Teknologi

Intelijen dan OJK Bagikan Langkah Cegah HP Dibajak, Rekening Tak Teruras

×

Intelijen dan OJK Bagikan Langkah Cegah HP Dibajak, Rekening Tak Teruras

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Badan Intelijen & OJK Beri Tips Cegah HP Dibajak-Rekening Dikuras

jurnalistik.co.id – Kejahatan siber yang menargetkan ponsel dan rekening bank kini semakin beragam. Pelaku memanfaatkan kebiasaan sehari-hari, mulai dari kondisi koneksi yang dianggap praktis hingga kelalaian kecil saat mengakses layanan digital.

Karena ponsel dipakai untuk berbelanja, membayar tagihan, hingga melakukan transfer uang, keamanan perangkat menjadi bagian yang langsung menentukan keamanan finansial pengguna. Pada konteks ini, Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melalui panduan Mobile Device Best Practices menekankan pentingnya disiplin perlindungan perangkat seluler bagi pengguna Android maupun iPhone tanpa harus memasang aplikasi tambahan.

Di saat yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan saat melakukan transaksi digital. Intinya, perlindungan tidak berhenti pada kata sandi, tetapi harus mencakup pengamanan perangkat, kerahasiaan data, serta kehati-hatian pada kebiasaan penggunaan harian.

Langkah mengamankan perangkat dan koneksi

NSA mengingatkan agar pengguna lebih waspada terhadap penggunaan WiFi publik, seperti di area mal, kafe, stasiun, maupun bandara. Jaringan semacam ini berpotensi dipakai untuk melakukan serangan atau mengambil informasi ketika pengguna kurang berhati-hati. Kebiasaan lain yang sering dianggap sepele juga perlu diperbaiki, yakni membiarkan Bluetooth tetap aktif ketika tidak digunakan.

Selain mengendalikan fitur konektivitas, pengguna juga perlu menjaga ketahanan sistem dengan memperbarui perangkat. Pembaruan sistem operasi dan aplikasi disarankan dilakukan segera setelah tersedia, karena pembaruan mencakup penutupan celah keamanan yang sudah diketahui oleh penjahat. Risiko juga muncul saat mengisi daya di fasilitas umum, sehingga pengguna dianjurkan menghindari menghubungkan perangkat sembarangan ke port USB publik dan memilih adaptor serta sumber listrik yang dipercaya.

Untuk pengamanan dasar, pengguna disarankan memakai PIN enam digit dan mengaktifkan fitur hapus data otomatis setelah 10 kali percobaan sandi yang salah. Hindari menggunakan tanggal lahir, angka berurutan, atau pola yang mudah ditebak. Pola kata sandi yang terlalu “terang” akan mempermudah upaya penyerangan, terutama ketika perangkat berpindah tangan atau terjadi upaya akses yang tidak sah.

Bluetooth sebaiknya dimatikan setelah selesai digunakan. Kebiasaan membiarkan fitur ini menyala di tempat umum tidak hanya menambah jejak perangkat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyusupkan program pencuri data dari jarak dekat.

Untuk kebutuhan transaksi keuangan, pengguna disarankan menghindari WiFi publik. Jaringan gratis di mal, kafe, bandara, maupun stasiun dinilai sebagai sarang pencurian data. Pengguna juga perlu menghapus daftar jaringan WiFi yang tersimpan agar ponsel tidak terhubung otomatis ke jaringan asing.

Dalam urusan pengisian daya, pengguna dianjurkan menghindari colokan umum. Menurut panduan, colokan di tempat umum dapat menyusupkan data pencuri melalui kabel, sehingga kabel dan pengisi daya milik sendiri menjadi pilihan yang lebih aman.

Penataan aplikasi juga penting. Pengguna disarankan memasang aplikasi hanya dari toko resmi Google Play Store maupun App Store. Aplikasi yang sudah tidak digunakan sebaiknya dihapus karena bisa menjadi celah keamanan. Pengguna juga tidak disarankan membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, termasuk mengabaikan pesan jendela munculan atau pop-up yang tiba-tiba meminta unduhan tertentu.

Selain itu, pengguna disarankan tidak memodifikasi sistem ponsel dengan membuka hak akses penuh atau melakukan root maupun jailbreak. Langkah tersebut dinilai dapat mematikan seluruh perlindungan bawaan pabrik, sehingga perangkat menjadi lebih rentan terhadap penyusupan.

NSA juga menyarankan kebiasaan perawatan sederhana dengan restart ulang ponsel seminggu sekali. Langkah ini disebut dapat membantu membersihkan program mata-mata yang bersembunyi di memori ponsel.

Prinsip aman saat transaksi perbankan melalui HP

OJK menekankan prinsip kehati-hatian saat transaksi mobile banking. Pengguna tidak boleh pernah memberitahukan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank atau lembaga keuangan. Bank yang sah tidak akan meminta informasi tersebut.

Pengguna juga disarankan tidak menyimpan PIN atau kata sandi di ponsel dalam bentuk catatan, foto, atau pesan. Informasi itu sebaiknya dihafalkan atau disimpan di tempat yang tidak terhubung ke internet.

Ketika melakukan transaksi, pengguna diminta memeriksa nama penerima dan jumlah uang dengan teliti sebelum menekan tombol konfirmasi. Kesalahan satu digit dapat berakibat uang masuk ke rekening yang dikuasai penjahat. Setelah transaksi dilakukan, pengguna perlu menunggu notifikasi balasan dari bank dan membaca isinya dengan saksama.

Jika muncul transaksi yang tidak dilakukan, pengguna diminta segera menghubungi bank melalui nomor resmi yang tertera di bagian belakang kartu ATM, bukan nomor yang dikirim lewat pesan singkat.

Keamanan juga berkaitan dengan keberadaan kartu SIM. Jika kartu SIM hilang atau pindah tangan, pengguna diminta segera melaporkan ke bank agar nomor tersebut diblokir dari akses perbankan. Dalam panduan juga disebutkan bahwa penjahat dapat mencuri nomor ponsel untuk mengambil alih seluruh rekening.

Setelah selesai menggunakan aplikasi perbankan, pengguna perlu selalu menekan tombol Keluar atau Log Out. Jika pengguna berganti HP, seluruh data aplikasi perbankan juga harus dihapus sepenuhnya sebelum perangkat berpindah tangan ke orang lain.

Kontak pengaduan saat ada aktivitas mencurigakan

Jika terjadi aktivitas mencurigakan di rekening atau aplikasi mobile banking, pengguna dapat menghubungi nomor pengaduan berikut: Bank Mandiri 14000, BRI 14017, BNI 17000, dan BCA 1500888.

Pada akhirnya, keamanan ponsel dan rekening tidak ditentukan oleh harga perangkat atau kecanggihan aplikasi, melainkan oleh kedisiplinan pengguna menjaga kebiasaan sehari-hari. Mengurangi penggunaan jaringan yang tidak terpercaya, menonaktifkan koneksi yang tidak diperlukan, serta menjaga kerahasiaan data transaksi menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah ponsel menjadi pintu masuk ke rekening bank.