jurnalistik.co.id – Nama Dhea Adita Aprilia mendadak jadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah tangkapan layar unggahan pribadinya kembali beredar. Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan deretan barang bermerek, mulai dari tas mewah dan perhiasan hingga bukti pembayaran tindakan operasi plastik senilai sekitar Rp 67,7 juta.
Perbincangan yang muncul kemudian melebar ke berbagai komentar warganet. Sejumlah unggahan lain yang ikut tersorot menampilkan kotak belanja dari sejumlah merek ternama, yang turut memicu ragam reaksi.
Salah satu bagian yang paling banyak disorot adalah tangkapan layar invoice terkait operasi plastik. Dari dokumen yang ditampilkan, nilai tindakannya disebut mencapai puluhan juta rupiah, dengan angka sekitar Rp 67,7 juta.
Dalam narasi yang ikut tersebar bersama unggahan-unggahan itu, Dhea disebut sebagai menantu anggota DPRD Lampung Tengah untuk periode 2024-2029 dari Partai Golkar, yakni Syaifudin. Narasi tersebut juga menyebut Dhea disebut aktif sebagai kader Partai Golkar di Lampung.
Pengirim narasi yang beredar menuliskan, “Dikirimi warga Lampung. Doi adalah menantu dari anggota DPRD Lampung Tengah, Syaifudin, periode 2024-2029 (Partai Golkar). Dhea Adita Aprilia juga adalah anggota Partai Golkar di Lampung.”
Narasi lain yang menyertai unggahan turut menyebut adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung. Pengirim juga menulis, “Menurut pengirim, suaminya memiliki 2 dapur MBG di sana (belum bisa dikonfirmasi).”
Meski demikian, hingga kabar ini dimuat, belum ada keterangan resmi yang membenarkan atau membantah terkait klaim kepemilikan dua dapur MBG sebagaimana disebut dalam unggahan yang tersebar. Klaim tersebut, dalam narasi yang beredar, juga disertai catatan bahwa belum bisa dikonfirmasi.
Menanggapi ramainya isu, Syaifudin membenarkan bahwa Dhea merupakan menantunya. Ia mengaku terkejut karena namanya ikut terseret dalam unggahan yang kembali viral.
“Ya, saya agak kaget. Kenapa bisa serta-merta nama saya dibawa-bawa,” kata Syaifudin saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026).
Berita Terkait
Syaifudin menyebut ia telah menanyakan langsung kepada menantunya terkait kemunculan kembali unggahan itu. Menurutnya, materi yang beredar bukan unggahan baru.
“Sudah saya tanya ke menantu saya. Itu kan postingan-postingan tahun 2023, 2022, sudah lama itu. Kok tiba-tiba muncul seperti itu lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setelah unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan, ia kemudian mencari penjelasan dari pihak keluarga. Peristiwa itu, menurut Syaifudin, terjadi ketika unggahan lama yang sempat dibuat pada periode 2022 dan 2023 justru kembali mengemuka di ruang publik.
Di tengah perbincangan tersebut, unggahan Dhea yang menampilkan tas mewah, perhiasan, serta bukti pembayaran operasi plastik menjadi fokus utama sorotan warganet. Nilai invoice tindakan operasi plastik yang disebut sekitar Rp 67,7 juta ikut memperkuat perhatian publik terhadap konten yang beredar.
Adapun klaim mengenai hubungan Dhea dengan aktivitas politik di Lampung serta narasi soal program MBG berada pada lapisan informasi yang berkembang di media sosial. Sementara itu, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang secara spesifik mengonfirmasi maupun menyangkal rincian yang beredar, termasuk klaim soal dua dapur MBG.
Dengan demikian, viralnya unggahan Dhea Adita Aprilia berawal dari re-sirkulasi tangkapan layar konten lama yang kembali muncul. Reaksi publik kemudian berkembang dari tampilan gaya hidup dan dokumen pembayaran, hingga akhirnya menyentuh identitas keluarga yang dikaitkan dengan Syaifudin, yang pada akhirnya memberi klarifikasi bahwa Dhea memang menantunya.
Seiring unggahan-unggahan itu berputar kembali, diskusi di ruang publik tidak hanya berhenti pada tampilan barang bermerek. Warganet juga mengaitkan dokumen yang dipertunjukkan dengan klaim hubungan keluarga, sehingga isu melebar menjadi perbincangan identitas dan keterkaitan politik.
Dalam klarifikasi yang disampaikan, Syaifudin menekankan bahwa keterkaitan yang disebut dalam narasi viral tersebut berasal dari materi lama yang kemudian kembali mendapat perhatian. Pernyataan itu sekaligus menggambarkan bahwa pemunculan ulang terjadi ketika unggahan lama bersirkulasi lagi di media sosial, bukan pada unggahan baru.
Meski demikian, bagian lain dari narasi yang beredar—termasuk soal Program Makan Bergizi Gratis dan keterangan mengenai dua dapur—masih tetap berada pada lapisan informasi yang belum bisa dipastikan. Ketiadaan konfirmasi resmi membuat sejumlah klaim yang beredar terus diperlakukan sebagai dugaan yang masih menunggu kejelasan.












