Teknologi

Bitcoin Menyentuh US$85.594 Sesaat, Lalu Tertahan—Ini Ramalan Terbarunya

×

Bitcoin Menyentuh US$85.594 Sesaat, Lalu Tertahan—Ini Ramalan Terbarunya

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Bitcoin sempat memanas di awal Oktober, namun kenaikan tersebut cepat mereda. Mata uang kripto terbesar itu sempat naik hingga 2,4% ke level US$85.594 sebelum akhirnya menghapus sebagian besar penguatannya.

Setelah lonjakan singkat, pergerakan harga berbalik arah dalam waktu relatif singkat. Pada perdagangan hari Rabu, Bitcoin kemudian ditutup dengan pergerakan yang nyaris datar.

Kondisi ini terjadi di tengah jeda yang dialami aset berisiko lain, termasuk saham. Pasar tampak menilai ulang peluang kenaikan suku bunga pada bulan berikutnya, sehingga respons awal terhadap data ekonomi sempat mendorong sentimen.

Di awal sesi, bursa saham bergerak searah dengan pergerakan imbal hasil obligasi. Ketika yield surat utang atau Treasury jangka pendek menurun, pelaku pasar awalnya ikut mengerek harga saham.

Penguatan tersebut mendapat dukungan dari rilis data inflasi yang tercatat lebih rendah dari perkiraan. Data itu memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan Oktober.

Meskipun demikian, arah tidak bertahan sampai akhir hari. Saham justru berakhir lebih rendah pada penutupan, menunjukkan bahwa selera risiko tetap tidak sepenuhnya stabil.

Di sisi Bitcoin, fluktuasi serupa tampak lebih terasa. Kenaikan yang sempat terjadi tidak langsung berubah menjadi tren lanjutan, melainkan kembali terkoreksi hingga harga akhirnya berhenti jauh dari puncak hariannya.

Bagi Bitcoin, fase akhir kuartal menjadi momen yang penting karena periode tersebut dipotret sebagai kuartal terbaik sejak Presiden Donald Trump terpilih kembali pada akhir 2024. Namun, meski momentum kuartalan terdengar kuat, pasar tetap menyimpan keraguan.

Perdagangan juga tidak terlepas dari aktivitas di pasar derivatif. Menjelang pertanyaan besar apakah Bitcoin akan menembus rekor tertinggi tahunan lainnya atau justru melemah lebih lanjut, para trader terlihat menahan diri.

Keraguan itu muncul setelah gelombang likuidasi besar-besaran yang sempat terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Setelah kejadian seperti itu, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan posisi, terutama saat sinyal masih berpotensi berubah.

Secara kinerja, Bitcoin memang mencatat kenaikan sebesar 43% pada kuartal ketiga. Angka tersebut menjadi latar yang menjelaskan mengapa banyak pihak tetap memantau peluang perpanjangan tren, baik untuk menembus level tinggi baru maupun untuk menguji ketahanan harga saat sentimen berbalik.

Meski begitu, harga tidak bergerak hanya mengikuti satu faktor. Perbedaan respons antara penurunan yield Treasury jangka pendek dan penutupan saham yang melemah mengisyaratkan bahwa pasar masih memadukan sejumlah pertimbangan makro dan dinamika posisi.

Dalam konteks tersebut, lonjakan singkat Bitcoin ke US$85.594 dapat dibaca sebagai upaya pasar mencari arah. Namun, ketika kenaikan tidak mampu bertahan, itu menandakan bahwa daya dorong pembeli belum cukup untuk mematahkan kehati-hatian yang sedang meningkat.

Dengan volatilitas yang muncul dan ditutup hampir tidak berubah pada hari Rabu, pelaku pasar kini menunggu kejelasan lanjutan. Apakah Bitcoin akan melaju menuju rekor berikutnya atau justru terperangkap dalam tekanan masih akan terlihat dari kelanjutan pergerakan harga dan sikap pasar derivatif.

Pada akhirnya, pergerakan di awal Oktober memperlihatkan betapa cepatnya sentimen bisa berubah. Bitcoin sempat naik hingga 2,4% ke US$85.594, tetapi berbalik melemah hingga menahan laju, sementara pasar tetap mempertimbangkan arah kebijakan moneter dan dampak likuidasi sebelumnya.

Perbedaan respons tersebut memberi sinyal bahwa pelaku pasar tidak sepenuhnya mengandalkan satu indikator saja. Penurunan imbal hasil memberi ruang optimisme, tetapi pelemahan di penutupan saham menunjukkan kehati-hatian yang masih terjaga, seolah pasar belum yakin bahwa dorongan awal akan berlanjut.

Dari sisi kripto, manuver singkat ke level puncak harian juga tampak lebih seperti upaya menguji sentimen ketimbang tanda kenaikan yang langsung membentuk tren baru. Setelah rangkaian likuidasi besar-besaran dan kenaikan kuartalan sebelumnya yang kuat, para trader cenderung menunggu konfirmasi lanjutan sebelum menambah risiko, baik untuk mengejar rekor berikutnya maupun mengantisipasi koreksi lanjutan.