jurnalistik.co.id – Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyatakan kekesalannya saat meninjau langsung proyek rehabilitasi Pasar Ngawen yang belum selesai. Tinjauan dilakukan pada Rabu (12/8/2026), menjelang masa kontrak yang tinggal dua hari.
Setyorini menekankan bahwa proyek tersebut seharusnya tuntas pada 13 Agustus 2026. Ia menilai keterlambatan pekerjaan membuat program yang menjadi tanggung jawab pelaksana tidak berjalan sesuai tenggat waktu.
“Ya keselnya kalau terlambat. Aku paling sebel kalau program aku ada kontraktor pekerja tidak tepat waktu,” ucap Sri Setyorini, sapaan Budhe Rini, saat meninjau proyek tersebut di lokasi. Menurutnya, respons paling penting adalah mempercepat penyelesaian pekerjaan yang belum tuntas.
Ia juga menyampaikan masukan kepada penggarap proyek pasar. “Harapan saya ya dari pelaksana ini nanti segera menyelesaikan saja,” kata Budhe Rini.
Atap belum rampung, pekerjaan kamar mandi tersisa
Dalam peninjauan itu, Sri Setyorini menyoroti sejumlah bagian yang belum diselesaikan. Ia menyebut fokus utama ada pada bagian atap dan beberapa pekerjaan lanjutan lain yang masih tertinggal.
“Ya yang jelas atap belum selesai. Terus ada ya sedikit berapa persen aja lah pekerjaan kamar mandi yang belum terselesaikan dan perapian,” terang Setyorini. Dengan sisa waktu yang pendek, ia berharap pelaksana bisa menuntaskan bagian-bagian tersebut hingga akhir masa kontrak.
Ia menilai, meski proyek berjalan, terdapat kekurangan pekerjaan yang seharusnya sudah bisa diselesaikan lebih awal. Setyorini juga menegaskan agar penggarap tidak mengulur waktu penyelesaian.
Progres pekerjaan dilaporkan masih berada di kisaran 90 persen. Data tersebut muncul ketika tinggal dua hari jelang berakhirnya kontrak, sehingga penyelesaian akhir menjadi sorotan utama.
Bupati Blora Arief Rohman ikut kecewa
Ketika meninjau proyek bersama jajaran pejabat daerah, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan kekecewaannya atas kondisi pembangunan yang belum tuntas. Peninjauan dilakukan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) pada Rabu (12/8/2026).
Berita Terkait
Arief Rohman menyebut bahwa pada 30 Juli 2026 ia juga sudah mengecek proyek rehabilitasi Pasar Ngawen. Ia mengatakan kala itu pihaknya telah mengingatkan adanya kebutuhan percepatan agar target akhir dapat tercapai.
“Terus terang kalau dikatakan kecewa ya kami kecewa karena ketika beberapa hari yang lalu kami sudah datang ke sini sudah kami ingatkan agar ada percepatan-percepatan,” ujar Arief Rohman. Ia memandang pengingat sebelumnya tidak cukup mendorong percepatan pelaksanaan.
Selain menilai progres yang belum selesai, Arief Rohman juga menegaskan pentingnya peninjauan bersama pejabat terkait. Ia menyebut keterlibatan sejumlah unsur untuk memastikan proyek nasional tersebut tetap berada pada jalur yang diharapkan.
Arief Rohman juga menjelaskan alasan kehadiran Forkompimda dalam peninjauan. “Karena program nasional ya termasuk program prioritas. Kami beserta jajaran Forkopimda ini dengan Bu Wakil, Pak Ketua DPRD, Pak Kapolres, Pak Dandim, dari kejaksaan hadir di sini untuk meninjau progres pembangunan pasar ini,” katanya saat berada di lokasi.
Riwayat proyek dan target penyelesaian
Pasar Ngawen sebelumnya mengalami kebakaran pada 9 Januari 2024. Setelah peristiwa tersebut, pasar mendapatkan proyek rehabilitasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan anggaran Rp 30 miliar.
Kerugian yang ditaksir akibat kebakaran mencapai Rp 30,79 miliar. Proses pembangunan kemudian kembali berjalan pada November 2025, dengan anggaran Rp 30 miliar dan target rampung pada Juli 2026.
Namun, proyek rehabilitasi Pasar Ngawen disebut mengalami keterlambatan dibanding masa kontrak yang disepakati sebelumnya. Pada pelaksanaan awal, proyek dimulai pada 17 November 2025 dan seharusnya selesai pada 14 Juli 2026 dengan masa kalender 240 hari.
Dalam periode itu, progres pembangunan disebut masih mencapai 80 persen. Karena kondisi tersebut, kontraktor kemudian mendapatkan revisi adendum perjanjian selama 30 hari, sehingga total masa kalender berubah menjadi 270 hari.
Dari penyesuaian tersebut, proyek diharapkan bisa selesai pada 13 Agustus 2026. Hingga saat peninjauan pada Rabu (12/8/2026), progres yang dilaporkan masih sekitar 90 persen, sehingga penyelesaian bagian akhir menjadi penentu apakah target kontrak dapat terpenuhi.
Kondisi inilah yang kemudian memunculkan respons dari Sri Setyorini dan Arief Rohman. Kekesalan yang disampaikan lebih berfokus pada ketidaksesuaian waktu penyelesaian serta pekerjaan yang masih tertinggal, terutama atap serta sisa pekerjaan kamar mandi dan perapian.
Bagi pihak pemerintah daerah, masa kontrak yang tersisa menjadi alasan mengapa peninjauan dilakukan dan penekanan percepatan kembali disampaikan. Dengan tenggat yang semakin dekat, perhatian terhadap penyelesaian akhir proyek menjadi bagian dari upaya memastikan rehabilitasi Pasar Ngawen dapat tuntas sesuai jadwal yang ditetapkan.












