jurnalistik.co.id – Spotify akan menghadirkan label khusus yang menandai kemungkinan sebuah profil artis dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Mulai paruh pertama September, fitur itu akan memberi tahu pendengar ketika identitas yang ditampilkan “may be AI-generated” dan “does not represent a real person”.
Menurut perusahaan, langkah ini dipilih untuk meningkatkan transparansi tentang apa yang sedang didengar. Spotify menekankan bahwa badge AI Persona hadir sebagai bentuk kejelasan, setelah sejumlah penggemar menyampaikan keberatan ketika menemukan profil yang terlihat seperti manusia, tetapi ternyata berasal dari AI.
Keputusan ini juga datang di tengah kekhawatiran yang sudah lama bergulir dalam industri musik: musik yang dibantu AI tidak hanya soal kualitas, tetapi juga soal hubungan antara pencipta dan pendengar. Spotify memposisikan label sebagai jalan untuk membangun kepercayaan yang lebih tegas di era generatif.
Seorang musisi, Alex Winn, menilai fitur tersebut sebagai perkembangan yang “really good thing”. Ia mengatakan, “It almost separates the people who have created music properly from the people just using AI,” seraya berharap pendengar bisa memahami siapa yang benar-benar terlibat dalam proses penciptaan.
Winn juga menyoroti aspek emosional dalam mendengarkan musik. Baginya, musik bukan sekadar hasil teknologi, karena pendengar ingin bisa “connect emotionally with music”. Ia menegaskan, “AI can’t really do that,” dan melihat label sebagai alat bantu agar orang dapat menentukan pilihan dengan lebih sadar.
Ia berharap transparansi itu berdampak pada cara pengguna menjelajah karya. Label AI, menurut Winn, dapat membantu pendengar menentukan kebiasaan mendengarnya dan, pada saat yang sama, mengarahkan perhatian ke artis lain. Ia menambahkan harapan agar persaingan menjadi lebih seimbang, mengingat band-band “are finding it hard to compete” bahkan sebelum hadirnya kemunculan “some AI bands taking over”.
Spotify juga mengingat bahwa sebagian pengguna sebelumnya sudah membangun cara mandiri untuk meminimalkan kemunculan konten yang dicurigai AI. BBC sebelumnya melaporkan seorang pendengar yang, setelah melihat daftar putarnya makin dipenuhi lagu-lagu yang ia duga AI-generated, akhirnya membuat alat untuk memberi label sekaligus memblokirnya secara otomatis.
Dalam pernyataannya, Spotify menyebut bahwa hubungan artis–penggemar tidak bisa dibangun tanpa fondasi yang jelas. Perusahaan mengatakan, “true artist-fan connection can only be built on a foundation of trust and authenticity”. Spotify menambahkan, “In music, that means listeners need to be able to trust that the artist behind the music is who they say they are,” dan menegaskan bahwa hal itu “is more essential than ever in the age of generative AI.”
Bagaimana badge akan muncul
Berita Terkait
Label AI Persona tidak akan disembunyikan. Badge itu akan tampil pada banner dan bagian “about” di profil artis. Spotify juga menyatakan akan ada catatan ketika profil tersebut muncul dalam hasil pencarian serta saat tampil dalam daftar putar.
Spotify menambahkan aturan penting untuk rekomendasi. Artis yang memakai badge AI Persona tidak akan tampil dalam rekomendasi yang dipersonalisasi, kecuali pengguna memang sudah mengikuti artis tersebut. Dengan kata lain, sistem rekomendasi tidak diarahkan untuk memperkenalkan profil berlabel AI kepada pengguna yang belum memiliki relasi.
Perusahaan menegaskan bahwa badge berkaitan dengan “artist’s public identity”, bukan tentang bagaimana musik dibuat. Spotify mengakui bahwa penggunaan alat AI dalam penciptaan kini juga terjadi pada sebagian musisi manusia, sehingga yang ditandai adalah identitas publik yang ditampilkan, bukan proses produksi di balik layar.
Kredensial “AI Credits” dan proses peninjauan
Spotify menuturkan bahwa saat ini musisi dapat bersikap transparan melalui fitur AI Credits ketika membuat lagu. Perusahaan menyatakan terdapat “tens of thousands of submissions” setiap hari untuk fitur tersebut, menunjukkan bahwa pengungkapan berbasis informasi sudah berlangsung.
Meski begitu, Spotify berharap profil yang berpotensi memenuhi kriteria label dapat mengungkapkan diri dengan cara yang sama. Namun, perusahaan juga akan melakukan peninjauan terhadap akun yang dinilai memenuhi kriteria dan kemudian diberi badge AI Persona.
Setelah akun diberi label, Spotify memberi kesempatan kepada artis untuk melakukan pengungkapan mandiri atau mengajukan banding. Pada badge yang muncul nantinya, akan ada catatan apakah sang artis sudah transparan sejak awal, atau apakah Spotify yang perlu meninjau akun tersebut sebelum pelabelan dilakukan.
Dengan mekanisme tersebut, Spotify tampak berupaya menempatkan transparansi bukan semata-mata sebagai penilaian sepihak, tetapi sebagai proses yang bisa diverifikasi dan ditinjau ulang. Bagi pendengar, badge yang muncul di berbagai titik—profil, pencarian, hingga daftar putar—diharapkan membuat keputusan mendengarkan terasa lebih informatif.
Jika kebijakan ini berjalan sesuai rencana, paruh pertama September menjadi penanda baru bagi ekosistem musik digital. Spotify mencoba memberi ruang bagi kejelasan identitas, sekaligus menjaga agar pendengar tetap memiliki kontrol ketika bertemu artis-artis baru di platform.







