jurnalistik.co.id – Menjelang laga Spanyol vs Arab Saudi pada matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026, Lamine Yamal menyampaikan penilaian yang masih hati-hati terkait kondisi fisiknya. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026) pukul 23.00 WIB di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Dalam komentar jelang pertandingan, penyerang Barcelona tersebut menegaskan bahwa ia merasa baik-baik saja dan sehat. Namun, Yamal menilai situasinya belum berada pada tahap yang tepat untuk dipaksakan langsung tampil selama waktu penuh.
Yamal juga menanggapi kemungkinan perannya, termasuk skenario jika ia diturunkan sebagai starter. Menurutnya, meski kondisi fisiknya dinilai membaik, masih ada pertimbangan mengenai apakah ia sanggup menjalankan durasi seperti yang dibayangkan ketika memulai pertandingan sejak awal.
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, sebelumnya memberi sinyal bahwa kondisi Yamal sudah meningkat. Pada laga sebelumnya yang menjadi acuan, de la Fuente memilih untuk memasukkan Yamal dari bangku cadangan pada menit ke-71, menggantikan Gavi.
Langkah itu menjadi bagian dari pendekatan bertahap yang juga terlihat dari cara Yamal memandang proses pemulihan dan kesiapan untuk bermain. Pemain asal Barcelona tersebut menyebut bahwa ia masih berada pada fase adaptasi setelah belum lama sembuh dari cedera hamstring.
Yamal: masih terlalu dini untuk bermain 90 menit
Dalam komentar terbarunya, Yamal menyatakan bahwa ia merasa sehat, tetapi tetap menganggapnya terlalu dini untuk ditarik sebagai opsi yang langsung dimainkan penuh. “Saya baik-baik saja, saya merasa sehat, tetapi masih terlalu dini,” kata Yamal kepada RTVE, sebagaimana dikutip dari Toronto Star.
Yamal menambahkan bahwa ia tidak ingin mengambil risiko hanya untuk memenuhi ekspektasi durasi. “Tidak perlu (mengambil risiko). Saya sedang menjalani proses adaptasi, belum saatnya untuk bermain pertandingan penuh,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa rencana bermainnya tetap akan mengikuti keputusan pelatih. “Tetapi saya bisa bermain selama yang diinginkan pelatih,” ujar Yamal.
Pandangan tersebut sekaligus menjelaskan posisi Yamal dalam ritme pemulihan yang sedang dijalani. Karena ia baru kembali dari cedera hamstring, pemain tersebut memilih bersikap realistis tentang apa yang saat ini paling aman dan paling sesuai dengan kondisi tubuhnya.
Di sisi lain, Yamal juga menyebut bahwa pemulihan Nico Williams berlangsung lebih cepat dibanding dirinya. Ia menyatakan bahwa proses fisik rekannya bahkan bisa dibilang lebih baik.
“Secara fisik dia bahkan lebih baik dari saya,” jelas Yamal. Dengan begitu, Yamal menegaskan bahwa tim tidak sedang terburu-buru, tetapi melangkah perlahan sesuai kebutuhan pemulihan masing-masing.
“Kami tidak terburu-buru. Kami memiliki tim hebat dengan pemain-pemain top dan kami harus melangkah selangkah demi selangkah,” tambahnya. Kalimat itu sekaligus menggambarkan cara pandang Yamal terhadap strategi tim menjelang pertandingan.
Pelatih Luis de la Fuente, pada kesempatan terpisah, juga memberikan penjelasan mengenai waktu bermain ideal untuk kondisi Yamal saat ini. Meski Yamal tetap membuka kemungkinan untuk tampil, penekanan utamanya adalah penyesuaian durasi berdasarkan perkembangan kebugaran dan keputusan taktis dari pelatih.
Dengan demikian, jelang duel Spanyol vs Arab Saudi, Yamal memosisikan dirinya sebagai pemain yang sudah merasa sehat, tetapi masih membutuhkan tahapan agar siap menjalani intensitas pertandingan secara penuh. Pendekatan bertahap itu selaras dengan cara Spanyol sebelumnya menempatkannya dalam menit-menit tertentu, serta dengan respons Yamal yang menekankan adaptasi dan kehati-hatian.
Menjelang pertandingan ini, Yamal menegaskan bahwa ia ingin menjaga ritme pemulihan dengan cara yang paling sesuai untuk tubuhnya. Kebugaran yang dirasakannya tetap perlu diterjemahkan lewat menit bermain yang disetel pelatih, agar proses adaptasi tidak terganggu dan semua keputusan tetap realistis.












