jurnalistik.co.id – Pemerintah Amerika Serikat diketahui memanfaatkan model kecerdasan buatan (AI) asal China, Qwen dari Alibaba, untuk membantu penelusuran komentar publik terkait rancangan aturan federal. Temuan ini kemudian memicu sorotan, terutama ketika muncul tudingan soal keamanan dan dugaan penyalinan teknologi.
Federal Register, situs yang dikelola National Archives, sempat menyediakan fitur pencarian berbasis Qwen. Fitur tersebut dipakai untuk membantu pengguna menemukan komentar publik yang relevan dengan rancangan regulasi federal yang tengah diusulkan.
Menurut laporan Reuters yang dikutip, fitur Qwen itu tersedia pada Rabu (16/9). Namun, setelah penggunaannya ramai diperbincangkan di media sosial, fitur tersebut dihapus dari situs.
Belum ada kejelasan kapan tepatnya Qwen mulai dipakai di Federal Register. Ketidakpastian waktu penggunaan ini ikut memperpanjang perdebatan, mengingat jejak teknologi yang terhubung dengan proses pencarian regulasi dinilai cukup sensitif oleh sejumlah pengamat.
Fitur Qwen di Federal Register ikut menjadi perhatian publik
Penggunaan AI dari China menjadi sorotan karena sebelumnya FBI menuduh Alibaba melakukan penyalinan berbahaya atas teknologi AI milik Anthropic. Dalam pembahasan yang lebih luas, pejabat AS juga menyebut bahwa perusahaan AI China melakukan penyalinan teknologi milik AS dalam skala industri.
China membantah tudingan tersebut. Penyangkalan itu tidak serta-merta meredakan kekhawatiran, sebab masalah yang diperdebatkan bukan hanya soal legalitas klaim, tetapi juga soal kesiapan sistem publik ketika bergantung pada layanan teknologi pihak luar.
Di tengah isu tersebut, Daniel Castro dari Information Technology and Innovation Foundation menilai penggunaan Qwen justru bertentangan dengan persaingan teknologi AI antara AS dan China. Ia mengatakan, “Ini adalah salah satu hal paling gila yang pernah saya lihat,” kata Castro.
Penilaian Castro menekankan bahwa penggunaan model dari pihak yang sedang menjadi sorotan dapat memberi sinyal yang keliru. Bagi banyak pengamat, situasi ini juga berpotensi memengaruhi cara pemerintah merancang kebijakan teknologi untuk jangka panjang.
Berita Terkait
Keamanan nasional diperdebatkan, data jadi fokus utama
Sementara itu, pakar keamanan menyatakan penggunaan Qwen di Federal Register belum tentu menimbulkan risiko keamanan nasional. Alasannya, situs tersebut berisi informasi yang sudah tersedia untuk publik.
Dengan kata lain, konteks situs yang terbuka memunculkan argumen bahwa risiko paling ekstrem tidak otomatis terjadi. Namun, perdebatan tidak berhenti di sana, karena kekhawatiran yang muncul juga berkaitan dengan bagaimana data diproses ketika berinteraksi dengan sistem AI.
Anggota DPR AS John Moolenaar secara tegas menolak penggunaan model AI China oleh pemerintah. Ia menyampaikan, “Tidak ada entitas pemerintah federal yang boleh menggunakan model AI China. Melakukan hal itu hanya membuat pemerintah federal semakin bergantung pada model AI China dan itu bukan kepentingan nasional,” kata Moolenaar.
Penolakan Moolenaar menyoroti dimensi ketergantungan. Bagi kritik semacam ini, isu utamanya bukan hanya output pencarian, melainkan juga konsekuensi kebijakan ketika pemerintah mengandalkan model yang dianggap berasal dari wilayah persaingan strategis.
Senator Mark Warner turut menyoroti aspek keamanan data. Menurutnya, risiko bergantung pada apakah data AS keluar dari batas keamanan pemerintah dan kemudian diproses pada sistem yang dikendalikan Alibaba.
Dengan demikian, perhatian berpindah ke jalur data dan titik kontrol. Apakah data pengguna atau informasi yang terkait permintaan pencarian tetap berada di lingkungan aman milik pemerintah, atau justru diproses oleh infrastruktur pihak ketiga, menjadi pertanyaan yang menentukan tingkat kekhawatiran.
Kasus ini menggambarkan bagaimana teknologi pencarian berbasis AI, yang secara tampak sederhana bagi pengguna, bisa membawa konsekuensi kebijakan yang lebih luas. Terlebih ketika isu yang melatarinya terkait tuduhan penyalinan teknologi dan persaingan teknologi antarnegara.
Meski Federal Register sempat mengaktifkan fitur Qwen, penghapusan setelah gonjang-ganjing publik menunjukkan bahwa pengawasan masyarakat dan dinamika politik dapat memengaruhi keputusan operasional. Perdebatan berikutnya kemungkinan akan bergeser pada standar transparansi, batasan penggunaan model asing, serta cara memastikan keamanan data dalam ekosistem layanan pemerintah.












