jurnalistik.co.id – WhatsApp mengumumkan hadirnya kontrol orang tua yang bersifat opsional untuk remaja. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari pemerintah dan regulator agar pengalaman digital anak lebih sesuai usia.
Melalui pembaruan tersebut, orang tua akan memperoleh sejumlah opsi pengaturan privasi untuk akun remaja. Di antaranya, mereka dapat diberi pemberitahuan ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup.
WhatsApp juga menyatakan orang tua bisa menentukan batasan privasi pada akun remaja. Perusahaan menegaskan bahwa kontrol yang diberikan tidak mencakup akses terhadap isi pesan yang dikirim maupun diterima, termasuk panggilan, yang tetap dilindungi enkripsi ujung-ke-ujung.
Kontrol ini disebut opsional, sehingga penerapan dan penggunaannya diserahkan pada pilihan keluarga. Social media analyst Matt Navarra menilai pendekatan tersebut sebagai “kelemahan yang jelas” karena tidak otomatis menjangkau semua remaja.
Navarra menyebut langkah ini cukup “praktis” bagi Meta—pemilik WhatsApp. Alasannya, tanggung jawab dibagi tidak hanya pada verifikasi usia, tetapi juga pada peran orang tua dan remaja dalam mengaktifkan fitur pengaman yang tersedia.
Namun, ia juga menyoroti pertanyaan besar yang belum terjawab: apakah cukup banyak keluarga yang benar-benar akan memakai kontrol tersebut. Dengan kata lain, efektivitas sistem keamanan dapat bergantung pada kemauan keluarga untuk mengaktifkannya.
Di Inggris, usia minimum untuk menggunakan WhatsApp saat ini adalah 13 tahun, meski angka itu bisa berbeda di negara lain. WhatsApp menekankan bahwa orang tua dapat menyesuaikan atau mematikan kontrol kapan saja sesuai kebutuhan.
Proses pengaturan juga diposisikan mudah. Orang tua dapat membuat PIN, dan remaja perlu memasukkan PIN tersebut jika ingin mematikan kontrol yang sudah diterapkan.
Beberapa alat privasi baru mencakup pengaturan siapa yang dapat melihat foto profil anak. Orang tua juga bisa menentukan siapa yang diizinkan untuk menambahkan remaja ke dalam grup.
Selain pengaturan profil dan grup, WhatsApp turut menyediakan kontrol untuk penggunaan fitur Channels. Fitur ini memungkinkan organisasi dan figur publik untuk membagikan konten kepada pengguna, sehingga pengaturan orang tua dimaksudkan untuk menentukan batasannya bagi remaja.
Berita Terkait
Untuk Channels, WhatsApp menyediakan pilihan terkait tingkat konten. Remaja dapat memakai pengaturan bawaan 13+ untuk Meta AI yang bersifat opsional, atau menggunakan opsi yang lebih ketat bernama “Limited Content”.
Perusahaan menyampaikan bahwa seluruh kontrol dirancang untuk mendukung percakapan terbuka antara orang tua dan remaja mengenai cara menggunakan WhatsApp. Dalam kerangka itu, WhatsApp menegaskan pesan pribadi tetap dijaga kerahasiaannya.
Pembaruan ini hadir ketika industri teknologi menghadapi dorongan yang semakin kuat untuk memperbaiki cara mereka melindungi anak. Pemerintah dan regulator secara khusus menuntut perubahan agar platform lebih efektif menjaga anak-anak yang menggunakan layanan mereka.
Pada bulan Juni, pemerintah mengumumkan rencana pelarangan bagi anak di bawah 16 tahun untuk menggunakan platform media sosial. Pembatasan tersebut direncanakan berlaku mulai Maret 2027, dengan penggunaan langkah “highly effective age assurance” untuk memeriksa usia pengguna.
WhatsApp saat ini dikecualikan dari rencana pelarangan tersebut. Pemerintah menyebut alasan utamanya karena WhatsApp dipandang sebagai layanan pesan, bukan media sosial.
Dengan kondisi tersebut, kontrol orang tua yang opsional bisa dipahami sebagai upaya perantara: memberikan mekanisme keamanan tanpa mengubah status WhatsApp dari sisi kategori layanan. Meski demikian, pertanyaan tentang adopsi keluarga tetap menjadi titik krusial yang menentukan sejauh mana kontrol ini benar-benar memberi dampak.
Bagi keluarga yang memilih mengaktifkannya, WhatsApp menempatkan pemberitahuan aktivitas grup sebagai salah satu elemen untuk memantau konteks interaksi remaja. Pada saat yang sama, perusahaan menegaskan batas kontrol agar tidak berubah menjadi akses membaca percakapan.
Penegasan tersebut juga menjadi bagian dari strategi perlindungan privasi. Dengan tetap menjaga isi pesan dan panggilan melalui enkripsi ujung-ke-ujung, WhatsApp memosisikan kontrol orang tua lebih pada pengaturan dan batas akses, bukan pengungkapan konten.
Di sisi lain, pilihan untuk mengatur foto profil, kemampuan bergabung grup, serta batas konten pada Channels memberikan ruang bagi orang tua menyesuaikan pendekatan. Opsi antara pengaturan standar 13+ dan “Limited Content” diharapkan membantu keluarga memilih tingkat pembatasan yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
Pada akhirnya, pembaruan ini mempertemukan dua kepentingan: kebutuhan akan pengamanan bagi remaja dan penghormatan terhadap privasi komunikasi personal. WhatsApp menegaskan tujuan akhirnya adalah mendorong diskusi terbuka antara orang tua dan remaja agar penggunaan aplikasi dapat dilakukan dengan lebih terarah.












