Peristiwa

Tragedi Pantai West Mersea: Korban Berusaha Menolong Bocah 7 Tahun

×

Tragedi Pantai West Mersea: Korban Berusaha Menolong Bocah 7 Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: West Mersea beach tragedy victims were trying to help boy

jurnalistik.co.id – Tragedi di Pantai West Mersea, Essex, berawal saat dua korban yang sedang berada di lokasi berusaha menolong seorang bocah, 7 tahun, yang mengalami kesulitan di air. Bocah itu kini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit, sementara sejumlah orang lain juga sempat dilarikan setelah kejadian pada Rabu malam pekan ini.

Korban tewas dan kronologi awal

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa seorang perempuan dan putrinya yang masih berusia 15 tahun meninggal setelah masuk ke kondisi berbahaya di perairan pantai. Insiden terjadi dekat Colchester, pada area West Mersea.

Keluarga korban telah menyebut nama mereka sebagai Shally Rahman, 41, dan Samiha Rahman. Kepolisian menyatakan seluruh orang yang terlibat saling mengenal. Menurut keterangan detektif, fokus penyelidikan saat ini berada pada dugaan bahwa korban mencoba menolong bocah berusia tujuh tahun yang sebelumnya disebut mengalami kesulitan di air.

“At this stage we believe they were trying to help a seven-year-old boy who had got into difficulties,” kata Det Ch Insp Al Pitcher. Ia menambahkan bahwa petugas telah berbicara dengan “dozens” saksi untuk menelusuri keadaan sebelum tragedi terjadi, serta meminta pihak lain yang memiliki informasi untuk menghubungi kepolisian.

East of England Ambulance Service juga menyampaikan bahwa para korban tidak bisa diselamatkan “despite best efforts”. Layanan tersebut menyebut total ada empat orang tambahan yang dibawa ke rumah sakit, termasuk satu pasien yang ditangani menggunakan ambulans udara.

Di lokasi yang sama, peristiwa itu sempat dipahami sebagai rangkaian upaya penyelamatan oleh warga sekitar. Polisi sebelumnya juga menyebut “Three others were taken to hospital”, sebelum detail penanganan lanjutan dirilis dalam keterangan berikutnya.

Keluarga menggambarkan momen sebelum kejadian

Kerabat korban, Matiur Rahman, menyatakan keluarganya sedang menikmati liburan di tepi laut ketika insiden itu terjadi. Ia mengatakan gelombang besar muncul dan “took them”.

“My whole family, we are, like, speechless,” ucap Matiur Rahman, yang saat itu berbicara kepada BBC dari Bangladesh. Ia melanjutkan, “We are very shocked. We can’t explain [what has happened].” Dalam pernyataannya, Matiur menggambarkan keponakannya sebagai “a very, very good person” serta iparnya sebagai “a very helpful person”.

Respon cepat layanan darurat

Perdana Menteri Andy Burnham, ketika mengunjungi Harlow di Essex, menyampaikan belasungkawa dan berterima kasih kepada layanan darurat atas upayanya. “very sad” menjadi ungkapan yang ia gunakan, diikuti apresiasi kepada petugas yang bekerja selama proses penanganan.

HM Coastguard dan tim RNLI disebut berada di lokasi dan merespons dengan cepat. Carl Powling, anggota dewan kota Konservatif untuk West Mersea, menyebut kedua tim tersebut “very quick off the mark” dan “very professional”.

Anaknya, Leonie Powling (19 tahun), bekerja di kafe dekat pantai dan termasuk remaja yang ikut membantu di tempat kejadian. Ia menceritakan bahwa ia mencoba mencari papan dayung (“paddleboard”) yang bisa digunakan untuk mencapai keluarga di dalam air. Ia juga mengatakan ia menyaksikan orang-orang berupaya melakukan penyelamatan serta memberikan CPR.

“We did what we could,” kata Leonie Powling.

Carl Powling menambahkan bahwa air pasang diperkirakan terjadi pukul 18:47, dan kondisi semacam itu dapat “drag you out to sea”. Ia juga mengingatkan, “If you are not familiar with the area, it can be very dangerous,”

Kesaksian warga dan dukungan komunitas

Sejumlah warga menggambarkan suasana di pantai saat kejadian berlangsung. Rita Coombs, warga sekitar yang meletakkan bunga di lokasi, menyebut peristiwa itu “absolutely horrific”. Ia mengungkap bahwa setelah kembali dari pantai, “one man ‘couldn’t speak’ about what he had witnessed”.

Coombs juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada petugas: “I can’t praise the emergency services [enough], it was beyond all belief, they worked so hard,” kemudian menambahkan, “It’s tragic – absolutely tragic.”

Harriet Whiteside turut membawa bunga bersama putranya. “Everyone is really upset,” ujarnya, menggambarkan dampak emosional yang dirasakan warga setempat.

Di sisi lain, Claire Douglas yang rumahnya berbatasan langsung dengan pantai mengatakan bahwa tidak ada orang yang meninggalkan lokasi sebelum upaya bantuan dilakukan semaksimal mungkin. “nobody” left the scene on Wednesday until “they’d done as much as they could,” demikian ia menuturkan. “It’s just so devastating,” tambahnya. Ia juga menggambarkan momen ketika melihat proses penanganan berlangsung, “You just get caught up in the sort of panic thinking – ‘there’s nothing I can physically do’ – you’re just standing watching.”

Doa dan dukungan rohani

Reverend Jo Parrott membuka St Peter and St Paul’s church pada Rabu malam dan Kamis untuk menyediakan tempat doa serta dukungan bagi siapa pun yang terdampak. Ia menjelaskan bahwa suaminya—seorang relawan RNLI—merespons insiden setelah menerima bunyi dari pager. Jo Parrott menyatakan, “Our hearts are just breaking for those we now know were lost and for their family and friends,”

Hingga saat ini, polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri detail keadaan sebelum kejadian. Bocah berusia tujuh tahun yang menjadi fokus dugaan upaya penyelamatan masih berada dalam kondisi kritis, sementara keluarga korban menanggung duka mendalam atas kehilangan dua anggota keluarga yang diduga berusaha menolongnya.