Peristiwa

Janda petani Bala, Margaret Owen: pekerja tambak slurry menghadapi tekanan, kematian di peternakan Inggris meningkat

×

Janda petani Bala, Margaret Owen: pekerja tambak slurry menghadapi tekanan, kematian di peternakan Inggris meningkat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wife of Bala farmer who fell into slurry pit says workers face stress

jurnalistik.co.id – Margaret Owen, janda dari seorang petani di Bala yang meninggal setelah jatuh ke lubang slurry, berbicara mengenai tekanan yang kini dirasakan pekerja tambak dan peternakan. Menurutnya, pengalaman keluarganya membuat dampak serupa terasa kembali ketika muncul laporan kematian dengan kondisi yang sama dalam waktu dekat.

Margaret mengatakan, ia kembali dihantui dampak kematian sang suami, Islwyn, setelah mendengar kabar ayah dan anak yang juga meninggal dalam keadaan serupa. “things are getting worse and worse”, ujarnya, menggambarkan rasa yang muncul ketika angka kematian pekerja di sektor pertanian terus naik.

Ia menyebut Islwyn sempat khawatir dengan cuaca buruk dan aturan baru terkait penyebaran slurry. Islwyn mengalami kecelakaan di peternakannya di Bala, Gwynedd, pada 2024, saat ia jatuh dari lokasi kerja dan tidak berhasil selamat.

Hasil data terbaru dari Health and Safety Executive (HSE) menunjukkan 22 pekerja meninggal di lahan pertanian Inggris pada periode 2025–26. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi dalam satu dekade, sekaligus menempatkan sektor pertanian pada sorotan yang semakin berat.

Temuan penyelidikan kematian Islwyn

Dalam pemeriksaan inquest, terungkap bahwa Islwyn jatuh ke lubang slurry setelah memanjat tembok pendek untuk menyesuaikan beberapa mesin di peternakan Cefn Bodig, Llanycil, dekat Bala. Ia mengalami sesak napas (asphyxia) sekaligus cedera serius pada lengan kanan dan bagian dada akibat mesin tersebut.

Margaret menjelaskan bahwa jenazahnya ditemukan tetangga sekitar 90 menit setelah Islwyn dilaporkan hilang pada malam 4 September 2024. Islwyn dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, dan kematiannya diputuskan sebagai kecelakaan.

Ia juga menekankan bahwa Islwyn dikenal sangat berhati-hati saat bekerja. Margaret menyatakan suaminya termasuk “so careful”, dan selalu memakai helm ketika menjalankan aktivitas pertanian.

Meski demikian, Margaret mengatakan tekanan tetap hadir, walau tidak disebut sebagai penyebab langsung kematian Islwyn. Menurutnya, kombinasi cuaca buruk dan aturan pemerintah Wales yang membatasi penyebaran slurry ikut menambah beban.

Margaret mengatakan pemerintah Wales melarang petani menyebarkan slurry pada periode pertengahan Oktober hingga Januari. Ia menilai kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya melindungi sungai, dan setelah Plaid Cymru berkuasa, Menteri Lingkungan Wales Llyr Gruffydd menyatakan ingin mengubah larangan tersebut.

Cuaca, aturan, dan situasi kerja yang menekan

Margaret menggambarkan suasana kerja yang ia anggap “quite a stressful situation”. Ia mengatakan cuaca sedang basah, sementara ada masalah dalam proses mencampur slurry dan mengosongkan slurry sebelum ternak masuk ke area kandang.

Ia menyampaikan, “The weather had been wet and there was a problem with mixing the slurry and emptying the slurry before the cattle came in – it was quite a stressful situation,”. Dalam pandangannya, tekanan seperti ini membuat petani pada umumnya berada dalam kondisi stres yang besar.

Ia menuturkan, ketika ia mendengar kabar kematian ayah dan anak dengan kejadian serupa, perasaannya langsung berbalik ke momen yang pernah dialaminya. Ia menyebut dua korban, Alan Ford (72) dan putranya Rick (42), meninggal setelah jatuh ke tangki slurry industri di sebuah peternakan di Chester pada 26 Agustus.

Data HSE juga menunjukkan bahwa 22 kematian pekerja pertanian di Wales, Inggris, dan Skotlandia pada 2025–26 merupakan angka tertinggi dalam satu dekade. Jumlah tersebut berada di urutan kedua setelah sektor konstruksi yang mencatat 27 kematian, menurut HSE.

Namun, Margaret menyoroti bahwa jika dilihat dari rasio, kematian di sektor pertanian memiliki tingkat yang jauh lebih tinggi. Ia menyebut laju kematian di pertanian “seven times higher per 100,000 workers” serta “21 times more likely than the all-industry average”.

Margaret kemudian menggambarkan rasa takut yang muncul ketika melihat pola kematian yang berulang di sekitar tempatnya. Ia berkata, “It seems that things are getting worse and worse”, lalu menambahkan, “four [people] within four miles of here have died in recent years – it’s scary isn’t it?”.

Ia juga mengingat sikap sang suami dalam menjalani pekerjaan. Margaret mengatakan, “Islwyn was so careful – one of those rare farmers who wore a helmet,”. Ia menambahkan bahwa Islwyn sadar akan bahaya pekerjaan pertanian, dan ia sendiri berkali-kali mengingatkan, “I kept saying ‘be careful’.”

Proses pulih dan perubahan besar di rumah tangga

Margaret menyatakan ia sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres pada hari Islwyn meninggal. Ia mengatakan Islwyn tidak pernah terlambat makan malam, namun kali itu berubah, membuatnya terpaksa menghadapi kenyataan yang sulit.

Ia menyebut jenis kematian itu “hard to accept”. Setelah kejadian tersebut, ia harus menjual sebagian stok pertanian mereka dan mengatur agar petani lain menyewa sebagian besar lahan.

Margaret menceritakan bahwa selama lebih dari setahun, ia menangis setiap hari dan merasa seolah kondisi itu akan berlangsung selamanya. Ia kemudian mengatakan, “For over a year I had tears coming every day, and I thought I’m going to be like this forever. But it’s getting easier,”.

Ia memilih tetap tinggal di Llanycil dan berusaha fokus pada kenangan yang baik. Untuk menjaga diri tetap sibuk, ia menjalani hari-harinya dengan memelihara kuda, sembari perlahan menerima bahwa ia harus terus melanjutkan hidup.