jurnalistik.co.id – Phil Schiller, salah satu eksekutif paling menonjol dan berpengaruh di Apple sejak era Steve Jobs hingga Tim Cook, dikabarkan telah mundur dari jabatannya sebagai pimpinan App Store serta acara produk. Langkah ini muncul setelah sejumlah perubahan terkait App Store Apple di Eropa, yang baru-baru ini dilakukan.
Schiller berusia 66 tahun. Ia tercatat menjabat sebagai wakil presiden senior di bidang marketing Apple sebelum kemudian mengundurkan diri dari pos tersebut pada tahun 2020.
Menurut orang-orang yang mengetahui perubahan ini, pengunduran diri tersebut dilakukan sebelum pengambilalihan peran pimpinan berikutnya di perusahaan. Para sumber itu juga meminta namanya tidak disebutkan karena perubahan dimaksud belum diumumkan secara resmi.
Sepanjang kariernya, Schiller dikenal karena memperkenalkan berbagai produk penting Apple. Ia juga disebut sebagai pengambil keputusan utama dalam pengembangan sejumlah perangkat, termasuk iPhone, iPad, iPod, dan beragam model Mac.
Bersama Steve Jobs, Schiller turut memimpin pembentukan App Store. Peran historisnya itu membuat perubahan posisi di App Store menjadi perhatian, terutama di tengah pergeseran kebijakan yang tengah bergulir.
Pengunduran diri Schiller terjadi tepat sebelum John Ternus mengambil alih jabatan CEO pada hari Selasa. Dalam skema kepemimpinan yang baru, Tim Cook yang sebelumnya menggantikan Jobs pada tahun 2011 akan beralih menjadi executive chairman.
Berita Terkait
Tim Cook memimpin Apple selama 15 tahun sejak mengambil alih kepemimpinan dari Jobs. Dengan adanya pergeseran tersebut, perubahan di lingkup App Store menjadi bagian dari transisi yang lebih luas menjelang susunan peran eksekutif yang baru.
Dalam lanskap perusahaan yang bergerak cepat, perpindahan posisi di area seperti App Store bukan hanya soal struktur jabatan. App Store selama ini terhubung erat dengan strategi produk, pemasaran, dan bagaimana Apple menampilkan ekosistem aplikasinya kepada pengguna, sehingga mundurnya Schiller menandai titik perubahan yang signifikan di level pengambilan keputusan.
Dengan belum adanya pengumuman resmi, detail transisi dari peran Schiller masih bergantung pada informasi dari orang-orang yang mengetahui situasi tersebut. Namun, kronologi yang disebutkan—dari mundurnya Schiller, periode menjabatnya yang berakhir pada 2020, hingga kaitannya dengan pengambilalihan CEO oleh John Ternus pada hari Selasa—memberi gambaran bahwa perubahan di App Store berlangsung bersamaan dengan masa transisi kepemimpinan Apple.
Perubahan posisi Schiller di App Store dan acara produk juga dipandang sebagai respons dari rangkaian penataan yang belakangan ini berjalan terkait App Store di Eropa. Karena App Store bukan sekadar layanan distribusi, setiap penyesuaian kebijakan di kawasan tersebut biasanya berdampak pada cara perusahaan mengelola keputusan produk dan prioritas promosi.
Dalam riwayatnya di Apple, Schiller berangkat dari periode ketika Jobs masih menjadi figur utama, lalu terus berlanjut ketika Tim Cook mengambil alih kepemimpinan. Ia pernah memegang mandat senior di bidang pemasaran sebelum mundur pada 2020, dan sepanjang itu namanya melekat dengan berbagai terobosan yang memperkuat arah pengembangan lini perangkat Apple.
Yang menarik dari kronologi yang disebutkan adalah urutan waktunya: pengunduran diri Schiller disebut terjadi tepat sebelum John Ternus resmi mengambil alih jabatan CEO pada hari Selasa. Pada saat yang sama, skema peran baru juga mengarah pada perpindahan Tim Cook menjadi executive chairman, sehingga perubahan pada lingkup App Store tampak berjalan beriringan dengan restrukturisasi jabatan eksekutif di level puncak.
Meski detail transisi belum diumumkan secara resmi, informasi yang beredar menekankan bahwa pembahasan internal mengenai pengambilalihan peran berikutnya berlangsung lebih dulu daripada publikasi resmi. Karena itu, narasi yang muncul masih bertumpu pada keterangan dari pihak yang mengetahui situasi, yang juga memilih untuk tidak disebutkan agar kerahasiaan perubahan tetap terjaga sampai saat pemberitahuan resmi dilakukan.












