jurnalistik.co.id – Agnes Rahajeng membawa pesan budaya Indonesia ke panggung Miss Supranational 2026 melalui penampilan busana nasional pada sesi National Costume Competition. Puteri Indonesia Pariwisata 2026 itu tampil memukau dengan tema yang menautkan simbol tradisi dan harapan bagi kehidupan yang lebih berkelanjutan.
Kostum yang dikenakan Agnes berjudul “The Enchanted Harvest of Dewi Sri: Gemah Ripah Loh Jinawi – A Vision of a World that Thrives in Harmony”. Dalam konsep tersebut, Dewi Sri dijadikan rujukan utama karena dikenal dalam tradisi Jawa, Sunda, hingga Bali sebagai sosok dewi padi, kesuburan, dan kemakmuran.
Lewat pilihan tokoh dan gagasan itu, Agnes menampilkan busana bukan sekadar untuk tampil megah, melainkan juga sebagai cara menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Kostum nasionalnya diarahkan untuk menghadirkan pandangan bahwa perkembangan dapat berjalan selaras apabila manusia hidup berdampingan dengan lingkungan secara harmonis.
Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran dan harmoni
Agnes menjelaskan bahwa kostumnya mengangkat filosofi Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran, harapan, serta perlindungan. Ia juga menekankan makna pelestarian warisan alam Indonesia sebagai bagian dari kesinambungan nilai yang ingin dibawa ke ajang internasional.
Dalam kerangka konsep itu, kostum turut menggunakan ungkapan Jawa “Gemah Ripah Loh Jinawi”. Ungkapan tersebut dimaknai sebagai negeri yang subur, makmur, tenteram, dan berkecukupan, sekaligus menjadi landasan visual dan narasi di balik busana yang dikenakan.
Dengan tema tersebut, busana nasional Agnes menempatkan alam sebagai sumber kehidupan sekaligus simbol berkah. Hasil panen diposisikan sebagai wujud dari relasi yang baik antara manusia, tanah, dan siklus alam yang terjaga.
Detail rancangan yang memperkuat pesan
Berita Terkait
Secara visual, kostum karya Dibba Official memadukan elemen tradisional dengan sentuhan haute couture. Agnes mengenakan gaun putih berkilau yang memberi kesan lembut, seperti embun pagi, sekaligus menguatkan kesan awal yang menenangkan dan penuh harapan.
Pemilihan warna putih tidak hadir tanpa makna, karena diarahkan untuk melambangkan kemurnian dan kehidupan baru yang tumbuh dari alam. Pada bagian kepala, mahkota rancangan Rinaldy Yunardi tampil menonjol dengan dominasi warna emas, lengkap dengan ornamen yang menyerupai bulir padi.
Selain itu, busana juga dipertegas melalui kain batik dari Garuda Kencana Batik yang membalut bagian bawah. Kehadiran batik menjadi penanda bahwa warisan budaya Indonesia tetap menjadi elemen penting, bahkan saat karya tampil di panggung global.
Agnes melengkapi penampilannya dengan aksesori berbentuk rumpun padi berwarna emas. Aksesori tersebut diarahkan sebagai representasi hasil panen, kemakmuran, serta berkah yang diberikan alam kepada manusia, sekaligus menutup gagasan kostum yang ingin menyampaikan harmoni dan keberlimpahan.
Di sepanjang penampilannya, gagasan keberlanjutan itu terasa dibangun bertahap melalui peralihan kesan dari lembut ke megah. Kilau halus pada gaun putih menghadirkan nuansa tenang, sementara detail berkilau pada elemen dekoratif memberi kesan alam yang tidak hanya indah, tetapi juga bernilai dan perlu dirawat.
Mahkota dengan dominasi emas dan ornamen yang terinspirasi bulir padi mempertegas arah cerita kostum ke tema kemakmuran. Sentuhan warna hangat tersebut seolah menjadi penanda bahwa harapan dapat tumbuh ketika sumber kehidupan—tanah dan siklus alam—dibiarkan berjalan selaras.
Rancangan yang memadukan batik pada bagian bawah dengan sentuhan haute couture juga menegaskan jembatan antara tradisi dan panggung internasional. Motif batik tidak ditempatkan sebagai dekorasi tambahan, melainkan sebagai penguat identitas, sehingga pesan budaya tetap melekat saat kostum tampil dengan karakter busana modern.
Pada akhirnya, aksesori berbentuk rumpun padi berwarna emas menjadi penutup visual yang merangkum seluruh narasi. Hasil panen digambarkan sebagai wujud hubungan yang baik antara manusia dan alam, sekaligus menggarisbawahi pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya agar nilai tersebut terus berkesinambungan.












