jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas pengabdian dan capaian kinerja pelayanan kesehatan di daerah. Apresiasi tersebut ia sampaikan dalam momentum silaturahmi bersama nakes yang berlangsung di Hulontalo Ballroom.
Acara itu digelar bertepatan dengan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2026 pada Rabu, 30/9/2026. Dalam agenda tersebut, Gusnar juga menyampaikan penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri kepada Gorontalo.
Penghargaan yang diterima Gorontalo adalah kategori prestasi terbaik I tingkat regional Sulawesi pada akses dan kualitas layanan kesehatan tahun 2026. Gusnar menegaskan, penghargaan tersebut diserahkan secara langsung dalam rangkaian evaluasi DAK BOK Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Apresiasi untuk kerja tenaga kesehatan
Dalam sambutannya, Gusnar menilai keberhasilan program tidak bisa dilepaskan dari eksekusi di lapangan. Ia menyatakan bahwa upaya yang dilakukan jajaran kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan nyata dan memberi dampak.
“Sekemampuan apapun, Ketika program itu tidak mengalir dilapangan dan tidak dieksekusi, itu tidak ada artinya. maka pada kesempatan ini, saya ingin memberikan apresiasi yang sangat tinggi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kesehatan di Provinsi Gorontalo yang sudah bekerja keras selama ini” ungkap Gusnar.
Gusnar menyebut bahwa hasil yang diraih merupakan kerja keras bersama, sekaligus cerminan bahwa perhatian terhadap pelayanan kesehatan telah dijalankan secara sungguh-sungguh. Ia kemudian menekankan agar seluruh jajaran tetap menjaga semangat pengabdian meski tantangan tetap ada.
Target RPJMD dan pemantauan berkelanjutan
Di sisi lain, Gusnar juga menyoroti sejumlah pekerjaan yang belum mencapai target sesuai pencatatan dalam RPJMD 2026. Dua poin yang disebutnya adalah prevalensi stunting dan angka kematian ibu.
Berita Terkait
Ia menegaskan bahwa dua pekerjaan tersebut selalu menjadi perhatian melalui monitoring yang dilakukan oleh Presiden Prabowo serta Menteri Kesehatan. Dengan pemantauan tersebut, Gusnar menyampaikan adanya dorongan agar progres dapat terus diperbaiki.
Gusnar juga mengaitkan upaya perbaikan target dengan kondisi anggaran yang tengah mengalami efisiensi. Ia mendorong agar tenaga kesehatan tetap menjaga performa di lapangan supaya capaian tetap bergerak ke arah target yang ditetapkan.
“Kerja keras ini berada di tengah efisiensi, oleh sebab itu saya kembalikan lagi kepada Bapak Ibu semua, ini kondisi kita, ibarat mobil kita membutuhkan BBM, tetapi BBMnya terbatas, padahal capaian kita dituntut lebih baik, tapi saya yakin dan percaya Bapak Ibu semua akan terus bersama-sama dengan kita untuk bekerja lebih baik lagi untuk mencapai target-target angka yang sudah ditentukan” ujarnya.
Menurut Gusnar, efisiensi anggaran tidak boleh membuat upaya pelayanan melemah. Ia berharap dukungan dari para nakes agar pelaksanaan program tetap berjalan maksimal sehingga prestasi sektor kesehatan bisa dipertahankan.
Penyerahan penghargaan dan kategori penerima
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar yang juga didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang Otoluwa, menyerahkan penghargaan kepada lembaga dan kader kesehatan terbaik. Penyerahan penghargaan dilakukan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi yang dinilai berkinerja.
Kategori penghargaan yang disebutkan meliputi pengelolaan promosi kesehatan terbaik, dinas kesehatan yang aktif dalam pembinaan Posyandu dan kader. Selain itu, terdapat penghargaan untuk posyandu berprestasi serta kader kesehatan berprestasi dan terbaik cakupan layanan cek kesehatan gratis.
Gusnar menyampaikan bahwa capaian-capaian tersebut nantinya akan menjadi bahan pemaparan ke Kementerian untuk memperoleh dukungan tambahan anggaran. Ia menekankan bahwa alur anggaran dan dukungan untuk daerah ditentukan oleh kejelasan cerita program serta kepercayaan terhadap arah pembangunan.
“Semua anggaran ada di Jakarta dan mengalir ke daerah tergantung kita-kita, ceritanya apa dan paling penting kepercayaan. Jangan khawatir, Gorontalo itu sekarang berada dalam track pembangunan yang benar” kata Gusnar.
Dengan evaluasi DAK BOK Tahun 2026 ini, Gusnar berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus memperkuat pelaksanaan layanan kesehatan. Penghargaan Kemendagri yang diterima Gorontalo menjadi penguat atas kerja yang telah dilakukan, sekaligus menjadi dorongan agar target-target RPJMD, termasuk stunting dan angka kematian ibu, terus dikejar melalui kolaborasi di lapangan.












