Teknologi

Google Intens Memantau Aktivitas 24 Jam Penuh, Ini Cara Membatasi Personal Intelligence

×

Google Intens Memantau Aktivitas 24 Jam Penuh, Ini Cara Membatasi Personal Intelligence

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Google Makin Ganas Pantau Gerak-Gerik Anda 24 Jam Full, Ini Cara Setop

jurnalistik.co.id – Google kembali memperluas penggunaan teknologi “Personal Intelligence” atau Kecerdasan Personal untuk membuat layanan AI dan penelusuran terasa lebih relevan bagi pengguna. Dalam pembaruan kebijakan yang dibahas, perusahaan menyatakan bahwa data yang dibagikan ke layanan tertentu dapat dipakai untuk kebutuhan personalisasi.

Lewat fitur ini, Gemini dan Google Search bisa menyusun jawaban yang lebih sesuai konteks pengguna berdasarkan informasi dari aplikasi yang terhubung. Artinya, saat akun diintegrasikan dengan layanan Google tertentu, sistem mendapatkan akses data yang sebelumnya tidak selalu dipakai dengan cara yang sama.

Google juga menekankan bahwa pemanfaatan tersebut bersinggungan langsung dengan rekomendasi dan pengalaman yang lebih “terpersonalisasi”. Namun, perlu dicatat bahwa penguatan integrasi data seperti ini memunculkan kekhawatiran besar di sisi privasi, terutama karena beberapa aplikasi menyimpan jejak digital yang sangat sensitif.

Di sisi lain, Google sebelumnya menyampaikan bahwa secara default konten dari Gmail, Drive, maupun Photos tidak digunakan untuk menayangkan iklan. Tetapi, aturan dapat berubah pada kondisi ketika pengguna secara sengaja menghubungkan akunnya untuk mendapatkan iklan dan rekomendasi yang terpersonalisasi.

Dengan konfigurasi tersebut, pengguna membuka peluang hadirnya iklan yang lebih tertarget. Google disebut mengonfirmasi bahwa data pribadi yang dibagikan pengguna ke layanan tertentu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan personalisasi iklan.

Contoh yang disebutkan adalah ketika pengguna mencari rekomendasi restoran di Google Search. Dalam skenario tersebut, sistem dapat membaca email terkait reservasi di Gmail untuk memahami rencana pengguna, lalu menyarankan pilihan tempat makan yang relevan di sekitar tujuan atau konteks yang sama.

Model pengalaman seperti ini memang ditujukan agar proses menemukan informasi menjadi lebih cepat dan “nyambung” dengan kebutuhan pengguna. Tetapi, cara kerja tersebut juga memunculkan pertanyaan: sejauh mana data personal yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dapat berpengaruh pada tampilan promosi atau produk lain di layar pengguna.

Google menyatakan bahwa perusahaan tidak memindai email atau foto pribadi secara serampangan. Mereka juga menyampaikan komitmen bahwa identitas seperti nama dan alamat email tidak akan dipaparkan kepada pihak pengiklan tanpa izin.

Meski demikian, bagi sebagian pengguna, perbedaan antara “data dipakai untuk menjawab” dan “data berpotensi dipakai untuk iklan” tetap terasa sebagai batas yang tipis. Kekhawatiran ini berakar pada kenyataan bahwa Gmail dan Google Photos menyimpan informasi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, karena Personal Intelligence mengandalkan keterkaitan berbagai aplikasi, pemutusan akses tidak selalu dipahami sebagai langkah yang langsung mengubah seluruh jejak yang sudah tersimpan. Karena itu, penting untuk meninjau pengaturan integrasi sebelum menganggap semua data otomatis ikut hilang.

Memahami opsi pembatasan akses integrasi

Bagi pengguna yang menempatkan privasi di atas kenyamanan, Google menyediakan jalur untuk membatasi akses aplikasi terhubung. Langkah ini ditujukan untuk menghentikan penggunaan integrasi data pada fitur rekomendasi yang terkait dengan Search Services.

Mulailah dengan membuka Akun Google, lalu masuk ke menu Data & privacy. Dari sana, pengguna diarahkan ke bagian Personalization & activity untuk mengakses pengaturan personalisasi.

Setelah itu, pilih Personalization settings. Di bagian pengaturan rekomendasi, pengguna perlu mencari menu yang berkaitan dengan Manage Personalized Recommendations in Search Services.

Di dalam menu tersebut, terdapat bagian Connected Content apps yang berada di bawah kategori Additional Personal Intelligence. Pada titik ini, pengguna bisa melakukan perubahan dengan memutus sambungan untuk aplikasi yang terhubung.

Dalam panduan yang dibahas, pemutusan yang disarankan mencakup Disconnect pada Google Workspace dan Google Photos. Dengan memutus akses pada dua area tersebut, integrasi data untuk kebutuhan rekomendasi menjadi lebih terbatas.

Mematikan rekomendasi terpersonalisasi secara menyeluruh

Selain memutus sambungan aplikasi spesifik, ada opsi lain yang lebih radikal: mematikan seluruh fitur Personalized Recommendations langsung dari halaman setelan penelusuran. Opsi ini ditujukan bagi pengguna yang ingin meminimalkan penggunaan rekomendasi terpersonalisasi.

Dengan pendekatan ini, pengalaman pencarian tidak lagi mengandalkan integrasi yang menjadi basis personalisasi. Namun, keputusan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna akan kemudahan rekomendasi dibanding aspek kontrol privasi.

Penting pula memahami bahwa memutus sambungan tidak otomatis menghapus rekam jejak yang sudah terlanjur tersimpan. Panduan yang sama menegaskan bahwa data yang mengendap di Search Services History tetap berada di server Google.

Artinya, sekalipun email atau foto yang menjadi sumber data di akun sudah dihapus, riwayat yang tersimpan dalam layanan penelusuran dapat tetap ada. Hal ini membuat langkah pembatasan akses lebih tepat dipandang sebagai pengontrolan penggunaan ke depan, bukan penghapus instan untuk jejak lama.

Bagi pengguna yang ingin menata ulang privasi, rekomendasi praktisnya adalah mengevaluasi pengaturan personalisasi sejak awal. Pastikan integrasi data benar-benar sesuai dengan preferensi, terutama jika Gmail dan Google Photos menjadi bagian dari alur harian.

Pembaruan Personal Intelligence juga mengingatkan bahwa personalisasi modern tidak hanya soal kenyamanan. Di balik rekomendasi yang lebih “tepat sasaran”, ada pengaruh dari cara data terhubung, diproses, dan digunakan untuk membentuk pengalaman pencarian serta iklan yang terlihat.

Dengan mengetahui jalur pengaturan dan konsekuensi penyimpanan riwayat, pengguna dapat menentukan batas privasi yang dianggap nyaman. Pada akhirnya, kendali tetap berada pada pilihan untuk menghubungkan atau memutus integrasi, termasuk menonaktifkan rekomendasi terpersonalisasi bila dibutuhkan.