Peristiwa

170 Kontainer dari Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura, 9 Awak Diselamatkan

1
×

170 Kontainer dari Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura, 9 Awak Diselamatkan

Sebarkan artikel ini
170 Kontainer Dari Kapal MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura, 9 Awak Kapal Diselamatkan Regional 6 Juni 2026
Ilustrasi: 170 Kontainer Dari Kapal MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura, 9 Awak Kapal Diselamatkan

jurnalistik.co.id – Kapal kargo MV Golden Star 1 karam dan tenggelam di jalur Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Malaka dan Selat Singapura. Peristiwa ini dilaporkan terjadi Jumat (5/6/2026) malam, dengan 9 awak kapal diselamatkan.

Di pemberitaan awal, kapal disebut mengangkut 170 kontainer. Namun, KSOP Khusus Batam menyampaikan pada laporan awal kapal membawa 107 kontainer saat tenggelam di wilayah TSS Selat Malaka dan Selat Singapura.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam M Takwim Masuku mengatakan pihaknya menerima laporan kondisi darurat dari kapal sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah informasi tersebut masuk, KSOP langsung mengerahkan Kapal Negara (KN) P-376 ke lokasi kejadian.

Meski kapal beserta muatannya karam, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. “Tim bergerak cepat begitu menerima laporan darurat dan berhasil mengevakuasi seluruh awak kapal,” ujarnya saat ditemui di Sekupang, Sabtu (6/6/2026).

Dalam proses evakuasi, sebanyak sembilan awak kapal diselamatkan oleh petugas KN P-376. Selanjutnya, para awak dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batu Ampar, Batam.

Setibanya di darat, para awak kapal menjalani pemeriksaan awal oleh tim Balai Kekarantinaan Kesehatan Batam. Setelah itu, mereka diserahkan kepada Polairud Polresta Barelang untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau.

Masuku juga menjelaskan langkah pengamanan navigasi dilakukan agar keselamatan pelayaran tetap terjaga. “Saat ini Vessel Traffic Service (VTS) Batam terus menyiarkan peringatan navigasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian melalui Broadcast Navigational Warning setiap jam melalui kanal VHF Channel 16,” katanya.

Menurutnya, penyiaran peringatan navigasi dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran di salah satu jalur pelayaran internasional yang tersibuk di dunia. Ia menegaskan prioritas utama adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal sekaligus meminimalkan potensi gangguan terhadap aktivitas pelayaran dan lingkungan maritim.

“Hingga saat ini seluruh awak kapal berhasil diselamatkan. Sementara penyebab tenggelamnya kapal masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman oleh pihak terkait,” jelasnya. Hingga berita ini dilaporkan, proses investigasi penyebab tenggelamnya kapal masih berlangsung.

Perbedaan informasi yang sempat beredar pada pemberitaan awal kemudian diluruskan melalui keterangan resmi. Pihak otoritas menyampaikan bahwa pada saat kapal berada di wilayah TSS Selat Malaka dan Selat Singapura, jumlah kontainer yang disebutkan dalam laporan darurat adalah 107 unit, bukan 170 seperti yang sempat diberitakan sebelumnya.

Begitu menerima laporan kondisi darurat dari kapal, KSOP Khusus Batam melakukan respons cepat dengan mengerahkan KN P-376 ke lokasi kejadian. Langkah pengamanan dan penanganan di lapangan dilakukan secara terkoordinasi agar evakuasi berjalan efektif, serta seluruh personel yang berada di kapal dapat ditangani dengan segera.

Setelah proses penyelamatan selesai, para awak kapal kemudian dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batu Ampar, Batam. Tiba di lokasi, para awak menjalani pemeriksaan tahap awal oleh tim Balai Kekarantinaan Kesehatan Batam sebagai bagian dari prosedur penanganan kontinjensi, sebelum dilanjutkan ke tahapan pemeriksaan berikutnya.

Setelah pemeriksaan awal, para awak diserahkan kepada Polairud Polresta Barelang untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan. Pemeriksaan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau guna memastikan kondisi para awak kapal dipantau secara menyeluruh sesuai kebutuhan setelah insiden di perairan tersebut.

Sementara itu, untuk menjaga keselamatan pelayaran di area kejadian, VTS Batam terus menyiarkan peringatan navigasi melalui Broadcast Navigational Warning secara berkala. Penyiaran dilakukan melalui kanal VHF Channel 16 setiap jam, dengan tujuan membantu kapal-kapal yang melintas agar tetap waspada dan mengurangi potensi gangguan terhadap aktivitas pelayaran maupun lingkungan maritim. Di saat yang sama, penyebab tenggelamnya kapal masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman oleh pihak terkait.