jurnalistik.co.id – Harga XRP pada Selasa, 28 Juli 2026, bergerak melemah tajam seiring tekanan jual yang terus menguat. Dalam pergerakan harian, koin ini mencatat penurunan signifikan dan membuat pasar masuk ke fase koreksi.
Kutipan dari CoinMarketCap menunjukkan, pada Selasa 28 Juli 2026 pukul 07.19 WIB, harga XRP turun 4,47 persen dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini menegaskan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi sesaat, tetapi berlangsung sepanjang periode evaluasi harian.
Dalam rentang waktu yang lebih pendek, pergerakan juga masih menunjukkan tekanan. XRP turun 0,62 persen dalam satu jam terakhir, memperlihatkan adanya dinamika jual yang tetap dominan di awal sesi.
Jika dilihat dari cakupan yang lebih panjang, XRP juga menunjukkan tren negatif. Dalam sepekan terakhir, harga XRP turun 5,13 persen dan berada di angka 1,05 dollar AS (setara Rp 18.957 dengan kurs Rp 18.009).
Selain perubahan harga, rerata pergerakan 24 jam juga ikut memperkuat gambaran pelemahan. XRP mencatat rerata penurunan sebesar 4,71 persen pada periode 24 jam, sehingga deviasi harian tidak hanya bergantung pada satu titik perubahan.
Dari sisi ukuran pasar, kapitalisasi XRP saat ini mencapai 66,05 miliar dollar AS (setara Rp 1,19 kuadriliun). Angka ini menggambarkan skala nilai aset yang ikut terdampak ketika harga bergerak turun.
Perbandingan dengan penutupan awal pekan memperlihatkan perubahan yang lebih tajam. Pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 21.45 WIB, XRP masih berada di level 1,08 dollar AS.
Pagi ini, pergerakan kemudian terus berlanjut ke level yang lebih rendah. Harga XRP disebut “terus jeblok” menuju 1,05 dollar AS, dengan kondisi yang disebut berpotensi bearish.
Berita Terkait
Dalam laporan yang sama, disebutkan tekanan jual dalam 24 jam turun 4,28 persen menjadi 1,06 dollar AS. Perubahan ini dinilai lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang juga melemah.
Faktor yang disebut mendorong penurunan tersebut berasal dari aktivitas transaksi dalam jumlah besar. Pelemahan dihubungkan dengan transfer besar-besaran oleh para “whale”, yakni pemegang aset kripto dalam jumlah besar, yang memicu tekanan jual.
Tekanan jual tersebut tidak berdiri sendiri. Disebutkan pula bahwa pelemahan altcoin secara lebih luas terjadi di tengah sentimen pasar yang menghindari risiko, sehingga ruang beli menjadi lebih terbatas.
Selain sentimen, aspek teknikal juga disebut berperan dalam koreksi. Dalam uraian tersebut, ada penyebutan penembusan teknis di bawah level support 1,10 dollar AS sebagai pemicu lanjutan untuk kondisi bearish.
Dengan adanya penembusan level support, pergerakan harga menjadi lebih rentan terhadap kelanjutan penjualan. Pada titik ini, pasar terlihat merespons cepat setiap perubahan nilai di bawah area yang sebelumnya menjadi pijakan pergerakan.
Untuk investor, rangkaian angka dalam pemberitaan menunjukkan pola pelemahan yang bertahap namun konsisten. Dari level 1,08 dollar AS pada Senin malam ke 1,05 dollar AS pada Selasa pagi, pergeseran ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
Turunnya harga juga tercermin pada perhitungan rerata 24 jam yang mencapai 4,71 persen. Artinya, penurunan yang terjadi tidak hanya muncul pada satu momen, melainkan mewakili pergeseran harga selama periode harian yang dinilai.
Kondisi ini membuat tekanan jual tampak masih dominan di awal sesi. Penurunan 0,62 persen dalam satu jam terakhir menjadi indikator bahwa jualan masih menemukan momentum ketika waktu berjalan.
Secara keseluruhan, laporan mengarah pada satu kesimpulan utama, yakni XRP sedang berada dalam fase koreksi yang dipengaruhi tekanan jual. Faktor whale, sentimen pasar yang menghindari risiko, serta penembusan teknis di bawah support 1,10 dollar AS disebut sebagai elemen yang membentuk arah pelemahan tersebut.












