jurnalistik.co.id – Meta memperkenalkan perangkat AI fisik bernama Muse Charm dalam ajang Meta Connect 2026. Perangkat ini dirancang agar pengguna bisa mengakses asisten AI Muse tanpa harus bergantung pada ponsel, maupun kacamata pintar.
Dari segi bentuk, Muse Charm tampil seperti “hewan peliharaan” digital yang sempat populer pada era 1990-an. Visualnya mengarah pada kesan perangkat mungil yang mudah dibawa, sekaligus menjadi titik interaksi langsung dengan Muse.
Perangkat ini bekerja sebagai terminal fisik untuk berkomunikasi dengan Muse lewat suara. Pengguna tidak hanya berinteraksi melalui perintah suara, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih “hadir” karena bentuknya berupa perangkat genggam kecil.
Secara ukuran, Muse Charm mengusung layar OLED sekitar 2 inci. Layar tersebut mendukung pengalaman interaksi yang lebih terasa di perangkat, ketimbang hanya mengandalkan layar ponsel sebagai penghubung utama.
Meta menempatkan Muse Charm sebagai perangkat yang bisa dibawa ke mana saja dengan beberapa opsi pemakaian. Perangkat dapat dimasukkan ke saku, dikenakan menggunakan tali di pergelangan tangan, dipasang pada tas, hingga digantung sebagai gantungan kunci.
Menurut laporan Bloomberg News, rilis Muse Charm tergolong mengejutkan karena produk ini tidak sekadar variasi dari perangkat yang sudah ada. Perangkat tersebut disebut sebagai hasil karya laboratorium desain baru di perusahaan, yang dipimpin Alan Dye.
Alan Dye disebut sebagai mantan chief desainer interface Apple Inc. Di Meta, ia memimpin kelompok desain serta tim Superintelligence AI yang terlibat dalam pengembangan perangkat ini. Dengan demikian, Muse Charm diposisikan bukan hanya sebagai produk fungsional, tetapi juga sebagai bentuk eksplorasi desain antarmuka baru untuk AI.
Konektivitas 5G dan perangkat keras yang melengkapi interaksi
Berita Terkait
Salah satu pembeda yang ditekankan Meta adalah penyertaan modem 5G di dalam Muse Charm. Dengan dukungan ini, perangkat dapat terhubung ke Muse tanpa perlu bergantung pada jaringan Wi-Fi.
Untuk kebutuhan percakapan dan respons, Muse Charm juga dibekali mikrofon dan speaker. Gabungan kedua komponen ini membuat interaksi suara antara pengguna dan asisten AI dapat berlangsung langsung melalui perangkat.
Perangkat ini memuat port USB-C untuk kebutuhan pengisian dan konektivitas. Di sisi identifikasi pengguna, Muse Charm dilengkapi sensor sidik jari, sehingga proses akses dapat lebih terarah ke pengguna yang sesuai.
Meta juga menambahkan kamera pada bagian depan dan belakang. Kehadiran kamera tersebut memberi ruang bagi kemungkinan interaksi yang melibatkan pengamatan dari berbagai arah, sejalan dengan konsep perangkat AI mini yang bersifat lebih “dekat” dengan pengguna.
Dengan paket komponen tersebut, Muse Charm mencoba menghadirkan pengalaman asisten AI yang lebih melekat pada aktivitas sehari-hari. Pengguna tidak perlu membuka aplikasi atau menyiapkan perangkat tertentu; cukup membawa Muse Charm dan berinteraksi melalui suara.
Secara keseluruhan, Muse Charm dapat dibaca sebagai upaya Meta untuk memindahkan akses ke AI dari layar ponsel menuju perangkat mandiri berukuran kecil. Bentuknya yang fleksibel untuk dipakai atau digantung, layar OLED sekitar 2 inci, serta konektivitas 5G menjadi fondasi utama untuk pengalaman tersebut.
Lewat pendekatan desain yang mengingatkan pada perangkat “peliharaan” digital seperti Tamagotchi era 1990-an, Meta juga tampak ingin membuat teknologi terasa lebih personal. Muse Charm diposisikan sebagai terminal fisik yang memperkuat hubungan antara pengguna dan asisten AI Muse melalui suara.
Di saat perangkat asisten AI umumnya bergantung pada ekosistem ponsel, kehadiran Muse Charm menawarkan alternatif yang lebih ringkas. Dengan kombinasi perangkat keras—mikrofon, speaker, USB-C, sensor sidik jari, serta kamera depan dan belakang—Meta menargetkan interaksi yang lebih langsung dan praktis.
Dengan kata lain, Muse Charm bukan sekadar aksesori, melainkan perangkat yang dirancang untuk menjadi tempat komunikasi AI berlangsung. Meta menempatkan produk ini sebagai jembatan menuju pengalaman Muse yang dapat diaktifkan kapan saja, tanpa harus menyiapkan ponsel atau kacamata pintar.












