Teknologi

Surge (WIFI) Perkirakan Margin EBITDA 50–60%, Mengantisipasi Penurunan hingga 50%

×

Surge (WIFI) Perkirakan Margin EBITDA 50–60%, Mengantisipasi Penurunan hingga 50%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Proyeksi Margin EBITDA Surge (WIFI), Bisa Susut ke 50% - Market

jurnalistik.co.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menyampaikan proyeksi kinerja jangka panjang dengan menempatkan margin EBITDA pada kisaran 50%–60%. Penilaian tersebut disampaikan perseroan dalam public expose daring pada Senin (7/9/2026).

Direktur Surge atau WIFI, Shannedy Ong, mengatakan pihaknya menargetkan agar rentang margin EBITDA tetap bertahan di level yang relatif tinggi. Ia menyebut perseroan telah mempertimbangkan strategi ekspansi yang dilakukan untuk mendukung pencapaian kisaran tersebut.

Menurut Shannedy, keyakinan perseroan datang dari rencana kelanjutan investasi pada seluruh lini bisnis. Langkah ini, menurutnya, menjadi upaya untuk menjaga margin EBITDA tetap berada dalam kisaran yang telah ditetapkan.

Dalam paparannya, Shannedy juga menyinggung adanya ekspansi yang bersifat agresif pada segmen fixed wireless access (FWA). Perseroan memandang kombinasi investasi dan arah ekspansi itu dapat membantu mempertahankan margin pada rentang yang ditargetkan.

Proyeksi margin EBITDA 50%–60% untuk jangka panjang

WIFI memproyeksikan margin EBITDA bergerak di level 50% sampai 60% dalam jangka waktu yang lebih panjang. Proyeksi tersebut tidak disajikan sebagai angka tunggal, melainkan rentang yang menunjukkan ruang pergerakan kinerja perseroan.

Shannedy menegaskan bahwa perseroan memiliki fokus untuk mempertahankan range margin EBITDA tersebut. Ia menyebut perseroan telah mempertimbangkan ekspansi yang dijalankan, termasuk pada FWA, sehingga kisaran 50%–60% dianggap realistis untuk dijaga.

Dengan pendekatan tersebut, manajemen berupaya agar kinerja operasional tetap menghasilkan margin yang kuat. Namun, perseroan juga tetap menunjukkan bahwa margin yang dicapai dalam periode berjalan berada pada level tertentu dan dapat mengalami penyesuaian dibanding periode sebelumnya.

Kinerja semester I-2026: laba bersih dan EBITDA meningkat

Berdasarkan kinerja semester I-2026, WIFI mencatat laba bersih sebesar Rp331,2 miliar. Angka tersebut tumbuh 45% secara tahunan, yang menunjukkan adanya peningkatan hasil dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp948,9 miliar. Nilai EBITDA tersebut tumbuh 117% secara year-on-year dan naik 13% secara quarter-to-quarter.

Meski demikian, perseroan mencatat margin EBITDA berada di level 60,4% pada semester I-2026. Manajemen menyatakan margin tetap terjaga di angka tersebut, walau lebih rendah dibandingkan margin EBITDA sebesar 85,2% pada semester I 2025.

Perbandingan ini menegaskan adanya pergeseran tingkat margin dari semester I-2025 ke semester I-2026. Meski margin EBITDA mengalami penurunan secara persentase, perseroan tetap menunjukkan pertumbuhan EBITDA dan laba bersih yang tercermin pada angka-angka semester berjalan.

Dengan capaian laba bersih dan EBITDA yang meningkat, perseroan memproyeksikan bahwa pengelolaan investasi di berbagai lini bisnis dapat membantu menjaga profitabilitas yang berkualitas dalam jangka panjang. Proyeksi margin EBITDA 50%–60% kemudian ditempatkan sebagai target rentang yang ingin dipertahankan melalui strategi investasi dan ekspansi yang telah dipersiapkan.

Secara keseluruhan, WIFI menempatkan rencana investasi berkelanjutan sebagai salah satu pilar untuk mempertahankan performa margin EBITDA. Proyeksi yang disampaikan juga menjadi kelanjutan dari gambaran kinerja semester I-2026 yang menunjukkan pertumbuhan EBITDA, meski margin persentase berada di bawah level semester I 2025.

Manajemen juga mengaitkan proyeksi jangka panjang margin EBITDA dengan rencana kelanjutan investasi pada seluruh lini bisnis serta arah ekspansi yang sedang ditempuh. Dalam pandangan perseroan, kombinasi tersebut menjadi dasar agar kinerja operasional tetap mampu menghasilkan margin pada rentang yang ditargetkan, termasuk melalui penguatan di segmen fixed wireless access (FWA).

Pada saat yang sama, capaian pada semester I-2026 memperlihatkan momentum pertumbuhan. Laba bersih tercatat Rp331,2 miliar atau naik 45% secara tahunan, sementara EBITDA mencapai Rp948,9 miliar dengan kenaikan 117% year-on-year dan 13% quarter-to-quarter. Walaupun margin EBITDA berada di 60,4%, perseroan menempatkan capaian tersebut sebagai bukti bahwa profitabilitas tetap terjaga, meski persentasenya berbeda dibanding semester I-2025.

Perseroan menyatakan bahwa penurunan margin EBITDA secara persentase tidak mengubah tujuan pengelolaan profitabilitas dalam jangka panjang. Proyeksi rentang 50%–60% menjadi pedoman yang ingin dipertahankan melalui strategi investasi dan ekspansi yang telah dipersiapkan, sehingga ruang penyesuaian selama periode berjalan tetap dapat dikelola tanpa meninggalkan arah target.