Otomotif

Auto2000 Bidik Peluang dari Layanan Servis dan Suku Cadang

0
×

Auto2000 Bidik Peluang dari Layanan Servis dan Suku Cadang

Sebarkan artikel ini
Auto2000 Bidik Peluang dari Servis dan Suku Cadang Otomotif 5 Juni 2026
Ilustrasi: Auto2000 Bidik Peluang dari Servis dan Suku Cadang

jurnalistik.co.id – Pasar otomotif nasional yang masih menghadapi tekanan membuat pelaku industri mencari sumber pertumbuhan baru. Di tengah kondisi itu, layanan purnajual seperti servis dan suku cadang dinilai menjadi salah satu peluang yang menjanjikan.

Selama ini bisnis diler sering dipandang identik dengan penjualan kendaraan baru. Namun, CEO Auto2000, jaringan diler dan bengkel resmi Toyota, Anton Jimmi Suwandy, menilai cara pandang tersebut tidak cukup untuk membaca arah pasar.

Anton menyampaikan bahwa kebutuhan perawatan kendaraan justru memiliki potensi besar seiring perubahan perilaku konsumen. Menurutnya, kebutuhan servis tidak muncul hanya sebagai aktivitas periodik, tetapi juga sejalan dengan keputusan pemilik kendaraan untuk memakai mobilnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.

“Kita banyak melihat market otomotif, sekali lagi, hanya dari penjualan mobil. Tapi sebenarnya banyak juga dari kebutuhan service. Karena dulu kalau orang ganti mobil mungkin 3-4 tahun. Sekarang bergeser 4-5 tahun, ada yang 6-7 tahun,” kata Anton di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Anton menjelaskan, pergeseran siklus kepemilikan kendaraan tersebut membuat perawatan berkala menjadi semakin penting. Semakin lama kendaraan digunakan, semakin besar pula kebutuhan servis agar kondisi mobil tetap optimal sekaligus memiliki nilai jual yang baik.

Dalam praktiknya, bengkel resmi umumnya kuat melayani kendaraan yang masih berada dalam masa garansi. Namun, menurut Anton, saat ini mulai banyak pemilik kendaraan yang usianya lebih dari lima tahun kembali memanfaatkan layanan bengkel resmi.

“Nah ini kan butuh servis. Nah, selama ini kita kuat memberikan pelayanan servis kepada konsumen dari 1-3 tahun. Itu cukup kuat. Kenapa? Masih ada waranti,” ujarnya.

“Setelah waranti ini masih ada potensi. Dan sekarang mulai banyak konsumen yang masuk ke bengkel resmi untuk kendaraan yang usianya di atas 4-5 tahun, bahkan 6 tahun,” lanjut Anton.

Menurut Anton, tren itu kemudian dimanfaatkan Auto2000 untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah pasar kendaraan baru yang belum pulih sepenuhnya. Di tengah penjualan yang melemah, strategi menjadi kunci agar layanan purnajual tetap mampu mendorong kunjungan pelanggan.

Anton mencontohkan salah satu pendekatan yang dijalankan melalui program servis dengan skema yang lebih terjangkau. Dengan cara itu, pemilik kendaraan lama diharapkan tetap merasa nyaman melakukan perawatan di bengkel resmi.

“Potensi ini juga kita gunakan. Itu kenapa tadi ya, konsumen datang ke bengkel ini, walaupun market penjualan turun, tapi kenapa tetap bisa naik dari tahun ke tahun? Karena kita bisa memberikan paket-paket yang ramah buat kantong konsumen. Akhirnya mereka masuk,” kata Anton.

Perluasan layanan lewat mobile service

Selain mengandalkan bengkel konvensional, Auto2000 juga terus memperluas jangkauan layanan melalui program mobile service. Melalui layanan ini, teknisi dapat mendatangi lokasi pelanggan untuk melakukan perawatan tertentu tanpa harus pelanggan datang ke bengkel.

Dengan kombinasi strategi servis yang lebih ramah serta perluasan layanan lewat mobile service, Auto2000 berupaya menangkap peluang dari kebutuhan perawatan kendaraan yang terus meningkat. Di saat masa kepemilikan kendaraan bergeser lebih lama dari 3-4 tahun menjadi 4-5 tahun bahkan hingga 6-7 tahun, layanan purnajual menjadi semakin relevan sebagai mesin pertumbuhan.

Dalam pandangan Anton, perubahan pola konsumsi tersebut turut menjelaskan mengapa kebutuhan servis tidak bisa dipisahkan dari pembacaan pasar otomotif. Bagi Auto2000, langkah menjaga kualitas layanan dan merancang program yang sesuai rentang usia kendaraan—dari 1-3 tahun hingga di atas 4-5 tahun bahkan 6 tahun—menjadi bagian dari upaya menjaga performa bisnis dari tahun ke tahun.