jurnalistik.co.id – INGGRIS — Gelombang panas musim panas ini membuat banyak pasangan harus mengubah rencana pernikahan, mulai dari pilihan jadwal hingga cara menjaga suhu lokasi resepsi.
Bridesmaid dan tamu boleh berharap cuaca cerah, tetapi realitas musim panas tahun ini jauh lebih menekan bagi penyelenggara acara. Aimie Seale, salah satu mempelai yang hari pernikahannya jatuh di tengah gelombang panas, menggambarkan momen ketika persiapan mendadak berubah.
“As soon as I put my dress on, my makeup was just falling off my face,” ujarnya. Ia memilih akhir pekan di bulan Juli dengan harapan menghindari hujan, namun yang datang justru panas sekitar 30C.
Upacara Aimie berlangsung di sebuah gereja di West Yorkshire yang sebagian besar berbahan kaca. Ia mengatakan, “It was just unbearably hot,” sementara sang suami tampak berkeringat hingga “everybody kept passing him tissues halfway through the service.”
Karena kondisi tidak memungkinkan, Aimie dan calon suaminya terpaksa menyiapkan tambahan darurat: memesan tenda darurat (marquee) agar ada lebih banyak bayangan, serta menghadirkan mobil penjual es krim untuk membantu menyejukkan para tamu. Biaya tambahan itu muncul di hari yang sejak awal sudah termasuk biaya besar—rata-rata biaya pernikahan di Inggris lebih dari £20.000.
Menurut berbagai data iklim, situasi serupa kemungkinan tidak berhenti. Setengah dari tahun-tahun antara 2015 dan 2024 mencatat suhu di atas 35C, naik dari sebelumnya yang hanya terjadi satu dari sepuluh tahun, seiring perubahan iklim meningkatkan risiko gelombang panas.
Di sisi lain, perhatian pasangan juga terlihat dari perilaku pencarian dan diskusi daring. Zoe Burke, head of brand pada aplikasi perencanaan pernikahan Bridebook, mengatakan data perilaku—apa yang orang bicarakan secara online—menunjukkan isu ini makin mengkhawatirkan calon pengantin.
“On platforms, like Reddit, people are discussing what they are going to do to navigate the heatwave,” katanya. Ia menambahkan, pencarian oleh pengantin untuk kipas meningkat lima kali lipat pada musim panas lalu dibandingkan pada 2019.
Meski belanja kipas atau pengadaan alat penyejuk sering terlihat sebagai biaya yang relatif kecil, dampaknya bagi pihak yang menyelenggarakan acara bisa membesar. Michelle Miles, board adviser UK Wedding Association dan pendiri Sustainable Wedding Alliance, menilai efek gelombang panas sudah “affected the industry massively,” hingga menyentuh “thousands [of pounds] for businesses.”
Salah satu komponen biaya terbesar yang ditanggung venue adalah peralatan dan energi untuk menjaga ruang serta makanan tetap sejuk. Miles menjelaskan bahwa sejumlah tempat terpaksa mendatangkan unit pendingin udara, dan pada momen ketika banyak orang juga membutuhkan pendinginan untuk rumah mereka, harga menjadi premium.
Gelombang panas juga mengubah pola konsumsi tamu. Menurut Miles, “There has been a massive hit on alcohol sales.” Ia menuturkan, venue yang biasanya mengandalkan penjualan alkohol untuk meningkatkan profit kini melihat tamu tidak minum alkohol sebanyak pada hari yang suhunya lebih nyaman.
Perubahan cuaca tidak hanya terasa pada kenyamanan tamu dan operasional venue, tetapi juga pada bunga. Peony dan mawar—dua pilihan populer dalam pernikahan Inggris—mengalami penyempitan waktu berbunga dari dua bulan menjadi hanya dua minggu.
Rebecca dari Lilac and Lace Floral Design menjelaskan, “It has been an extremely tough growing season with water shortages, drought, no rainfall, slow germination in the heat, flowers going over too quickly.” Dalam satu pernikahan baru-baru ini, ia bahkan harus mendatangi tiga kali lebih banyak pemasok untuk mendapatkan jumlah batang yang cukup.
“For now, it’s more a time cost than a direct financial one,” ujarnya. Namun ia juga memperkirakan bahwa memakai pemasok lebih banyak membuat biaya pengiriman ikut naik, dan “I would estimate it costs ÂŁ200 more in delivery.”
Ganti kalender dan geser jam mulai
Sementara itu, perencanaan pernikahan juga bergeser di tingkat jadwal. Sarah Haywood, perencana pernikahan yang sudah lebih dari dua dekade berkarya, mengatakan mereka kini lebih sering menyarankan pasangan untuk menghindari panas Juli dan Agustus, khususnya untuk pernikahan tujuan (destination weddings).
Berita Terkait
Ia menyebut mereka menjadi lebih sibuk pada “shoulder season,” masa yang biasanya dimulai lebih awal dan berakhir lebih akhir dalam setahun. Biasanya periode ini berada di Juni dan September, tetapi Haywood mengatakan kini “this is now reaching into October.”
Laporan Bridebook mengenai 2026 juga menampilkan peningkatan signifikan untuk pernikahan Oktober pada tahun setelah musim panas yang lebih panas dari rata-rata. Haywood menambahkan, pasangan umumnya mengunci tanggal 12 hingga 18 bulan sebelumnya, sehingga sebagian dari yang sudah terlanjur memesan mulai mempertimbangkan untuk menggeser jadwal.
Marie Cavanagh yang akan menikah di Kent pada awal Juli juga mengaku gelombang panas membuatnya memikirkan ulang pilihan yang akan dikenakan. “The recent heatwaves have made me think a little bit differently…we will definitely be factoring [the heat] into what we are selecting to wear,” katanya.
Di West Yorkshire, Sophie Miller dari Dotty Bridal memberi saran yang sebelumnya lebih sering dipakai untuk destinasi luar negeri yang lebih panas, kini relevan juga untuk kondisi di Inggris. Ia menyatakan, “We would recommend against a sleeve, lighter fabrics,” dan untuk gaun ballgown, ia menyarankan menambahkan hoop agar gaun tidak menempel langsung pada kulit.
Miller juga menyebut sejumlah perancang mulai berinovasi dengan kain berbahan zinc oxide untuk memberi sensasi lebih sejuk saat disentuh.
Di Eropa, panas lebih ekstrem dan mengubah format acara
Jika di Inggris suhu puncak musim panas tahun ini berada di pertengahan 30-an, di Eropa panas berulang kali melewati angka 40C. Samantha Bottomley, perencana pernikahan di Prancis, mengatakan Eropa sebelumnya menjadi tujuan populer bagi pasangan Inggris yang mencari kepastian sinar matahari, namun musim ini berubah.
“It has been a very difficult season so far heat-wise,” ujarnya. Bottomley menyebut untuk pertama kalinya tahun ini mereka mengubah jam upacara menjadi sore hari (late afternoon ceremonies) dan memindahkan resepsi koktail di luar ruangan ke dalam ruangan.
Ia juga menyatakan perusahaannya menyiapkan opsi destinasi berbeda. “We are going to be offering northern European destinations in Denmark, Sweden and Norway which are beautiful with lower temperatures,” katanya.
Panduan praktis untuk menghadapi gelombang panas
Bagi venue di Inggris, adaptasi menjadi kunci agar tidak kehilangan pelanggan. James Matthews, managing director Xenia Venues yang mengelola dua lokasi pernikahan di Essex dan Suffolk, mengatakan mereka memutuskan membangun orangery dengan bantuan perusahaan Prancis beberapa tahun lalu, karena pengalaman menghadapi suhu tinggi di Eropa.
Menurut Matthews, bangunan tersebut menggunakan air-to-air heat pump yang mendinginkan ruang, serta memiliki ventilasi untuk membantu udara panas keluar. Ia menilai, bila tidak berinvestasi pada langkah pendinginan itu, mereka “would be extremely confident” bahwa jumlah pemesanan akan turun.
Ia menegaskan bahwa cuaca tidak selalu mengusir orang dari pernikahan musim panas, tetapi cuaca bisa membuat calon pelanggan menjauh dari venue yang tidak siap menghadapi hari yang terasa terlalu panas. “The weather isn’t necessarily driving people out of summer weddings, but the weather will drive people out of venues that aren’t equipped on an unpleasantly warm day,” katanya.
Untuk pasangan yang ingin tetap menjalankan acara di tengah gelombang panas, perencana pernikahan juga menekankan beberapa prinsip utama: pertama, pilihan pakaian yang lebih nyaman, termasuk pengantin pria yang meninggalkan setelan tiga potong dan pengantin memilih kain yang lebih ringan.
Kedua, atur waktu mulai agar menjauhi jam paling panas. Saran yang disebutkan adalah mendorong jadwal menjadi sore lebih awal bila memungkinkan, karena puncak panas biasanya terjadi pada 12:00 hingga 16:00.
Ketiga, siapkan peneduh. Jika acara di luar ruangan, gunakan marquee dengan sisi yang bisa dibuka, parasol (payung juga dapat dipakai), atau area dengan deretan pohon agar tamu tidak harus berdiri terlalu lama di bawah paparan panas langsung.












