jurnalistik.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan insiden kebocoran pipa gas yang sempat menimbulkan titik api di Sambikerep, Surabaya, telah ditangani. Kondisi di lokasi kini dinyatakan aman, sementara pasokan gas bumi kepada pelanggan aktif tetap berjalan normal.
Peristiwa terjadi di Jalan Bungkal IV Nomor 27, RT 04/RW 03, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, pada Minggu (19/7/2026). PGN menyebut, laporan awal diterima melalui Call Center Darurat 112 Surabaya pada pukul 05.28 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Gas Management Center (GMC) PGN segera berkoordinasi dengan Incident Management Team (IMT) Area Surabaya. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Surabaya untuk penanganan di lokasi kejadian.
Area Head Surabaya PGN Arief Nurrachman menyampaikan bahwa penanganan telah dilakukan hingga kondisi lokasi dinilai aman. “Insiden kebocoran pipa gas di Sambikerep telah berhasil ditangani dan kondisi di lokasi dipastikan aman,” ujar Arief pada Minggu (19/7/2026).
Tim Penanggulangan Gangguan (TPG) PGN tiba di lokasi pada pukul 06.20 WIB dan langsung melakukan pengamanan aliran gas di sekitar titik kejadian. Pada waktu yang sama, petugas PMK Kota Surabaya melakukan pembasahan di area sekitar untuk memastikan api padam sepenuhnya sekaligus mencegah potensi perambatan.
Perbaikan pipa dan pengamanan saluran
Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, Tim Teknik PGN melakukan perbaikan pada pipa Polyethylene (PE) berdiameter 20 mm yang mengalami gangguan. Tim juga melakukan pengamanan pada pipa Saluran Rumah (SR) agar kondisi jaringan tetap terkontrol.
Arief menjelaskan, infrastruktur yang terdampak merupakan jalur yang sudah tidak lagi melayani pelanggan aktif. Dengan demikian, insiden tidak mengganggu pasokan gas bumi kepada pelanggan aktif di wilayah sekitar.
Proses penanganan dan perbaikan rampung pada pukul 07.52 WIB. Selanjutnya, PGN melakukan pengujian untuk memastikan keamanan jaringan dengan menyasar kemungkinan kebocoran lanjutan.
Berita Terkait
Hasil pengujian dinyatakan tidak ada kebocoran lanjutan
Arief menyatakan hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kebocoran lanjutan. “Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan adanya kebocoran lanjutan,” katanya.
PGN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap melaporkan kejadian tersebut. Perusahaan mengucapkan terima kasih kepada Command Center 112 serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya atas respons dan koordinasi selama proses penanganan berlangsung.
Menurut Arief, sinergi antara seluruh pihak turut mendukung penanganan sehingga dapat dilakukan secara cepat dan aman. Ia menambahkan, penyebab gangguan pada pipa masih dalam proses investigasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, kondisi lokasi kejadian telah kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Arief menegaskan PGN akan terus menjaga keandalan infrastruktur serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan operasional dan penyaluran gas bumi kepada masyarakat.
PGN juga menegaskan bahwa respons penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari penerimaan laporan hingga koordinasi lapangan. Laporan awal yang masuk pada pukul 05.28 WIB kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim dan proses pengamanan di sekitar area Sambikerep.
Dalam proses awal di lokasi, langkah utama difokuskan pada pengendalian aliran gas di sekitar titik kejadian serta upaya pemadaman yang dilakukan oleh pihak terkait. Pembasahan di area sekitar dimanfaatkan untuk memastikan api benar-benar padam sekaligus meminimalkan kemungkinan perambatan ke bagian lain.
Setelah kondisi dinyatakan aman, Tim Teknik melakukan perbaikan pada segmen pipa yang mengalami gangguan, yaitu pipa Polyethylene (PE) berdiameter 20 mm. Perusahaan turut menjaga kontrol jaringan pada saluran rumah (SR) agar sistem tetap terpantau selama pekerjaan berlangsung.
Usai pekerjaan selesai pada pukul 07.52 WIB, PGN menjalankan pengecekan lanjutan untuk memastikan tidak ada kebocoran berikutnya. Arief menyebut, temuan pemeriksaan menunjukkan tidak terdapat kebocoran lanjutan, sementara penyebab gangguan masih dalam investigasi lebih lanjut.












