jurnalistik.co.id – Proses kepindahan kiper timnas Cape Verde, Vozinha, menuju Colo-Colo masih berlarut. Padahal, klub raksasa Chile itu sudah lebih dulu memberi sinyal bahwa mereka tengah menyiapkan kedatangan sang penjaga gawang.
Namun hingga kini, status transfer tersebut belum memiliki titik terang. Vozinha belum tiba di Chile dan juga belum menandatangani kontrak resmi, sehingga kepastian soal masa depannya tetap menggantung.
Dalam situasi yang belum rampung itu, tawaran resmi juga datang dari Maroko. Renaissance Sportive Berkane (RS Berkane) disebut mengajukan penawaran untuk meminang Vozinha, yang membuat persaingan perekrutan semakin terbuka.
Jadwal kedatangan terlewat, kontrak belum ditandatangani
Secara awal, Vozinha direncanakan tiba di Chile pada Kamis (30/7/2026). Tetapi pemain tersebut tidak melakukan perjalanan sesuai jadwal dengan alasan persoalan pribadi.
Kendati pemberitaan menyebut ia berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama klub Portugal, GD Chaves, berakhir, proses menuju Colo-Colo tetap tidak langsung bergerak menuju tahap akhir. Sampai batas waktu yang masih berjalan, kontrak resmi belum ditandatangani, sehingga transfer itu belum dapat dinyatakan selesai.
Karena kondisi tersebut belum berwujud secara kontraktual, RS Berkane memperoleh ruang untuk ikut masuk dalam pertarungan. Penawaran resmi dari klub Maroko dinilai menjadi momentum yang dapat mengubah arah keputusan sang kiper.
Colo-Colo sudah mengumumkan, pesan selamat datang sudah dikirim
Berita Terkait
Colo-Colo sendiri sebelumnya telah menyampaikan bahwa Vozinha akan menjadi rekrutan baru mereka. Klub bahkan menyambut kedatangan pemain tersebut lewat kanal media sosial resmi.
Ketika proses transfer masih menunggu penyelesaian, Colo-Colo juga mengirimkan pesan yang menegaskan kesediaan menyambut Vozinha. Dalam unggahan tersebut, terdapat kalimat: “Selamat datang, Vozinha. Kami menunggumu di Estadio Monumental.”
Meski demikian, optimisme klub belum cukup untuk mengubah status di lapangan. Selama sang pemain belum berada di Chile dan belum meneken kontrak, masa depan Vozinha belum bisa dipastikan, baik apakah ia tetap mengikuti rencana awal bersama Colo-Colo atau justru memilih jalan berbeda akibat masuknya penawaran dari pihak lain.
Peran Bubista disebut bisa jadi faktor penentu
Di tengah persaingan yang muncul, salah satu hal yang dianggap relevan adalah hubungan kerja pelatih RS Berkane, Bubista, dengan Vozinha. Bubista diketahui menangani timnas Cape Verde pada Piala Dunia 2026, periode di mana Vozinha tampil bersama negara tersebut.
Kedekatan kerja yang terbentuk selama Vozinha membela tim nasional menjadi sorotan karena berpotensi menjadi nilai tambah untuk RS Berkane dalam upaya meyakinkan sang kiper. Dengan kata lain, bukan hanya tawaran klub yang dipertimbangkan, melainkan juga konteks kedekatan yang bisa memengaruhi kenyamanan dan arah pembinaan pemain.
Di sisi lain, Colo-Colo tetap memiliki alasan untuk berharap transfer dapat diselesaikan. Mereka sudah membangun narasi perekrutan sebelumnya, termasuk melalui pengumuman dan pesan langsung terkait kedatangan Vozinha ke Estadio Monumental.
Meski begitu, hingga proses penandatanganan belum terjadi, semua pihak masih berada dalam tahap menunggu keputusan. Kepindahan yang belum rampung ini membuat Vozinha berada di pusat ketidakpastian, sementara Colo-Colo menunggu kedatangan yang belum datang dan RS Berkane memanfaatkan celah persaingan lewat tawaran resminya.
Dengan situasi yang berkembang, kemungkinan besar langkah berikutnya akan ditentukan oleh respons akhir sang pemain terkait opsi yang tersedia. Untuk saat ini, transfer menuju Colo-Colo masih terbuka, tetapi bayang-bayang penawaran dari RS Berkane menunjukkan bahwa kepastian tidak bisa dianggap selesai sebelum kontrak resmi ditandatangani.












