jurnalistik.co.id – Polda Metro Jaya mengundang kreator konten Bigmo alias Muhammad Jannah untuk memberikan klarifikasi terkait siaran langsung yang diduga memuat promosi rokok elektrik (vape) sekaligus melibatkan anak-anak di YouTube.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa Bigmo dijadwalkan menjalani klarifikasi pada Senin, 10 Agustus 2026.
Budi menjelaskan bahwa proses klarifikasi tersebut dilakukan untuk menjawab rangkaian dugaan yang menjadi dasar aduan masyarakat yang ditangani pihak kepolisian.
Menurut Budi, penyelidikan telah dimulai dengan meminta keterangan dari pihak pengadu. Thulus Pardosi, yang disebut berprofesi sebagai advokat, telah dimintai keterangannya pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Setelah itu, penyelidik juga meminta keterangan dari orangtua empat anak yang disebut terlibat dalam konten yang menjadi sorotan pada Senin, 3 Agustus 2026.
Hari ini, pemeriksaan berlanjut kepada saksi berinisial F yang memiliki rekaman siaran langsung Bigmo. Rekaman tersebut disebut menjadi bagian yang dijadikan dasar aduan.
Budi mengatakan penyelidikan masih berjalan dengan melakukan pendalaman dugaan pelibatan anak dalam promosi tersebut. Dalam prosesnya, penyelidik juga menganalisa barang bukti digital serta dokumen yang berkaitan dengan laporan.
“Penyelidikan masih dilakukan pendalaman dugaan pelibatan anak dalam promosi tersebut serta menganalisa barang bukti digital dan dokumen terkait,” kata Budi saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026).
Dari sisi kronologi, aduan terhadap Bigmo diterima oleh Polda Metro Jaya dalam bentuk laporan masyarakat. Budi menyebut laporan tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang.
Ia menjelaskan bahwa laporan itu disampaikan oleh kelompok advokat pada Sabtu, 1 Agustus 2026 dini hari.
Budi menyampaikan, Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya menerima laporan pengaduan terkait dugaan eksploitasi anak secara ekonomi dalam tayangan siaran langsung di media sosial.
Berita Terkait
Dalam keterangannya, Budi menegaskan bahwa laporan tersebut masih berstatus Dumas. Status ini, menurut penjelasan yang disampaikan, terkait dengan fakta bahwa korban adalah anak-anak yang identitasnya belum diketahui.
Karena itu, tindak lanjut yang sedang dilakukan adalah mengidentifikasi anak-anak yang terlibat dalam konten dimaksud.
Klarifikasi yang dijadwalkan terhadap Bigmo menjadi bagian dari rangkaian langkah penyidikan yang tengah berjalan. Jadwal pemeriksaan yang ditentukan, pada saat yang sama, memberi ruang bagi pihak terlapor untuk menyampaikan keterangan sesuai materi dugaan yang dilaporkan.
Selain klarifikasi terhadap kreator konten, pihak penyelidik juga menempatkan pemeriksaan saksi dan penelusuran bukti digital sebagai tahapan penting untuk memperjelas keterkaitan anak-anak dalam tayangan tersebut.
Penyelidikan yang dilakukan juga diarahkan untuk menilai konteks tayangan siaran langsung yang dinilai mempromosikan vape, termasuk bagaimana unsur pelibatan anak muncul dalam konten.
Upaya pendalaman ini dilakukan lewat analisis barang bukti digital dan dokumen terkait yang sudah dikumpulkan dari proses pemeriksaan sebelumnya, mulai dari keterangan pengadu hingga keterangan yang berasal dari keluarga anak yang disebut terlibat.
Dengan tahapan yang sedang berjalan, pihak kepolisian tetap memerlukan pemetaan identitas anak-anak yang terlibat agar proses pemeriksaan dapat bergerak pada level yang lebih lanjut sesuai mekanisme penanganan perkara.
Di tengah proses tersebut, pemeriksaan terhadap saksi F yang memiliki rekaman siaran langsung turut menjadi salah satu pijakan. Rekaman tersebut disebut menjadi dasar aduan yang kemudian ditelusuri lebih jauh dalam tahap pendalaman.
Selanjutnya, klarifikasi pada Senin, 10 Agustus 2026 diharapkan dapat melengkapi informasi yang sudah diperoleh melalui pemeriksaan sebelumnya, sehingga pihak penyelidik memiliki gambaran yang lebih utuh terkait dugaan dalam laporan.
Selama proses masih berfokus pada pendalaman Dumas dan identifikasi pihak terkait, keterangan dari seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian peristiwa akan menjadi bahan kajian untuk memastikan langkah berikutnya sesuai hasil pemeriksaan.
Dengan demikian, jadwal klarifikasi terhadap Bigmo menjadi salah satu tahapan yang dijalankan bersamaan dengan pendalaman dugaan pelibatan anak, analisis bukti digital, serta upaya identifikasi korban yang masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.












