bagian dari penyelidikan berkelanjutan mengenai apakah ia semestinya mengumumkan jumlah tersebut ketika terpilih sebagai anggota parlemen (MP).

Farage menjelaskan bahwa penyelidikan itu diluncurkan pada bulan Mei, namun sempat dihentikan ketika ia memicu pemilihan sela di kursinya di Clacton. Ia berharap prosesnya “move a bit faster” setelah ia kembali terpilih menjadi anggota parlemen.

Komisioner standar parlemen sedang memeriksa apakah Farage seharusnya mencantumkan dana itu saat menjadi MP di daftar minat keuangan yang ia publikasikan. Farage menyatakan ÂŁ5m tersebut merupakan hadiah pribadi sehingga, menurutnya, tidak perlu didaftarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia tetap menegaskan keyakinannya bahwa ia “nothing wrong”. Namun, Farage mengakui pada akhirnya penyelidikan akan menjadi “matter of interpretation” untuk diputuskan dalam proses tersebut.

Ketika ditanya mengenai pertanyaan pendanaan yang membayangi Reform sejak masa reses musim panas, Farage menjelaskan bahwa ia melihat masyarakat bekerja dengan logika pengaduan. Ia menyatakan, “The point is, we live in a complainants’ society. If you complain about me, automatically that triggers an investigation.” Ia juga mengatakan partai politik “constantly writing to all the authorities”, sehingga—menurutnya—Reform berada dalam penyelidikan hampir setiap hari untuk hampir setiap hal yang dilakukan.

Perlawanan sistem lama dan peluang Reform

Farage menggambarkan “big picture” bahwa sistem politik dua partai yang mendominasi sejak akhir Perang Dunia Pertama kini menghadapi ancaman eksistensial untuk pertama kalinya. Ia menyebut ada “a whole ecosystem with a century of development around this” dan menempatkan Reform sebagai kekuatan baru yang dianggap mengganggu keseimbangan tersebut.

Menurut Farage, “So I think what you’re seeing is the establishment, in a very co-ordinated way, fighting back.” Ia kemudian merinci maksudnya dengan menyebut perilaku manusia yang “normal”, yakni orang-orang yang memegang posisi kekuasaan, pengaruh, dan uang tidak ingin “new kids on the block succeeding”.

Sambil menyinggung posisi elektoral Reform, Farage mengatakan Reform “down a bit” dalam peringkat jajak pendapat dibanding tahun 2025. Ia menyebut partainya gagal memenangkan pemilihan sela tahun ini, termasuk Gorton, Denton, dan Makerfield, yang berujung pada kembalinya Andy Burnham sebagai MP sebelum ia memulai perannya sebagai pemimpin Labour.

Meski demikian, Farage menilai arah pergerakan politik tidak selalu bergerak lurus, dengan mengatakan “markets don’t move in straight lines”. Ia menegaskan Reform tetap punya “every chance” untuk memenangkan pemilihan umum berikutnya yang jatuh tempo pada 2029.

Ia juga menyatakan Reform terus mencari figur “outside of the political sphere” untuk mengisi posisi frontbench. Farage menambahkan hal itu terkait rangkaian penunjukan pada awal tahun ini untuk jabatan-jabatan senior di dalam partai.

Farage mengaitkan strategi itu dengan perkiraan bahwa ada pemilihan yang “forced on the government” pada musim semi berikutnya, didorong oleh pasar di tengah meningkatnya biaya pinjaman pemerintah. Ia menyebut konferensi Reform sebagai momen untuk merinci “fundamental changes” yang ingin dilakukan dalam 100 hari setelah memenangkan kekuasaan, sambil menekankan bahwa pemilih lebih tertarik pada siapa yang “actually going to deliver” ketimbang detail kebijakan individual.