Politik & Parlemen

Jokowi Beri Jempol untuk Prabowo Usai Pidato Kenegaraan di DPR

×

Jokowi Beri Jempol untuk Prabowo Usai Pidato Kenegaraan di DPR

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Momen Jokowi Beri Jempol ke Prabowo Usai Pidato Kenegaraan di DPR

jurnalistik.co.id – Presiden Joko Widodo memberikan gestur jempol kepada Presiden Prabowo Subianto setelah menyelesaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Peristiwa itu berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026. Momen hangat tersebut muncul ketika Prabowo menuntaskan pidatonya di ruang sidang dan mulai menyalami sejumlah tokoh yang hadir.

Setelah Prabowo selesai membacakan pidato kenegaraan, ia turun dari mimbar dan berkeliling untuk menyapa. Di bagian rangkaian pertemuan itu, Jokowi dan Prabowo saling menunjukkan penghormatan terlebih dahulu.

Jokowi terlihat menyapa Prabowo dengan jabatan tangan sambil tetap menampilkan senyum. Gestur tersebut menjadi penanda kedekatan suasana di tengah agenda kenegaraan.

Usai proses saling memberi hormat dan bersalaman berlangsung, Jokowi kemudian memberikan gestur jempol. Gestur jempol itu terlihat sebagai respons spontan yang terekam pada momen kepulangan dari podium dan pergerakan para undangan.

Di sela pertemuan tersebut, Prabowo juga melakukan jabat tangan kepada ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah. Syarif Fitriansyah berada di sisi Prabowo selama rangkaian penyalaman setelah pidato.

Selain Jokowi, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono turut memberikan gestur jempol ketika menyalami Prabowo usai pidato kenegaraan. Kehadiran Boediono dalam rangkaian sapaan tersebut menambah nuansa kebersamaan suasana acara di DPR.

Rangkaian sapaan usai pidato

Dalam pantauan, pertemuan Jokowi dan Prabowo tidak hanya berhenti pada formalitas ketika bertemu. Interaksi lanjutan berupa jabatan tangan dan gestur jempol menjadi bagian dari komunikasi nonverbal yang terlihat jelas.

Ketika Prabowo berkeliling menyalami tokoh-tokoh yang ada, Jokowi tampak mengikuti momen tersebut dari sisi kerumunan. Setelah kedua presiden saling menyapa, Jokowi memberikan gestur jempol tepat saat Prabowo berada dalam proses turun dan berpindah posisi.

Gestur itu kemudian menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dalam rangkaian pertemuan setelah pidato kenegaraan. Pada saat yang bersamaan, sapaan Prabowo juga melibatkan pihak-pihak di sekitarnya, termasuk ajudan Jokowi.

Dengan demikian, momen gestur jempol Jokowi kepada Prabowo hadir sebagai kilasan suasana hangat dalam agenda resmi di DPR. Interaksi singkat tersebut terhubung langsung dengan alur acara setelah pidato selesai dibacakan.

Bagi para hadirin, momen seperti ini kerap menjadi penanda bahwa agenda kenegaraan di DPR tidak semata berlangsung dalam format formal, tetapi juga menghadirkan momen-momen personal di tengah rangkaian pertemuan. Gestur jempol Jokowi kepada Prabowo pada 14 Agustus 2026 menjadi salah satu fragmen yang terekam dari rangkaian penyalaman usai pidato kenegaraan.

Selain itu, sapaan yang melibatkan AKBP Syarif Fitriansyah serta gestur jempol Boediono menegaskan bahwa setelah pidato kenegaraan, kegiatan beralih pada serangkaian salam dan respons antar-tokoh. Semua berlangsung dalam lokasi yang sama, yakni Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada hari itu juga.

Secara keseluruhan, adegan setelah pidato kenegaraan itu memperlihatkan transisi dari tahap formal di ruang sidang menuju sesi penyalaman. Saat Prabowo turun dari mimbar dan mulai menyapa, Jokowi berada di dekat rangkaian tokoh yang mendekat, sehingga respons mereka tampak selaras.

Dalam rangkaian saling hormat tersebut, jabat tangan tidak berdiri sendiri, melainkan diiringi isyarat tubuh yang langsung terbaca. Jokowi yang tetap tersenyum ketika bersalaman memberi penekanan pada kesan hangat, sementara gestur jempol muncul sebagai tanda respons spontan pada momen pergerakan setelah pidato.

Yang ikut menegaskan suasana kebersamaan adalah keterlibatan pihak-pihak di sekeliling kedua presiden. Selain AKBP Syarif Fitriansyah yang hadir di sisi Prabowo selama proses penyalaman, Boediono juga turut memberi gestur jempol ketika menyapa Prabowo, sehingga interaksi setelah pidato terasa lebih kompak dalam satu konteks tempat dan waktu yang sama.