Teknologi

Uji Coba Tahap II MLFF Segera Dilaksanakan, Penentu Implementasi Tol Nirsentuh Tanpa Henti

×

Uji Coba Tahap II MLFF Segera Dilaksanakan, Penentu Implementasi Tol Nirsentuh Tanpa Henti

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Uji Coba Kedua MLFF Segera Digelar: Penentu Menuju Implementasi Sistem Tol Nirsentuh

jurnalistik.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan uji coba tahap kedua sistem pembayaran jalan tol nirsentuh tanpa henti, atau Multi Lane Free Flow (MLFF), segera dilaksanakan dengan cakupan yang lebih luas.

Pengujian ini dirancang sebagai langkah lanjutan menuju implementasi yang lebih matang, sebelum teknologi MLFF memasuki tahap komersialisasi penuh. Pemerintah menegaskan, sistem pembayaran tol tanpa setop tersebut berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS).

Menurut Kementerian PU, uji coba tahap kedua akan dijalankan melalui skema setengah komersial. Dengan pendekatan itu, pengujian diharapkan memberi gambaran yang lebih nyata tentang kesiapan sistem saat diterapkan dalam skala lebih besar.

Langkah pemerintah juga disebut menjadi bagian dari proses evaluasi menyeluruh agar teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Pengujian lanjut diharapkan dapat menjadi rujukan untuk menentukan kelanjutan skema pengembangan MLFF ke depannya.

Melibatkan lebih banyak pihak dalam skala setengah komersial

Pada uji coba tahap kedua, skala pengujian ditingkatkan dengan melibatkan volume kendaraan yang lebih beragam, serta melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Pemerintah menyebut keterlibatan beberapa instansi untuk memastikan pengujian berjalan lebih representatif.

Sejumlah pihak yang direncanakan terlibat antara lain kepolisian, pengelola Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dengan melibatkan banyak unsur, pemerintah berharap data uji yang diperoleh dapat dipakai untuk menilai kesiapan teknis maupun operasional sistem.

Pengujian direncanakan kembali dilakukan di Jalan Tol Bali Mandara dengan skema setengah komersial. Melalui skema tersebut, pemerintah ingin menguji langsung teknologi dalam konteks penerapan yang mendekati kondisi sebenarnya.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan pengujian secara hati-hati untuk memastikan penerapan MLFF sesuai dengan kondisi Indonesia. “Secara jujur kita harus kaji, apakah MLFF ini memang bagus dan sesuai dengan kondisi kita. Tugas saya mempercepat agar prosesnya jelas dan tidak mengambang terlalu lama,” ujar Dody dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9/2026).

Dody juga menekankan tantangan pengujian tidak hanya berada pada sisi teknologi, tetapi juga pada keterlibatan banyak pihak. Ia menyatakan, “Sekarang tantangannya melibatkan banyak orang dan instansi. Kita mau tes beneran dalam skala setengah komersial. Nanti dari situ baru kelihatan apakah teknologi ini benar-benar siap atau tidak,” kata Dody.

Investasi pengembangan mencapai Rp4 triliun

Di tengah proses evaluasi, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) disebut telah mengucurkan investasi hingga Rp4 triliun untuk pengembangan sistem MLFF di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan besarnya komitmen pengembangan infrastruktur pembayaran jalan tol berbasis teknologi digital yang tengah dibangun.

Pemerintah menyatakan setiap keputusan terkait kelanjutan proyek akan mengacu pada kelayakan teknologi serta ketentuan kontrak yang berlaku. Dengan demikian, hasil uji coba tahap kedua menjadi salah satu penentu untuk menentukan langkah berikutnya.

Dody menjelaskan, pemerintah akan melakukan audit secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait investasi dan implementasi MLFF. Proses audit dimaksudkan agar evaluasi yang dilakukan tidak terbatas pada satu aspek, melainkan mempertimbangkan kebutuhan implementasi yang lebih luas.

Dengan rencana uji coba tahap kedua yang mencakup skema setengah komersial, pemerintah berharap tahapan pengujian bisa menghasilkan penilaian yang lebih jelas. Dari sana, teknologi MLFF diharapkan dapat dipastikan tingkat kesiapan dan kesesuaiannya sebelum memasuki fase komersial secara penuh.

Uji coba tahap kedua juga diarahkan untuk melihat konsistensi kinerja sistem pembayaran jalan tol nirsentuh ketika berhadapan dengan pola penggunaan yang lebih kompleks. Pemerintah berharap dari pengujian ini dapat terlihat bagaimana teknologi MLFF bekerja secara stabil dan dapat dioperasikan sesuai rancangan sebelum memasuki fase komersial penuh.

Melalui skema setengah komersial di Jalan Tol Bali Mandara, pemerintah menempatkan teknologi dalam situasi yang lebih mendekati kondisi nyata. Data yang terkumpul nantinya tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga mendukung penilaian operasional dari sisi kesiapan penerapan di lapangan.

Hasil pengujian kemudian menjadi bahan evaluasi menyeluruh yang mempertimbangkan kelayakan teknologi serta ketentuan kontrak yang berlaku. Pemerintah juga menegaskan proses audit akan dilakukan lebih luas agar keputusan lanjutan tidak hanya bertumpu pada satu sudut pandang, melainkan merangkum kebutuhan implementasi yang lebih menyeluruh.