jurnalistik.co.id – Persija Jakarta telah memulai rangkaian persiapan pramusim untuk menyongsong Super League 2026-2027. Di bawah arahan pelatih kepala baru Shin Tae-yong, tim menjalani latihan rutin yang menjadi fondasi program awal jelang kompetisi.
Latihan dilakukan di Persija Training Ground, Sawangan, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026). Sesi itu dipimpin langsung oleh Shin Tae-yong bersama staf kepelatihannya, dengan pengawasan yang terfokus pada pembenahan kesiapan fisik pemain.
Dalam sesi tersebut, tidak hanya pemain lama yang terlihat mengikuti arahan, tetapi juga sejumlah pemain baru sudah tampak bergabung. Mereka di antaranya Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, serta Kyohei Yoshino.
Selain nama-nama tersebut, Persija juga memperkenalkan Kwon Chang-hoon pada hari yang sama. Namun, pemain ini belum menjalani latihan penuh seperti rekan-rekannya, sehingga intensitasnya disesuaikan dibandingkan pemain lain yang sudah lebih siap mengikuti seluruh rangkaian.
Mauro Zijlstra juga terlihat menjalani latihan secara terpisah. Kondisi ini disebabkan masih adanya cedera yang membuatnya belum ikut dalam porsi latihan utama bersama kelompok besar.
Sesi latihan berlangsung sekitar satu setengah jam. Meski begitu, pelatih menegaskan bahwa intensitas yang diberikan belum terlalu tinggi pada tahap awal, mengingat momentum kedatangan pemain setelah masa istirahat.
Shin Tae-yong menyebut pilihan program itu sebagai langkah berkelanjutan untuk menyiapkan tubuh pemain secara konsisten. “Hari ini latihan karena kami datang setelah liburan jangka panjang. Jadi, ini program untuk terus meningkatkan kekuatan otot secara konsisten,” ujar juru taktik asal Korea Selatan kepada awak media di sela-sela memimpin latihan.
Menurut Shin, peningkatan pada level latihan yang lebih serius baru akan dilakukan setelah pemusatan latihan di luar negeri. Ia mengatakan penajaman rencana taktik dan fisik akan lebih maksimal ketika tim sudah menjalani TC di Thailand.
Berita Terkait
Rencana pemusatan latihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 16 Agustus. Dalam periode itu, Shin menekankan fokusnya tidak hanya pada kebugaran, tetapi juga pada penerapan pola permainan yang lebih matang di lapangan.
Di akhir rangkaian, Shin menyebut kemungkinan adanya laga uji coba untuk mengukur perkembangan tim. “Kami ke sana akan melakukan latihan baik fisik dan taktik lalu di bagian akhir, mungkin akan menggelar (uji coba) sekitar tiga sampai di empat pertandingan,” tutur dia.
Untuk mendukung program, Shin juga memberi penilaian terhadap fasilitas yang dimiliki Persija saat tahap latihan domestik. Ia menyatakan rumput di area latihan memiliki karakter khas Asia Tenggara, sekaligus menilai kualitas lapangan rumput bagian atas sebagai yang terbaik dengan gaya modern.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku puas dengan kondisi rumput yang digunakan. “Ya, kualitas rumputnya khas Asia Tenggara yang sudah lama. Tetapi, rumput yang di lapangan atas adalah lapangan rumput terbaik dengan gaya modern, rumputnya sangat bagus, saya sangat puas,” jelas dia.
Dengan latihan awal yang dijalankan secara terukur, Persija menyiapkan ritme pembinaan sebelum berpindah ke agenda TC Thailand. Tahap selanjutnya diharapkan menjadi momen penting untuk meningkatkan intensitas sekaligus memperkuat kesiapan tim menjelang musim berikutnya.
Pelatihan yang digelar pada tahap awal itu juga diarahkan untuk merapikan rutinitas kerja setiap pemain agar adaptasi setelah masa istirahat berjalan stabil. Dengan durasi sekitar satu setengah jam, tim mencoba menjaga ritme pergerakan dan penguatan dasar tanpa langsung membebani fisik secara berlebihan.
Di sisi lain, rombongan latihan terlihat berjalan dalam pengelompokan sesuai kebutuhan masing-masing. Pemain yang sudah bisa mengikuti seluruh materi diberi porsi yang lebih penuh, sedangkan yang masih menyesuaikan atau memiliki keterbatasan diarahkan agar tetap mendapatkan pengembangan yang aman dan terukur, termasuk lewat latihan terpisah sesuai kondisinya.
Setelah rangkaian domestik ini, Persija kemudian diarahkan untuk masuk ke fase pemusatan latihan di Thailand. Dalam periode tersebut, pembenahan fisik dan taktik rencananya dibuat lebih intens, dengan harapan pola permainan yang diterapkan di lapangan makin matang sekaligus menjadi dasar sebelum tim mengukur progres melalui laga uji coba beberapa pertandingan.












