Bisnis & Ekonomi

Rasa Bebas Cemas saat Blind Buy Parfum di Blibli House of Scent

0
×

Rasa Bebas Cemas saat Blind Buy Parfum di Blibli House of Scent

Sebarkan artikel ini
Bebas Cemas Saat Blind Buy Parfum di Blibli House of Scent Lifestyle 12 Juni 2026
Ilustrasi: Bebas Cemas Saat Blind Buy Parfum di Blibli House of Scent

jurnalistik.co.id – Penggunaan parfum saat ini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai pelengkap penampilan sehari-hari. Bagi banyak orang, aroma menjadi cara untuk mengekspresikan karakter, suasana hati, serta identitas diri.

Dalam pencarian aroma yang benar-benar sesuai, sebagian orang menggambarkan proses menemukan signature scent sebagai perjalanan yang personal dan unik. Namun, tren belanja daring membawa persoalan tersendiri, terutama saat parfum dibeli tanpa dicium terlebih dulu.

Blind buy—membeli parfum online tanpa mencoba aromanya—sering kali meninggalkan kecemasan, karena hasil yang diterima dikhawatirkan meleset dari ekspektasi awal. Kekhawatiran tersebut muncul pada sejumlah pelanggan yang merasa ragu dengan pilihan yang belum teruji.

Menjawab kegelisahan itu, Blibli secara resmi menghadirkan Blibli House of Scent. Inisiatif ini diperkenalkan melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (11/6/2026).

“Memilih parfum adalah perjalanan personal. Melalui Blibli House of Scent, kami ingin mengubah keraguan saat blind buy menjadi pengalaman eksplorasi diri yang menyenangkan,” ungkap VP of Health & Beauty Blibli, Priscilia Cynthia, dalam keterangan tertulis tersebut.

Blibli House of Scent dipaparkan sebagai curated hub yang dirancang untuk mengubah kecemasan saat blind buy menjadi pengalaman eksplorasi yang menyenangkan. Bukan sekadar destinasi belanja daring biasa, inisiatif ini mengedepankan kurasi yang membantu pelanggan menemukan pilihan yang lebih selaras.

Priscilia menyebut bahwa kurasi parfum lokal yang ditawarkan disusun agar pelanggan tidak lagi kebingungan saat memilih. Menurutnya, setiap orang dapat menemukan aroma yang merepresentasikan jati diri mereka melalui susunan kurasi yang lebih terarah.

“Dengan kurasi parfum lokal yang disusun berdasarkan mood, aktivitas, dan preferensi gaya hidup, kami memastikan setiap orang dapat menemukan aroma yang benar-benar merepresentasikan jati diri mereka,” ujar dia.

Dalam kerangka tersebut, kurasi diarahkan pada kebutuhan saat menjalani rutinitas yang dinamis. Inisiatif ini dibangun dengan harapan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri wewangian di Indonesia.

Sejalan dengan itu, artikel juga menyinggung proyeksi Statista tahun 2026. Pasar parfum nasional diperkirakan terus bertumbuh secara signifikan hingga mencapai 620 ribu dollar AS pada tahun 2031.

Pertumbuhan yang disebut didorong oleh kemudahan aksesibilitas melalui platform e-commerce. Bersamaan dengan meningkatnya akses tersebut, bermunculan fragrance artisan lokal yang disebut mampu menghadirkan karya wewangian berkualitas tinggi, termasuk ketahanan aroma yang bisa bersaing secara kompetitif di kancah internasional.

Blibli House of Scent kemudian mengaitkan kurasi dengan aktivitas dan kepribadian pengguna, sehingga pilihan parfum diposisikan mengikuti ritme keseharian. Pada bagian ini, disebutkan pula contoh karakter aroma yang dapat dipilih sesuai momen.

Aroma citrus yang menyegarkan disebut cocok untuk memulai pagi yang produktif. Selanjutnya, ada sentuhan floral-musky yang dipakai untuk momen kebersamaan.

Untuk kebutuhan meningkatkan kepercayaan diri, artikel menyebut karakter woody hangat yang dapat digunakan saat menjalani rapat penting. Saat beralih ke suasana malam hari, pilihan juga diarahkan pada aroma eksotis bernuansa amber yang memancarkan kesan memikat.

Dengan susunan kurasi seperti itu, pengguna diarahkan untuk menjadikan aroma sebagai bagian dari cara menampilkan diri. Dari perspektif pengalaman belanja, pelanggan diharapkan dapat mengecilkan ruang keraguan yang biasanya muncul ketika melakukan blind buy.

Melalui Blibli House of Scent, proses memilih parfum tidak diletakkan semata-mata pada tebakan. Priscilia menekankan bahwa kurasi berdasarkan mood, aktivitas, dan preferensi gaya hidup dimaksudkan agar pelanggan menemukan aroma yang merepresentasikan jati diri mereka.

Di tengah meningkatnya pergeseran perilaku belanja, inisiatif ini juga ditempatkan sebagai bentuk dukungan pada industri wewangian lokal. Target besarnya adalah menjadikan penemuan aroma sebagai eksplorasi yang menyenangkan, sekaligus membantu pertumbuhan sektor parfum di Indonesia.