jurnalistik.co.id – Film Spider-Man: Brand New Day membukukan pendapatan preview sebesar 72 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 1,30 triliun dari penayangan awal di pasar domestik Amerika Serikat.
Capaian itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk pendapatan preview sebuah film, sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang dicatat Avengers: Endgame (2019) sebesar 60 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,08 triliun.
Menurut Kepala Analisis Tren Pasar Rentrak Paul Dergarabedian, angka itu menunjukkan antusiasme penonton yang tidak biasa sejak awal.
“Antusiasme terhadap Spider-Man: Brand New Day sungguh luar biasa,” ujar Paul Dergarabedian.
“Film yang mampu meraup lebih dari 70 juta dollar AS dari penayangan awal merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menunjukkan besarnya minat penonton untuk kembali ke bioskop menyaksikan film terbaru Marvel,” katanya.
Penjualan tiket dipacu akses awal dan preview
Spider-Man terbaru yang kembali dibintangi Tom Holland memperoleh dorongan dari jadwal penayangan akses awal pada Rabu serta rangkaian preview pada Kamis malam.
Sejumlah analis memperkirakan film ini akan mengantongi sekitar 270 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 4,88 triliun pada akhir pekan pembukaan di Amerika Utara.
Beberapa pengamat bahkan menilai proyeksi tersebut masih berpotensi meningkat, tergantung respons penonton pada hari-hari awal.
Sebagai pembanding, Spider-Man: No Way Home mencatat pendapatan akhir pekan pembukaan sebesar 260 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,70 triliun pada 2021, dan hingga kini masih bertahan sebagai pembukaan terbesar kedua sepanjang sejarah.
Di sisi lain, Avengers: Endgame masih memegang rekor pembukaan tertinggi dengan pendapatan 357 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,45 triliun dalam tiga hari pertama penayangannya pada 2019.
Meskipun Brand New Day diprediksi bisa melampaui pencapaian No Way Home, pendapatan pembukaan film ini diyakini masih berada di bawah angka Endgame.
Dergarabedian menyebut pendapatan preview memang menjadi indikator kuat terkait besarnya minat penonton.
Namun, hasil akhir pekan pembukaan tetap dipengaruhi sejumlah faktor lain yang menyertai momentum awal.
FOMO turut mendorong lonjakan pada hari pertama
Di antara faktor yang ikut menentukan adalah kenaikan jumlah penonton pada hari pertama akibat fenomena fear of missing out (FOMO).
Dalam kasus Endgame, film itu kala itu mendapat tambahan jadwal tayang yang membuat layar beroperasi hampir 24 jam penuh.
Brand New Day, sebaliknya, tidak mendapatkan keuntungan serupa di lini IMAX karena sebagian besar alokasi justru diarahkan untuk penayangan film The Odyssey garapan Christopher Nolan.
Berita Terkait
Meski demikian, Spider-Man: Brand New Day tetap hadir dengan berbagai format premium untuk menjangkau preferensi penonton.
Film ini tersedia melalui ScreenX, 4DX, Dolby Cinema, HDR by Barco, serta auditorium premium milik jaringan bioskop AMC, Regal, dan Cinemark.
ScreenX dan 4DX menjadi mesin tambahan pendapatan
ScreenX mencatat penjualan tiket domestik sebesar 1,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 32,5 miliar pada Kamis.
Angka tersebut diperkirakan terus bertambah hingga mencapai 4 juta dollar AS atau sekitar Rp 72,3 miliar selama akhir pekan.
Adapun format 4DX telah menghasilkan sekitar 1,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 23,5 miliar, sebelum akhir pekan.
Proyeksinya meningkat menjadi 4,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 81,4 miliar hingga akhir pekan.
Rilis akhir Juli diharapkan mengangkat industri bioskop
Perilisan Spider-Man: Brand New Day pada penghujung Juli diperkirakan menjadi pendorong penting bagi industri bioskop Amerika Serikat menjelang bulan Agustus.
Agustus selama ini dikenal sebagai periode dengan performa box office yang relatif lemah dalam musim panas.
Hingga akhir pekan lalu, total pendapatan box office domestik sepanjang 2026 mencapai 5,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 101,24 triliun.
Angka tersebut masih sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19.
Meski begitu, khusus musim panas 2026, kesenjangan dengan 2019 mulai menyempit.
Pendapatan box office musim panas tahun ini mencapai 3,05 miliar dollar AS atau sekitar Rp 55,14 triliun.
Angka itu dibandingkan 3,36 miliar dollar AS atau sekitar Rp 60,74 triliun pada periode yang sama tahun 2019.
Dengan kondisi tersebut, industri perfilman berharap pendapatan akan terus naik seiring berlanjutnya masa tayang The Odyssey dan Spider-Man: Brand New Day.
Harapan itu juga ditopang agenda rilis film-film besar hingga akhir tahun.
Sejumlah judul yang disebut berpotensi menjaga momentum adalah The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, Dune: Part Three, serta Avengers: Doomsday.








