jurnalistik.co.id – Rencana investasi pertahanan Inggris yang dijadwalkan terbit sebelum KTT NATO pada 7 Juli di Turki kini mengarah pada perubahan besar: pemerintah memilih membangun kapal tempur hibrida berbasis sistem drone, bukan meneruskan penggantian destroyer tua dengan kapal sejenis.
Langkah itu disampaikan Kementerian Pertahanan (MoD) sebagai bagian dari DIP (Defence Investment Plan) yang menjadi bahan pembahasan menjelang puncak aliansi. Perdana Menteri yang keluar, Sir Keir Starmer, sebelumnya berkomitmen menerbitkan rencana yang sempat tertunda panjang tersebut sebelum pertemuan NATO berlangsung.
Menurut MoD, rencana awal untuk membuat destroyer baru guna menggantikan armada destroyer yang menua akan dihentikan. Sebagai gantinya, pemerintah menargetkan sedikitnya enam unit kapal hibrida modern yang dirancang untuk mampu mengoperasikan drone.
MoD menyatakan kapal-kapal baru ini lebih sesuai dengan kebutuhan medan tempur masa kini, dengan alasan bahwa program tersebut akan memberikan nilai lebih dibandingkan pendekatan yang mengarah pada āsmall number of large expensive shipsā. Dalam penjelasan yang disampaikan, Menteri Pertahanan Dan Jarvis juga menegaskan peralatan tersebut ādesigned and built for the increasing threats we faceā.
Dalam kerangka pengembangan, MoD sebelumnya menelusuri beberapa opsi untuk mengganti kapal-kapal tua, termasuk kemungkinan beralih ke Type 83. Type 83 disebut sebagai konsep kapal yang masih berada pada tahap desain awal.
Namun, investasi akhirnya diarahkan pada enam kapal baru Common Combat Vessels. Departemen tersebut menyebut unit-unit ini mampu ācoordinating uncrewed systems in the air, on the surface and under the sea to deliver more resilient air defenceā, sehingga kemampuan pertahanan udara dapat lebih tangguh melalui integrasi sistem yang tidak memerlukan awak dalam jumlah besar.
MoD menilai perubahan pendekatan itu akan memperluas jangkauan, ketahanan, dan daya tembak armada tanpa menambah kru atau biaya secara proporsional. Dengan kata lain, tujuan yang ditekankan adalah āextend āthe Navyās reach, resilience and firepower without a proportional increase in crew or costāā.
Pemerintah tidak merinci berapa dana yang disiapkan dalam DIP untuk pengembangan kapal-kapal baru tersebut. Meski demikian, MoD menyatakan program itu akan terkait operasi untuk ācounter Russian activity in the North Atlantic and High North, protect critical underwater infrastructure, and enhance Nato deterrenceā.
Dalam penjelasan yang menyertai kebijakan ini, MoD juga menempatkan program kapal dalam kategori investasi kemampuan maritim skala besar. Departemen tersebut menyebutnya sebagai āa once in a generation investment in new maritime capabilityā, sekaligus diarahkan agar memberikan pekerjaan bagi galangan kapal Inggris.
Berita Terkait
Perubahan haluan ini muncul di tengah ketegangan negosiasi anggaran antara MoD, Treasury, dan kementerian lain di pemerintahan. Sejumlah pemangkasan yang diminta untuk menutup DIP dilaporkan berujung pada pengunduran diri John Healey sebagai menteri pertahanan dan Al Carns sebagai menteri angkatan bersenjata dalam beberapa pekan terakhir.
Healey menyampaikan bahwa Starmer āunableā, sedangkan Treasury āunwillingā untuk memberikan sumber daya yang diperlukan guna mempertahankan negara menghadapi āthis time of rising threatsā. Sementara itu, Carns menilai rancangan DIP yang dibahas saat itu āneither transformative enough nor sufficiently fundedā.
MoD juga menyatakan DIP telah ārefreshedā selama dua pekan terakhir sejak pengunduran diri Healey. Setelah menduduki jabatan, Dan Jarvis mengatakan rencana akan āprioritise getting the latest kitā kepada pasukan garis depan, termasuk ānew lethal strike dronesā.
Laporan menyebut Jarvis memperoleh tambahan dana untuk DIP sejak ia mengambil alih tugas. Namun, belum terlihat indikasi bahwa rencana tersebut akan mendapatkan tambahan £28bn yang sebelumnya disebut Healey sebagai angka yang diperlukan.
MoD pada hari Sabtu juga mengumumkan Ā£500m akan dialokasikan untuk memperlengkapi Commando Force elite Inggris. Dana tersebut digunakan untuk dukungan kapal baru sekaligus menghadirkan āthe latest drone and autonomous technologyā dalam rencana tersebut.
Selain program kapal dan drone, pemerintah juga menegaskan target peningkatan belanja pertahanan. Komitmennya adalah menaikkan anggaran pertahanan hingga 2.5% dari produk domestik bruto (GDP) pada 2027, serta bersama sekutu NATO menargetkan kenaikan hingga 3.5% pada 2035.
Data NATO yang dikutip menunjukkan Inggris membelanjakan 2.3% dari GDP untuk pertahanan pada 2025. Angka itu disebut sedikit berada di bawah rata-rata negara anggota aliansi setelah belanja AS dikecualikan.
Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menyebut rancangan DIP pada saat ia meninggalkan jabatan pada 11 Juni setara dengan rencana kenaikan menjadi 2.68% dari GDP pada tahun 2030. Penyebutan ini menjadi bagian dari kritiknya terkait kesenjangan kemampuan dan pendanaan.
Adapun mengenai proses politik menjelang pergantian kepemimpinan, The Sunday Times melaporkan bahwa Andy Burnhamāyang diperkirakan menggantikan Sir Keir Starmer sebagai perdana menteri bulan depanātelah melihat DIP dan menyetujuinya. Rencana publikasinya dijadwalkan sebelum kemungkinan Burnham mengambil alih jabatan, yaitu pada sekitar 20 Juli, kecuali muncul penantang kepemimpinan Partai Labour yang memicu kontes penuh.
Dengan target penerbitan DIP yang tetap mengacu pada tenggat NATO, perubahan dari rencana penggantian destroyer tua menuju proyek enam Common Combat Vessels menunjukkan penekanan yang lebih kuat pada integrasi sistem nirawak. Pemerintah menempatkan langkah ini sebagai upaya memperkuat kemampuan angkatan laut sekaligus menyesuaikan strategi menghadapi dinamika ancaman modern.












