Bisnis & Ekonomi

Rian Mahendra Resmi Kembali ke PO Haryanto, Ditunjuk Jadi Direktur Operasional

×

Rian Mahendra Resmi Kembali ke PO Haryanto, Ditunjuk Jadi Direktur Operasional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rian Mahendra Kembali ke PO Haryanto, Resmi Jadi Direktur Operasional

jurnalistik.co.id – Rian Mahendra resmi kembali mengemban jabatan di PO Haryanto. Putra Haji Haryanto ini kini dipercaya mengisi posisi Direktur Operasional perusahaan.

Kepulangan Rian ke perusahaan itu disambut langsung oleh Haji Haryanto. Ia menyampaikan bahwa kembalinya sang anak menjadi kabar yang membuatnya bersyukur.

Haji Haryanto juga mengingat, Rian sempat tidak berada di dalam pengelolaan PO Haryanto setelah sebelumnya dipecat pada 2022. Setelah jeda tersebut, Rian kembali bergabung dan mulai memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Menurut Haji Haryanto, tidak ada orangtua yang membenci anaknya. Ia menegaskan bahwa sejak lama dirinya telah memiliki harapan agar Rian ikut kembali mengelola perusahaan yang telah dibangun dari bawah.

“Mas Rian sudah tak gadang-gadang sejak lama. Tidak ada orangtua benci sama anak. Tidak mungkin,” ujar Haji Haryanto di garasi PO Haryanto di Jalan Lingkar Ngembalkulon, Kabupaten Kudus, dilansir dari TribunJateng, Minggu (5/7/2026).

Pernyataan itu ditegaskan lagi oleh Haji Haryanto dalam penjelasan lebih panjang mengenai cara orangtua memandang kesalahan. Ia menyatakan bahwa anak yang salah tetap perlu diingatkan agar kembali ke jalan yang baik.

“Orangtua pasti sayang sama anak. Kalau anak salah, harus diingatkan. Saya bisa sampai begini ya karena dididik sama orangtua. Dididik untuk kebaikan,” tambahnya.

Ia mengaku menanamkan nilai agama kepada anak-anaknya sejak dulu. Haji Haryanto menyebut kebiasaan seperti menjalankan shalat lima waktu, gemar bersedekah, hingga memiliki kepedulian kepada sesama.

Baginya, pembinaan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menuturkan bahwa pandangannya saat ini berbeda dengan masa kecilnya yang dulu harus berjuang secara ekonomi.

Kembali dengan nilai yang telah ditanamkan

Haji Haryanto berujar bahwa orangtua memiliki kekhawatiran terhadap masa depan anak. Ia menyebut rasa takut itu muncul ketika mempertanyakan apakah anak akan sukses atau tidak, serta bagaimana arah hidup yang ditempuh.

“Jangan banyak main hape yang tidak benar. Orangtua pasti punya rasa takut, apakah anak saya sukses apa tidak. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya masuk neraka. Orangtua ingin kumpul anak di dunia dan di akhirat. Anak saya saya gembleng untuk tekun beragama,” tandas Haji Haryanto.

Dalam pandangannya, keinginan orangtua bukan hanya agar anak berhasil di dunia, tetapi juga agar memiliki bekal untuk akhirat. Ia menekankan bahwa Rian telah diarahkan untuk tetap tekun beragama, sebagai dasar dalam menjalani peran dan tanggung jawab.

Haji Haryanto juga menilai bahwa harapan agar Rian kembali mengelola perusahaan tidak muncul secara tiba-tiba. Keinginan tersebut, menurutnya, telah muncul sejak lama dan berangkat dari keyakinan bahwa orangtua akan selalu menginginkan anak berada di jalan yang baik meski pernah melakukan kesalahan.

Penilaian ayah: kemampuan dan kesiapan tanggung jawab

Selain menyoroti sisi pembinaan, Haji Haryanto turut menilai kapasitas Rian dalam mengembangkan perusahaan. Ia menyatakan Rian memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memperluas usaha PO Haryanto.

Namun, ia juga mengakui bahwa nasihat dari orang lain tidak selalu mudah diterima, terutama bagi orang yang dianggap pintar. Bagian ini disampaikannya melalui pengalaman melihat karakter orang-orang yang memiliki kemampuan akademik maupun pandangan luas.

“Dengan kembalinya Mas Rian saya bersyukur kepada Allah. Karena Mas Rian orang pintar. Biasanya orang pintar itu susah dinasihati. Kalau tidak pas kadang dia muncul emosinya. Tapi tidak tahu kalau orang pintar banyak yang keblinger. Alhamdulillah Mas Rian pintar,” ungkapnya.

Bagi Haji Haryanto, kepulangan Rian sekaligus menunjukkan bahwa sang anak telah memahami harapan orangtua. Ia menyebut Rian kini siap kembali mengemban tanggung jawab besar di perusahaan.

Dengan penunjukan sebagai Direktur Operasional, Rian Mahendra memulai fase baru dalam pengelolaan PO Haryanto setelah sempat terputus pada 2022. Melalui pengakuan ayahnya, Rian dipandang mampu menjalankan peran tersebut sekaligus membawa nilai-nilai yang selama ini ditekankan dalam pembinaan keluarga.