Olahraga

Paolo Maldini Turun Tangan, FIGC Rayu Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia

×

Paolo Maldini Turun Tangan, FIGC Rayu Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Paolo Maldini Turun Tangan, FIGC Rayu Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia

jurnalistik.co.id – Rumor soal arah karier Pep Guardiola kembali menghangat setelah FIGC dikabarkan tengah serius merayu sang pelatih untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia.

Upaya itu disebut melibatkan sosok kunci di tubuh federasi. Paolo Maldini, yang kini menjabat sebagai direktur teknis FIGC, dilaporkan turun langsung bersama penasihat khususnya, Leonardo, untuk membahas kemungkinan tersebut.

Menurut laporan Sky Italia, pembicaraan dilakukan secara intensif di luar wilayah Italia, tepatnya di Barcelona, dan berlangsung selama tiga hari.

Dalam skenario ini, Guardiola yang baru-baru ini mencatat rentetan kesuksesan bersama klub-klub di Spanyol, Jerman, dan Inggris menjadi sorotan karena dianggap memiliki peluang untuk berpindah ke tantangan yang berbeda.

Langkah FIGC juga tidak hanya bersifat formal. Pendekatan yang dilakukan secara tatap muka menunjukkan federasi sedang berusaha meyakinkan Guardiola agar menukangi skuad nasional mereka.

Daftar nama pelatih pengganti sebenarnya telah diisi beberapa kandidat lain, termasuk nama-nama lokal seperti Roberto Mancini dan Andrea Pirlo. Namun, jika kesepakatan dengan Guardiola benar-benar terwujud, Guardiola berpotensi mencetak catatan sejarah sebagai pelatih asing (non-Italia) kedua yang memimpin Timnas Italia sejak era 1960-an.

Menariknya, kedekatan Guardiola dengan kultur sepak bola Italia sering disebut jadi nilai tambahan. Pelatih berusia 55 tahun itu juga dikenal fasih berbahasa setempat dan pernah merumput di Serie A untuk Brescia serta AS Roma pada rentang 2001 hingga 2003.

Proyek jangka panjang jadi kunci

Situasi Timnas Italia saat ini memang membutuhkan nakhoda baru. Gennaro Gattuso telah mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan April setelah tim kalah pada adu penalti dari Bosnia-Herzegovina dalam final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kekalahan tersebut sekaligus menutup kenangan baik saat Italia mampu mengalahkan Inggris pada final Euro 2021. Dengan hasil di play-off tersebut, Italia juga gagal mentas di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara, sekaligus menjadi kegagalan ketiga secara beruntun.

Sebelum pendekatan kepada Guardiola menguat, ada asumsi bahwa biaya atau gaji yang tinggi akan menjadi penghalang utama. Akan tetapi, menurut laporan Sky Sport, masalah finansial bukanlah hambatan utama pasca pertemuan tatap muka yang terjadi.

Guardiola disebut lebih tertarik pada tawaran proyek empat tahun yang dinilai komprehensif untuk membangkitkan kembali martabat sepak bola negara tersebut.

Kedekatan emosional ikut dibawa dalam negosiasi

Selain rancangan kerja jangka panjang, faktor personal juga dikabarkan berperan. Dalam negosiasi ini, kedekatan emosional dengan skuad Azzurri disebut menjadi salah satu senjata yang ikut dipertimbangkan.

Dengan komunikasi FIGC yang melibatkan Maldini dan Leonardo serta rangkaian diskusi selama tiga hari di Barcelona, peluang transisi Guardiola ke level nasional tampak mulai memiliki bentuk yang lebih konkret. Kini, perhatian mengarah pada apakah rencana FIGC tersebut bisa diterjemahkan menjadi kesepakatan yang nyata atau tetap sebatas wacana kandidat.

Rentetan proses yang digambarkan dari pertemuan tatap muka ini menunjukkan FIGC ingin menjaga dinamika negosiasi tetap terarah dan tidak liar di ruang publik. Ketika diskusi dipusatkan di Barcelona selama beberapa hari di luar Italia, kesan yang muncul adalah adanya upaya menyusun detail yang lebih konkret, baik dari sisi gagasan sepak bola maupun arah kerja yang ingin dibangun untuk jangka waktu panjang.

Guardiola sendiri dipotret sebagai sosok yang dinilai mampu membawa perubahan melalui karakter proyek yang jelas. Setelah rentetan keberhasilan yang ia tuai bersama klub-klub di Spanyol, Jerman, dan Inggris, pendekatan FIGC yang mengusung skema empat tahun terdengar selaras dengan tipologi kerja pelatih yang cenderung menata fondasi lebih dulu sebelum menuai hasil. Di sisi lain, isu biaya juga disebut tidak menjadi hambatan utama pasca pertemuan, sehingga pembahasan kemudian bergeser ke substansi tawaran dan kesesuaian visi.

Namun, percakapan yang sudah terjadi tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah kedekatan emosional yang disebut ikut dibawa dalam jalur negosiasi benar-benar cukup untuk mengunci kesepakatan, atau justru masih berhenti pada tahap wacana. Mengingat posisi Timnas Italia juga sedang mencari pengganti setelah Gennaro Gattuso mundur pada April, setiap keputusan akan menentukan apakah arah baru yang diharapkan bisa segera diwujudkan, termasuk potensi Guardiola mencatat sejarah sebagai pelatih asing non-Italia kedua yang memimpin Timnas Italia sejak era 1960-an.