jurnalistik.co.id – CEO Apple John Ternus menilai tekanan di industri memori belum sepenuhnya mereda, sehingga berpotensi berdampak pada harga perangkat Mac. Ia menyampaikan bahwa lonjakan biaya RAM yang belum pernah terjadi sebelumnya masih diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.
Menurut laporan yang disampaikan dalam konteks pembicaraan kinerja perusahaan, kelangkaan pasokan chip yang sempat mengerek harga dinilai masih akan berlanjut. Pada saat yang sama, kenaikan biaya RAM menjadi faktor yang semakin menentukan arah biaya produksi perangkat.
Ternus mengungkap bahwa kondisi tersebut membuat Apple membuka peluang penyesuaian harga untuk lini Mac. Pemangkasan atau penyerapan biaya dinilai tidak lagi cukup untuk mengimbangi gejolak yang sedang berlangsung, terutama karena kenaikan biaya memori tampak terus bertahan.
Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa lonjakan harga memori masih memiliki momentum hingga akhir tahun. Pernyataan itu sekaligus menegaskan kekhawatiran pelaku industri mengenai dampak yang berpotensi lebih panjang ke periode berikutnya, termasuk gambaran suram pada 2027.
“Apa yang kita lihat terkait harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ternus dalam panggilan telepon atas kinerja perusahaan. Kalimat tersebut mencerminkan penilaian bahwa pola harga saat ini berbeda dari fase-fase sebelumnya yang pernah dialami industri.
Lonjakan biaya RAM yang berlanjut hingga akhir tahun juga memperkuat tema “RAMageddon” yang masih terus diperbincangkan di kalangan pelaku pasar. Dalam konteks ini, tidak adanya tanda-tanda bahwa tekanan memori segera selesai membuat keputusan bisnis, termasuk soal harga, menjadi semakin sensitif.
Di sisi lain, laporan The Guardian yang dikutip pada Kamis (5/11/2026) menyebut Apple masih mampu menjaga posisi keuangan. Ketahanan itu dikaitkan dengan solidnya pasar China, sekaligus terjaganya penjualan Mac dan iPhone.
Berita Terkait
Dengan demikian, Apple tetap mendapatkan penopang dari permintaan yang masih berjalan, meski tantangan biaya produksi berasal dari memori. Kondisi tersebut membuat perusahaan berada pada posisi sulit: menjaga performa jangka pendek sambil menilai ulang dampak biaya yang berpotensi berlanjut dalam tenggat waktu lebih panjang.
Ternus juga disebut menggaungkan kembali pernyataan Tim Cook saat masih memimpin Apple. Cook sebelumnya telah menyinggung kenaikan harga produk sebagai konsekuensi lonjakan biaya memori global, sekaligus menggambarkan bahwa berbagai upaya dilakukan agar biaya tidak langsung dibebankan kepada konsumen.
Namun, dalam perkembangan terbaru, narasi itu beralih menjadi sinyal bahwa langkah-langkah tersebut kali ini dinilai tidak bisa dibendung lagi. Ketika biaya RAM terus melonjak, ruang negosiasi atau penyerapan biaya oleh perusahaan disebut makin menyempit.
Secara industri, kombinasi kelangkaan chip dan kenaikan harga RAM menciptakan tekanan berlapis terhadap rantai pasok dan perencanaan biaya. Bagi pasar perangkat, implikasinya dapat terasa pada penetapan harga, promosi, dan strategi penjualan yang harus menyesuaikan situasi ekonomi di tengah gejolak biaya produksi.
Dengan adanya sinyal bahwa harga memori masih berada dalam fase tinggi sampai akhir tahun, diskusi mengenai potensi penyesuaian harga Mac menjadi semakin relevan. Dalam kerangka waktu 2027, pelaku industri juga menilai bahwa ketidakpastian biaya memori berpotensi terus membentuk ekspektasi pasar, bukan hanya dalam jangka pendek.
Di tengah ketidakpastian itu, Apple terlihat menempatkan faktor biaya memori sebagai pertimbangan utama dalam membaca jalannya kuartal ke depan. Ketika kelangkaan chip dan tekanan RAM saling menguatkan, perusahaan harus menilai ulang batas kemampuan untuk menyerap kenaikan biaya tanpa mengubah struktur harga. Fokusnya bergeser dari sekadar efisiensi internal menjadi keputusan yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.
Selain itu, proyeksi bahwa lonjakan harga memori berlanjut hingga akhir tahun ikut memengaruhi cara pelaku industri menyusun ekspektasi. Dengan bayangan periode berikutnya hingga 2027, pasar cenderung menilai pergerakan biaya sebagai tren berkepanjangan, bukan kejadian sementara. Dalam situasi seperti ini, bahkan penyesuaian bertahap akan menjadi bagian dari strategi yang mempertimbangkan biaya produksi, sekaligus dampaknya terhadap promosi dan rencana penjualan perangkat.












