jurnalistik.co.id – Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami aksi jual besar-besaran pada Kamis yang sempat membebani pasar kripto serta aset berisiko lainnya. Pergerakan itu membawa harga kembali ke area positif, meski sentimen masih cenderung rapuh.
Pada Jumat pagi waktu New York, mata uang kripto terbesar itu diperdagangkan di kisaran US$76.000. Angka tersebut datang setelah bitcoin anjlok hampir 6% dari level di atas US$80.000 pada hari sebelumnya.
Meski pemulihan terlihat, sebagian pelaku pasar memilih untuk tidak langsung menyimpulkan perubahan tren. Bagi mereka, kenaikan yang muncul setelah tekanan penjualan tajam masih bisa bersifat sementara.
Di antara kripto berkapitalisasi lebih kecil, pola penguatan juga terlihat lebih merata pada Jumat. BNB, ZCash, dan HYPE masing-masing tercatat naik sekitar 1% hingga 3%.
Sentimen pasar secara lebih luas turut dibentuk oleh perkembangan di bursa saham. Pada Kamis, indeks S&P 500 mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari setahun, yang mencerminkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan.
Tekanan tersebut muncul seiring berkembangnya ekspektasi bahwa Partai Demokrat akan memperketat pembatasan terkait ekspansi pusat data. Kekhawatiran ini kemudian merembet ke saham-saham produsen chip.
Ketika saham teknologi mengalami tekanan di sesi sebelumnya, pasar kripto ikut merasakan dampaknya melalui mekanisme risk-on dan risk-off. Aksi jual Kamis pun menjadi pemicu utama yang mengguncang harga aset digital.
Namun, pada Jumat, kontrak berjangka untuk indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi mulai bergerak naik. Perubahan arah di pasar saham tersebut membantu mengangkat ekspektasi trader.
Berita Terkait
Dean Chen, analis di bursa kripto Bitunix, menyampaikan pandangannya lewat email. Menurutnya, “Bitcoin tampaknya mulai menemukan sedikit kelegaan setelah aksi jual tajam kemarin. Namun, saya akan berhati-hati untuk menyebut pergerakan ini sebagai pembalikan tren.”
Ucapan Chen menegaskan bahwa reli singkat setelah penurunan tajam tidak otomatis berarti tekanan jual telah berakhir. Ia menekankan kebutuhan kehati-hatian karena pasar masih berada dalam fase penyesuaian pascashock.
Bagi pelaku pasar, konteks Kamis memberi sinyal bahwa harga bitcoin sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global. Ketika ekuitas mengalami pelemahan yang dalam, aset berisiko seperti kripto cenderung ikut tertekan.
Sebaliknya, ketika pasar saham menunjukkan perbaikan melalui kenaikan kontrak berjangka, sebagian aliran minat dapat kembali mengalir ke aset digital. Kondisi ini terlihat dari menguatnya sejumlah altcoin seperti BNB, ZCash, dan HYPE pada hari yang sama.
Meski demikian, arah lanjutan tetap menjadi pertanyaan besar karena pergerakan yang terjadi adalah respons langsung terhadap aksi jual sebelumnya. Trader akan cenderung memantau apakah kenaikan harga bertahan atau justru kembali melemah setelah respons awal.
Dengan bitcoin kembali berada di kisaran US$76.000 pada Jumat pagi, pasar saat ini berada pada fase pemulihan terbatas. Langkah selanjutnya sangat bergantung pada kelanjutan sentimen di bursa saham serta ekspektasi terhadap kebijakan yang dinilai mempengaruhi sektor data center dan rantai industri teknologi.
Dalam kondisi seperti ini, kehati-hatian menjadi faktor penting bagi investor yang ingin menentukan apakah reli yang muncul benar-benar mengubah arah pergerakan. Untuk saat ini, data harga dan sinyal pasar menunjukkan adanya kelegaan, tetapi belum cukup kuat untuk memastikan pembalikan tren secara penuh.
Kenaikan yang muncul pada Jumat pada dasarnya masih berada dalam bayang-bayang penurunan tajam hari sebelumnya. Ketika harga berhasil kembali masuk ke wilayah positif, perhatian pasar kemudian bergeser ke seberapa lama kenaikan itu bisa dipertahankan sebelum pelaku pasar kembali menimbang ulang risiko.
Di sisi lain, dinamika di saham tetap menjadi penentu sentimen. Kekhawatiran atas rencana Partai Demokrat yang berpotensi memperketat pembatasan ekspansi pusat data ikut merespons jalur investasi, termasuk pada saham produsen chip. Karena itu, pergerakan bitcoin dan altcoin cenderung mengikuti perubahan persepsi investor terhadap prospek sektor teknologi.












