jurnalistik.co.id – Gelombang panas yang melanda sebagian wilayah Inggris memasuki hari akhirnya pada Selasa. Meski suhu mulai terasa lebih sejuk mendekati akhir pekan ini, ancaman cuaca ekstrem tetap masih ada.
Pada Senin, Pershore di Worcestershire dan Cavendish di Suffolk sudah mengalami tiga hari beruntun dengan suhu yang mencapai ambang gelombang panas. Pada Selasa, diperkirakan lebih banyak area di Inggris bagian selatan dan timur akan kembali memenuhi kriteria gelombang panas.
Hingga pukul 09:00 waktu setempat Rabu, peringatan kesehatan gelombang panas berstatus amber dan yellow masih berlaku di sebagian besar wilayah Inggris. Di sejumlah area, suhu diprediksi dapat mencapai lebih dari 30C.
Perubahan pola cuaca dari pertengahan pekan
Meski puncak panas diperkirakan tidak bertahan lama, perubahan pola cuaca mulai terlihat dari pertengahan pekan. Pemeriksaan atmosfer menunjukkan adanya pergeseran menuju kondisi yang tidak sekeras sebelumnya.
Pada Selasa, sebuah front dingin bergerak ke selatan melewati wilayah Midlands, lalu menuju Inggris tenggara. Namun, front ini diperkirakan tidak memberikan hujan yang berarti.
Di wilayah paling ujung tenggara, termasuk London, Essex, Kent, dan Surrey, hujan justru diperkirakan tidak turun sama sekali. Pola seperti ini disebut sudah menjadi hal yang sering berulang dalam beberapa pekan terakhir.
Bulan Juli tahun ini juga digambarkan sebagai yang terkering dan terkecerah dalam catatan. Sistem tekanan rendah baru-baru ini bergerak di bagian utara Inggris, sehingga curah hujan berada di bawah rata-rata, sementara wilayah selatan terus kesulitan mendapatkan hujan yang benar-benar bermakna.
Ancaman badai petir dan banjir kilat
Di sisi lain, kondisi masih membuka peluang badai petir pada Selasa. Tekanan rendah yang belakangan membawa hujan ke Skotlandia, Irlandia Utara, dan beberapa bagian Inggris utara juga akan memicu hujan gerimis dan badai petir tersebar pada Selasa hingga masuk Rabu.
Meskipun demikian, hujan yang turun diperkirakan belum cukup untuk meredakan kekeringan yang tengah berlangsung. Met Office bahkan telah mengeluarkan peringatan badai petir berstatus yellow untuk sebagian wilayah Irlandia Utara pada Selasa.
Peringatan tersebut berlaku dari pukul 12:00 hingga 21:00. Pada periode itu, hujan dengan intensitas dapat berpotensi mencapai hingga 30mm dalam satu sampai dua jam, disertai angin kencang, serta peluang hujan es.
Area yang mengalami hujan lebat berisiko menghadapi banjir kilat. Tanah yang sudah sangat kering—akibat kurangnya hujan—bersama rumput yang kering dan tanah yang mengeras, kemungkinan besar akan membuat air sulit terserap saat hujan turun dalam waktu singkat dengan intensitas tinggi.
Berita Terkait
Akibatnya, air cenderung menggenang dan mengalir sebagai limpasan, sehingga banjir kilat dapat terjadi ketika hujan pendek namun deras melanda. Pada hujan paling intens, hujan es juga bisa muncul sebagai kejutan setelah kondisi yang dominan panas dan kering.
Mengapa badai petir mengikuti cuaca panas
Hujan es lebih sering muncul pada bulan-bulan musim panas, karena proses pembentukannya memerlukan pertumbuhan awan cumulonimbus yang menjulang tinggi. Awan seperti itu biasanya terbentuk ketika ada panas yang kuat di permukaan tanah.
Dalam situasi gelombang panas, energi atmosfer cenderung mendukung pembentukan awan bertingkat yang lebih mampu menghasilkan hujan es saat badai petir berkembang. Karena itu, meski gelombang panas bergerak menuju akhir, potensi cuaca ekstrem seperti badai petir dan hujan es masih tetap perlu diwaspadai.
Prospek hingga Agustus dan kemungkinan berlanjutnya panas
Setelah rangkaian cuaca yang sangat kering dan sangat panas, indikasi menunjukkan bahwa Agustus kemungkinan akan membawa pola yang mirip. Model prakiraan mengarah pada curah hujan yang tetap rendah dan suhu yang lebih tinggi dari rata-rata di banyak bagian Inggris.
Kondisi tersebut membuat kecil kemungkinan pelarangan penggunaan selang air (hosepipe bans)—yang saat ini memengaruhi lebih dari 20 juta orang di Inggris dan Wales—akan segera dicabut. Dengan kata lain, meskipun panas tidak selalu mencapai level ekstrem yang sama setiap hari, tekanan pada sumber air tetap menjadi perhatian.
Wisley di Surrey disebut masih menjadi lokasi terkering di Inggris. Tempat tersebut telah mencatat 47 hari berturut-turut tanpa adanya curah hujan yang terukur.
Sementara itu, banyak wilayah lain juga hanya memperoleh sebagian kecil dari curah hujan normal pada Juni dan Juli. Kekurangan hujan ini menjadi latar yang membuat beberapa area tetap rentan ketika hujan akhirnya turun dengan intensitas tinggi.
Jeda intensitas panas, tetapi bukan tanpa hari panas
Walau suhu diperkirakan akan berfluktuasi, lonjakan panas berikutnya tetap mungkin terjadi. Ketika Agustus berjalan, intensitas matahari berangsur melemah, sehingga peluang suhu ekstrem pada kisaran 30-an atas diperkirakan menurun.
Namun, kondisi panas yang kuat dengan suhu mencapai 30C atau lebih tidak jarang terjadi bahkan hingga September. Dengan demikian, musim ini masih berpotensi menghadirkan hari-hari panas, meski dampaknya kemungkinan akan lebih bervariasi dari waktu ke waktu.
Untuk hari-hari mendatang, perhatian utama tetap tertuju pada kombinasi antara suhu yang masih tinggi di sebagian wilayah serta peluang badai petir di area tertentu, yang dapat membawa hujan lebat, angin kencang, dan risiko banjir kilat.












