jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak ke zona merah pada perdagangan Senin, 7 September 2026, tepat pada jeda Sesi I. Di tengah kondisi bursa kawasan yang cenderung lebih baik, IHSG justru ditutup melemah secara terbatas.
Pada jeda Sesi I, IHSG ditutup pada level 6.628. Indeks melemah 0,12% dibanding penutupan pada akhir pekan sebelumnya, menunjukkan tekanan yang relatif ringan namun tetap mengubah arah pergerakan.
Perubahan arah ini terjadi saat mayoritas pasar Asia lainnya melaju dengan tren penguatan. Di sisi domestik, IHSG sempat kehilangan kendali sehingga berada di bawah tekanan jual pada bagian awal sesi.
Aktivitas perdagangan hingga siang hari mencatat nilai transaksi sebesar Rp8,47 triliun. Perdagangan ditopang oleh perputaran saham sebanyak 24,56 miliar lembar dengan frekuensi transaksi mencapai 1,32 juta kali.
Dari sisi komposisi pergerakan, jumlah saham yang mengalami penurunan tercatat sebanyak 292. Sementara itu, saham yang menguat berjumlah 293, sedangkan sisanya sebanyak 203 saham stagnan atau tidak bergerak.
Dengan komposisi tersebut, dinamika pasar terlihat cenderung seimbang untuk jumlah emiten yang bergerak naik maupun turun. Namun, IHSG tetap ditutup melemah tipis karena tekanan pada sejumlah saham berkontribusi lebih besar pada indeks.
Beberapa saham menjadi penekan utama pada papan perdagangan. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 11% dan menjadi salah satu top losers pada sesi ini.
Selain HOPE, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) juga mengalami pelemahan tajam hingga 9,88%. Pergerakan AKSI ikut menambah tekanan terhadap sentimen perdagangan pada jam-jam awal.
Berita Terkait
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) terpangkas 9,86%. Penurunan pada beberapa nama tersebut memperlihatkan bahwa walaupun pergerakan IHSG relatif terbatas, selektivitas masih kuat di tengah sesi.
Secara keseluruhan, hasil jeda Sesi I menggambarkan pasar yang bergerak dalam dua arus sekaligus. Di satu sisi, ada kecenderungan penguatan pada bursa-bursa Asia lainnya. Di sisi lain, IHSG domestik tetap kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,12%.
Angka-angka transaksi yang cukup besar juga menunjukkan minat pelaku pasar tetap aktif pada rentang waktu tersebut. Nilai Rp8,47 triliun, 24,56 miliar saham, serta 1,32 juta kali frekuensi menjadi gambaran bahwa arus perdagangan berlangsung intens, meski arah akhirnya mengarah pada pelemahan tipis indeks.
Bagi pelaku pasar, komposisi 292 saham melemah dan 293 saham menguat mengindikasikan bahwa pasar tidak sepenuhnya terkunci dalam penurunan. Meski demikian, level IHSG yang berakhir di 6.628 menandakan tekanan jual masih cukup terasa untuk menjaga indeks tetap berada di bawah area netral selama jeda Sesi I.
Dengan demikian, jeda Sesi I pada Senin, 7 September 2026, mencerminkan pasar yang selektif: transaksi berjalan ramai, tetapi sejumlah saham berkapitalisasi tertentu serta pergerakan top losers mendorong IHSG melemah 0,12% ke level 6.628. Pada saat yang sama, tren penguatan di bursa Asia lainnya menjadi latar yang kontras terhadap arah IHSG domestik.
Meskipun IHSG ditutup terkoreksi tipis, komposisi pergerakan yang nyaris sejajar antara saham menguat dan melemah memperlihatkan pasar tidak sepenuhnya didominasi sentimen negatif. Keadaan ini terlihat dari selisih yang sangat sempit, yakni 292 saham turun berbanding 293 saham naik, sementara 203 saham lainnya memilih stagnan. Dengan pola seperti itu, arah indeks menjadi lebih terpengaruh oleh pergerakan beberapa emiten tertentu.
Peran saham-saham yang menjadi penekan juga tampak dari besarnya koreksi pada daftar top losers. HOPE melemah 11%, disusul AKSI yang terkoreksi hingga 9,88%, serta AGAR yang turun 9,86%. Kombinasi penurunan tersebut membuat tekanan jual pada papan perdagangan tetap terasa, sehingga IHSG kembali berada di bawah batas netral pada jeda Sesi I meski pergerakan bursa Asia lainnya cenderung menguat.
Dari sisi aktivitas, jeda Sesi I justru menunjukkan ritme transaksi yang tinggi dengan nilai mencapai Rp8,47 triliun, disertai perputaran saham 24,56 miliar lembar dan frekuensi transaksi sekitar 1,32 juta kali. Aktivitas yang ramai ini mengindikasikan pelaku pasar terus melakukan penyesuaian posisi di tengah perbedaan arah antara sentimen regional dan dinamika domestik. Pada akhirnya, intensitas perdagangan tersebut tetap berujung pada pelemahan IHSG 0,12% ke level 6.628.












