jurnalistik.co.id – Port FC datang ke Piala Presiden 2026 dengan status juara bertahan. Meski begitu, Asnawi Mangkualam menegaskan fokus timnya bukan sekadar mempertahankan nama, melainkan juga menjaga performa sejak laga perdana.
Klub asal Thailand itu tergabung di Grup B bersama Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan. Seluruh pertandingan fase grup akan dimainkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Bagi Asnawi, turnamen pramusim ini menjadi momen penting untuk menunjukkan keseriusan Port FC. Ia menyebut persiapan timnya berbeda dibanding sebagian peserta lain yang menurutnya baru memulai latihan dalam waktu lebih singkat.
“Persiapan kita cukup matang, hampir sebulan kita melakukan persiapan di Bangkok. Semua pemain sudah siap dengan kondisinya,” ujar Asnawi Mangkualam, yang kini membela Port FC.
Ia melanjutkan bahwa peluang Port FC dinilainya besar karena durasi persiapan yang lebih panjang. Menurutnya, secara fisik dan kondisi, skuadnya siap untuk menargetkan gelar.
“Peluang kita sangat besar. Persiapan kita jauh lebih matang. Saya tahu tim-tim di sini baru melakukan persiapan sekitar dua minggu, sedangkan kami sudah lebih dari sebulan di Bangkok. Secara fisik dan kondisi, kami sangat siap untuk memenangkan turnamen ini,” imbuhnya.
Adaptasi lawan melalui pengalaman Bruno
Di tengah keyakinan tersebut, Asnawi menyoroti aspek lain yang menurutnya dapat membantu Port FC membaca lawan. Untuk laga pertama fase grup, Port FC akan menghadapi PSMS Medan pada Minggu (26/7/2026) sore.
Asnawi menilai rekan setimnya, Bruno Moreira, memiliki pengalaman panjang saat bermain di Liga Indonesia. Ia menyebut pengalaman itu menjadi keuntungan karena dapat membantu tim memahami karakter permainan calon lawan selama turnamen.
Asnawi juga menegaskan hubungan keduanya sudah terbentuk cukup baik sejak Bruno bergabung di Port FC. Ia mengaku ikut membantu proses adaptasi Bruno agar komunikasi dan penyesuaian gaya bermain berjalan lebih lancar.
Berita Terkait
“Di turnamen ini, Bruno pasti bisa memberikan informasi tambahan kepada pelatih dan pemain lain tentang bagaimana gaya bermain di Liga Indonesia,” pungkas Asnawi Mangkualam.
Kekecewaan terkait fasilitas hotel
Meskipun percaya dengan persiapan tim, Asnawi mengakui ada bagian yang sulit ia sembunyikan dari pengalaman Port FC setelah tiba di Indonesia. Ia menyampaikan kekecewaan yang berasal dari perjalanan serta kualitas fasilitas tempat menginap.
Asnawi menjelaskan rombongan berangkat dari Bangkok sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Mereka kemudian baru tiba di hotel pada sekitar pukul 19.00.
“Kami juga mendapatkan fasilitas hotel yang kurang baik, sangat kurang layak bagi kami sebagai tim tamu, terutama dari segi gym dan fasilitas lainnya. Itu sangat mengecewakan,” kata Asnawi Mangkualam.
Menurut Asnawi, keluhan ini tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan tim selama menjelang pertandingan. Fasilitas gym dan layanan pendukung disebut menjadi sorotan utama karena dianggap tidak sesuai untuk kebutuhan skuad tamu.
Meski demikian, Asnawi menegaskan tim tetap menjaga fokus pada agenda pertandingan. Ia menggambarkan kondisi tim yang tetap siap bertanding dengan ritme persiapan yang sudah dibangun sejak di Bangkok.
Dalam pandangannya, tantangan paling dekat adalah bagaimana Port FC menjaga momentum saat menghadapi PSMS Medan. Ia menempatkan laga perdana sebagai langkah awal untuk membuktikan target mempertahankan gelar juara bertahan.
Dengan susunan grup yang menampilkan nama-nama besar, Port FC dituntut tampil konsisten sepanjang fase grup. Asnawi melihat kunci utamanya ada pada kesiapan fisik, kedalaman adaptasi, serta kemampuan memanfaatkan informasi dari pemain yang berpengalaman di Liga Indonesia.
Di saat yang sama, ia berharap pengalaman buruk yang mereka rasakan di awal kunjungan tidak mengganggu persiapan menuju pertandingan berikutnya. Port FC, menurut Asnawi, telah menyiapkan modal utama sejak lebih dari sebulan di Bangkok dan siap memulai Piala Presiden 2026 dengan tekad besar.












