jurnalistik.co.id – Lord Wormald menerima kompensasi hampir £860.000 setelah dipaksa keluar dari jabatannya oleh Sir Keir Starmer. Pengumuman dan rincian pembayaran ini muncul dari keterangan akun resmi pemerintah yang menyebut skema kompensasi bersifat kontraktual sekaligus pemutusan hubungan kerja tambahan.
Wormald yang merupakan tokoh sipil senior keluar dari peran sebagai sekretaris kabinet dan kepala Civil Service pada Februari melalui “mutual agreement”. Keputusan tersebut ditempuh setelah berbulan-bulan pemberitaan media yang menggambarkan ketidakpuasan Downing Street terhadap kinerjanya.
Menurut catatan akun Kantor Kabinet, terdapat “contractual compensation” sebesar £332.897 dan “additional severance” senilai £526.598. Dengan struktur tersebut, total pembayaran yang dipaparkan berujung pada angka yang diperkirakan mendekati £860.000.
BBC melaporkan bahwa besar paket kompensasi itu dipahami juga berkaitan dengan perlunya menutup kontribusi pensiun Wormald. Perubahan status kepegawaian yang terjadi karena ia disingkirkan dinilai memotong kariernya di Civil Service lebih cepat dari rencana semula.
Selain itu, Wormald juga dikompensasi untuk masa tunggu yang bersifat wajib setelah ia meninggalkan pemerintahan. Dalam konteks jabatan sekretaris kabinet, Wormald sebelumnya memiliki akses rutin terhadap informasi sensitif yang berkaitan dengan keamanan nasional, kebijakan luar negeri, serta kondisi perekonomian Inggris.
Untuk periode 1 April 2025 hingga 13 Februari, akun resmi mencatat gaji Wormald berada di kisaran £210.000 sampai £215.000. Jika dihitung untuk tahun berjalan, total penghasilannya disebut menembus lebih dari £1 juta.
Kantor Kabinet menyampaikan bahwa mereka tidak memberikan komentar mengenai urusan sumber daya manusia. Namun juru bicara menyebut adanya arahan menteri dari perdana menteri saat itu untuk melanjutkan pembayaran kepada mantan sekretaris kabinet, serta menyatakan bahwa pertukaran surat-menyuratnya merupakan bagian dari catatan publik.
Berita Terkait
Dokumen akun juga mencatat bahwa Sir Keir memberi otorisasi terhadap “special severance package” pada 16 Februari. Pada catatan internal yang menyertai akun tersebut, disebutkan Wormald memilih pembayaran pensiun lebih awal.
Catatan itu menambahkan bahwa sebagian besar dari total uang pesangon dimanfaatkan agar ia dapat mengakses nilai penuh pensiun yang seharusnya diperoleh pada usia pensiun normal. Dengan kata lain, nilainya tidak dikurangi karena keputusan menerima pembayaran lebih awal.
BBC menyatakan telah menghubungi Lord Wormald dan Sir Keir Starmer untuk mendapatkan komentar. Hingga laporan ini diturunkan, respons publik dari dua pihak tersebut belum dipaparkan dalam kutipan yang sama.
Sejumlah penilaian politis juga muncul dari pihak oposisi. Alex Burghart, menteri bayangan Kantor Kabinet dari Konservatif, menyebut pembayaran tersebut sebagai pemborosan uang pembayar pajak, seraya mengaitkannya dengan kebijakan pemecatan terhadap sejumlah pejabat sipil dan penasihat yang dilakukan Starmer.
Secara kelembagaan, jabatan kepala Civil Service berada sangat dekat dengan perdana menteri. Dalam rapat-rapat kabinet, yang biasanya berlangsung mingguan ketika Parlemen bersidang, pejabat top itu duduk di samping perdana menteri dan bertanggung jawab memastikan keputusan kebijakan dijalankan, sekaligus menjadi penanggung jawab atas seluruh Civil Service di Inggris Raya.
Ketika Wormald diangkat pada Desember 2024, Starmer menggambarkan tugasnya sebagai upaya “complete re-wiring of the British state” untuk menghadirkan reformasi jangka panjang yang berani dan ambisius. Namun, dalam prosesnya, sejumlah pihak mempertanyakan apakah Wormald merupakan kandidat terbaik untuk melakukan pembaruan pada Civil Service.
Wormald kemudian digantikan pada Februari, yang membuat masa jabatannya menjadi yang terpendek dalam sejarah jabatan sekretaris kabinet. Dari sisi serikat, FDA Union menanggapi kepergiannya dengan mengkritik “anonymous briefings” yang diarahkan kepadanya dan menyebut perlakuan terhadapnya sebagai titik terendah baru bagi pemerintah serta cara hubungan mereka dengan Civil Service.
Posisi Wormald selanjutnya diambil alih oleh Dame Antonia Romeo. Setelah diganti, Wormald juga disebut memperoleh kursi di House of Lords sebagai seorang peer lintas-bangku (independent crossbench) dalam salah satu tindakan terakhir Starmer saat masih menjabat perdana menteri, dan ia dijadwalkan untuk secara resmi mulai menjalankan kursinya pada Kamis.












