Hukum & Kriminal

Kepercayaan publik ‘damaged’ terkait kasus pembunuh kabur, kata Naomi Long

×

Kepercayaan publik ‘damaged’ terkait kasus pembunuh kabur, kata Naomi Long

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gary Anderson: Confidence 'damaged' by on-the-run killer case - Long

jurnalistik.co.id – Kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Irlandia Utara dinilai mengalami penurunan akibat rangkaian peristiwa seputar pelepasan sementara dari penjara terhadap terpidana pembunuh, kata Menteri Kehakiman Naomi Long. Long menyampaikan hal itu setelah Gary Anderson, yang menjalani hukuman terkait kasus pembunuhan, kabur dan kini masih buron.

Anderson merupakan salah satu dari dua bersaudara yang dijatuhi pidana seumur hidup pada 2023 atas pembunuhan Karol Kelly pada 2018 di Londonderry. Sepekan setelah ia menghilang, Anderson tetap tidak ditemukan setelah kabur saat menghadiri pemakaman ayahnya di Derry pada Senin pekan lalu.

Long mengatakan akan bertemu keluarga korban dan, pada saat yang sama, memerintahkan tinjauan independen untuk menelaah keadaan di balik keputusan pelepasan Anderson dari Penjara Maghaberry. Ia menegaskan bahwa langkah itu diambil setelah pengadilan membatalkan keputusan layanan penjara yang semula menolak permintaan Anderson untuk hadir dalam pemakaman tersebut.

Pelepasan sementara dan bagaimana Anderson lenyap

Proses yang mendahului pelarian Anderson bermula sehari sebelum pemakaman. Seorang hakim memberi Anderson pelepasan sementara beralasan belasungkawa (compassionate temporary release/CTR) selama dua jam dari Maghaberry agar bisa menghadiri pemakaman ayahnya.

Saudaranya, Sean, juga mengajukan keberatan atas penolakan untuk melepasnya dari Penjara Magilligan supaya dapat hadir pada pemakaman yang sama, namun permohonan itu tetap dipertahankan oleh hakim yang sama. Upacara pemakaman dilaksanakan di Gereja St Mary di wilayah Creggan, Derry, pada Senin pagi.

Sementara itu, Anderson tidak diberi izin untuk menghadiri kremasi di Letterkenny, County Donegal, di Republik Irlandia pada sore harinya. Pada suatu waktu di Senin pagi, Anderson disebut kabur dari pendamping warga sipil yang diputuskan pengadilan sebagai pengawal selama pelaksanaan CTR.

Latar aturan CTR dan temuan hakim dalam peninjauan

Long menempatkan keputusan CTR dalam konteks aturan yang digunakan untuk pelepasan sementara tahanan. CTR dapat diberikan ketika anggota keluarga meninggal atau mengalami sakit serius, dengan pertimbangan pada keadaan perkara serta risiko yang relevan.

Namun, muncul pertanyaan mengenai pemberian CTR kepada Anderson setelah publikasi putusan lengkap berjumlah 15 halaman dari judicial review terkait keputusan layanan penjara. Dalam putusan tersebut, hakim menyatakan bahwa penolakan awal didasarkan pada informasi yang tidak akurat mengenai tingkat risiko yang dinilai oleh layanan penjara.

Hakim menilai bahwa keputusan duty governor di Maghaberry dipengaruhi oleh penilaian internal yang tercatat lebih tinggi daripada skor yang sesungguhnya terdapat di sistem internal layanan penjara. Dalam persidangan, perwakilan hukum layanan penjara menyampaikan bahwa peningkatan skor itu berasal dari kolega, bukan pengetahuan pribadi duty governor.

Ketika sistem diperiksa, skor Anderson tercatat 27 yang menunjukkan kemungkinan kambuh pada tingkat menengah (medium likelihood of reoffending). Angka 27 itu berbeda dengan skor 32 yang tercantum sebagai kemungkinan kambuh tingkat tinggi (high likelihood) dalam surat keputusan penolakan.

Hakim menyimpulkan bahwa duty governor “dengan jelas mempertimbangkan” informasi yang keliru itu saat menilai risiko dan mempertimbangkan apakah keputusan tersebut bersifat proporsional. Hakim juga menyebut adanya tanda tanya mengenai apa yang terjadi setelah keputusan awal ditolak.

Putusan itu menyatakan hakim menawarkan agar duty governor mempertimbangkan ulang keputusan, tetapi tawaran tersebut tidak diterima. Hakim menggambarkan keputusan untuk tidak meninjau ulang sebagai “cukup mengejutkan”, lalu tetap memberi Anderson pelepasan sementara dengan sejumlah syarat, dengan temuan bahwa keputusan layanan penjara “cacat” dan mempertimbangkan faktor yang tidak relevan serta tidak tepat.

Dalam putusannya, hakim juga menyatakan bahwa kegagalan untuk mendapatkan dan memperhitungkan penilaian risiko yang benar adalah tindakan yang melanggar hukum.

Penjelasan Long dan tinjauan independen

Long menjelaskan bahwa kementeriannya, yang membawahi layanan penjara, menyebut adanya kekurangan prosedural oleh Departmental Solicitor’s Office (DSO). Menurutnya, kekurangan itu membuat pejabat penjara tidak diberi tahu bahwa hakim telah menawarkan kesempatan untuk mempertimbangkan ulang keputusan untuk tidak melepaskan Anderson.

Long menuturkan bahwa ia baru mengetahui aspek itu setelah putusan lengkap dipublikasikan, ketika ia dapat meninjau transkrip. Ia menyatakan akan membangun tinjauan independen terhadap apa yang terjadi, karena tawaran untuk mempertimbangkan ulang tidak disampaikan kepada layanan penjara, sehingga hakim “secara itikad baik” membuat keputusan berdasarkan informasi yang ia miliki.

Long menekankan pentingnya memastikan semua fakta perkara ditetapkan dan dipertimbangkan secara saksama. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa perlu langkah mitigasi agar tidak ada pengulangan situasi serupa di kemudian hari.

Permintaan maaf untuk keluarga korban

Long juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Karol Kelly. Ia mengakui dampak yang ditimbulkan oleh pelepasan Anderson dan kaburnya setelah keluar dari penjara.

Long menyebut ia “sangat menyesal” karena keluarga korban mengalami trauma akibat apa pun yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tersebut. Ia berkata bahwa apa pun bentuk miskomunikasi atau informasi yang keliru, keluarga seharusnya tidak menjadi sasaran trauma yang berlanjut serta penderitaan yang terus terjadi, dan ia menyampaikan permintaan maaf secara sungguh-sungguh.

Ia menambahkan bahwa ia akan menemui keluarga tersebut “sesuai dengan keinginan mereka”. Long juga menyatakan ia tidak ingin keluarga itu terlibat lebih jauh, dan tidak ingin menambah penderitaan mereka.

Reaksi politik di Stormont

Di Stormont, Ketua Partai Democratic Unionist Party (DUP) Gavin Robinson menyebut arus informasi yang disampaikan secara bertahap mengenai perkara ini “menghancurkan” kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Ia menilai masyarakat berada dalam situasi yang “tidak dapat dibenarkan”, karena seorang pembunuh terpidana berkeliaran di jalan-jalan sebagai konsekuensi dari rangkaian kesalahan yang “katastrofal”.

Robinson juga mengklaim Majelis telah “diarahkan menyesatkan” ketika pertanyaan diajukan minggu lalu mengenai bagaimana Anderson menjadi tidak sah berada di luar penjara. Ia menambahkan bahwa baik itu terjadi tanpa sengaja maupun karena pertanyaan yang tepat tidak pernah diajukan, hal tersebut menurutnya tidak bisa diterima.

Sementara itu, Ketua Partai Ulster Unionist Party (UUP) Jon Burrows mengatakan keluarga Karol Kelly telah mengalami penderitaan ulang akibat kegagalan yang ia sebut “katastrofal”. Ia menilai tujuan mendasar sistem peradilan adalah perlindungan publik, dan tujuan itu gagal dalam kasus ini.

Burrows menyatakan ia tidak puas dengan cara Long menangani kontroversi, mengatakan bahwa ketika ia mengangkat isu tersebut di Majelis minggu lalu, Long mengabaikannya. Ia menyebut perlunya fakta yang cepat dan bentuk pertanggungjawaban yang nyata.

Adapun Wakil Ketua Partai Alliance Eóin Tennyson menyatakan Long tidak pernah menyesatkan Majelis. Ia menuturkan menteri telah mencatat informasi yang diberikan kepadanya, dan begitu muncul kekhawatiran terhadap informasi itu, Long menulis kepada pembicara Majelis untuk meminta kesempatan berbicara di ruang sidang guna menyampaikan informasi tambahan.

Tennyson memuji keterbukaan, transparansi, dan kecepatan respons menteri terhadap isu-isu yang muncul dalam proses tersebut.