Olahraga

Liverpool: FSG berdiskusi melepas saham minoritas kepada konsorsium Amit Bhatia

×

Liverpool: FSG berdiskusi melepas saham minoritas kepada konsorsium Amit Bhatia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Liverpool: FSG in talks to sell minority stake to Amit Bhatia consortium

jurnalistik.co.id – Liverpool sedang menjajaki kemungkinan masuknya investor baru melalui skema kepemilikan minoritas. Fenway Sports Group (FSG) disebut masih berdiskusi dengan sebuah konsorsium yang dipimpin pengusaha asal Inggris-India, Amit Bhatia, terkait pembelian saham minoritas klub.

Konsorsium Bhatia disebut telah menyatakan minat untuk melakukan investasi strategis pada Liverpool Football Club. Bhatia sendiri dikenal sebagai pihak yang pernah berada di lingkaran pemilik serta manajemen QPR selama 18 musim sebelum akhirnya mundur dari peran direktur dan kepemilikan klub tersebut pada Selasa sore.

Dalam pernyataan kepada BBC Sport, FSG menyebutkan: “An investment consortium led, managed, and represented by Amit Bhatia has expressed interest in making a strategic minority investment in Liverpool Football Club.” BBC Sport memahami bahwa kesepakatan itu belum final dan masih dalam tahap pembicaraan.

Jika proses ini berlanjut, strukturnya diperkirakan akan mirip dengan transaksi yang pernah terjadi pada 2023. Saat itu, FSG menjual saham minoritas kepada perusahaan investasi olahraga global Dynasty.

FSG membeli Liverpool pada 2010 dengan nilai £300 juta, saat klub berada di ambang administrasi. Langkah kepemilikan minoritas kemudian dipandang sebagai salah satu cara menjaga posisi finansial klub sekaligus membuka ruang bagi mitra baru.

Menurut Financial Times, kesepakatan dengan konsorsium yang dipimpin Bhatia akan menilai Liverpool pada lebih dari $6 miliar (£4,5 miliar). BBC Sport juga menghubungi perwakilan Bhatia untuk meminta komentar, namun belum ada keterangan tambahan pada laporan tersebut.

Siapa Amit Bhatia

Amit Bhatia merupakan mantan perbankan investasi yang bekerja untuk Morgan Stanley di Wall Street sebelum memilih jalur wirausaha. Ia mengelola sejumlah bisnis yang bergerak di bidang konstruksi, real estat, serta private equity.

Perusahaan konstruksi yang ia dirikan pada usia 32 tahun kini disebut menjadi bisnis bahan bangunan independen terbesar di Inggris, dengan lebih dari 5.000 karyawan. Sementara itu, perusahaan real estatenya membangun rumah, hunian mahasiswa, serta perkantoran di berbagai wilayah.

Bhatia, yang berdomisili di London, berusia 46 tahun dan pada 2013 memperoleh penghargaan young entrepreneur of the year. Ia juga duduk di dewan penasihat unit yang menangani urusan budaya pemerintahan Arab Saudi serta hubungan internasional.

Dalam konteks sepak bola, ia sebelumnya menjabat sebagai direktur dan pemilik bersama QPR. Keberadaannya di klub juga dikenali dari keberadaan stan di Loftus Road yang menggunakan namanya. Bhatia menikah dengan Vanisha Mittal Bhatia pada 2004 melalui rangkaian upacara selama enam hari di Prancis yang dilaporkan menelan biaya lebih dari $55 juta (£41 juta). Pada saat itu, acara tersebut diakui Guinness World Records sebagai yang paling mahal sepanjang sejarah.

Vanisha merupakan putri dari miliarder asal India, Lakshmi Mittal, yang kekayaannya diperkirakan lebih dari $30 miliar (£22 miliar). Dalam laporan tersebut, hubungan keluarga inilah yang kemudian membuat Bhatia disebut sebagai bagian dari jaringan keluarga terkaya.

Kondisi kepemilikan Liverpool dan arah strategi FSG

FSG sejak 2022 telah menyatakan terbuka terhadap kemungkinan investasi baru untuk Liverpool. Saat itu, mereka menegaskan bahwa FSG kerap menerima ketertarikan dari pihak ketiga yang ingin menjadi pemegang saham klub. Pernyataan FSG yang dikutip berbunyi: “FSG has frequently received expressions of interest from third parties seeking to become shareholders in Liverpool . “

FSG juga menyebut: “FSG has said before that under the right terms and conditions, we would consider new shareholders if it was in the best interests of Liverpool as a club.” Kesepakatan penjualan penuh pada waktu itu tidak benar-benar terwujud.

Sementara itu, kerja sama dengan Dynasty pada 2023 dilaporkan bernilai antara £82 juta dan £164 juta. FSG menyebut kesepakatan tersebut membantu menutup utang bank yang timbul dari proyek infrastruktur, termasuk pembangunan ulang Main Stand, area Anfield Road end, serta fasilitas latihan Kirkby.

Presiden FSG, Mike Gordon, saat itu menyampaikan: “Our long-term commitment to Liverpool remains as strong as ever. “[We want] to further strengthen the club’s financial position and sustain our ambitions for continued success on and off the pitch.”

Setelahnya, FSG juga menelusuri kemungkinan pembelian klub kedua di Eropa kontinental untuk memperluas portofolio. Model multi-klub, menurut laporan, akan mengikuti jejak Chelsea dan Manchester City yang juga mengoperasikan klub di wilayah lain.

Namun, FSG disebut tidak melanjutkan rencana tersebut setelah menilai sejumlah kandidat, termasuk tim Malaga dan Getafe dari Spanyol serta Bordeaux dari Prancis. Setelah itu, pemahaman menyebut FSG menjauh dari pendekatan multi-klub.

Keputusan untuk meninggalkan model tersebut dikaitkan dengan perpisahan Michael Edwards pada bulan lalu. Edwards sempat direkrut kembali oleh FSG dengan tujuan memimpin proyek multi-klub.

Di sisi operasional saat ini, direktur olahraga Richard Hughes disebut mengelola strategi transfer Liverpool pada musim panas ini. Ia memiliki kontrak hingga musim panas 2027, dan dilaporkan juga berpotensi terbuka untuk pindah ke Arab Saudi dalam waktu dekat.

Sementara itu, John W Henry selaku pemilik utama Liverpool lebih banyak mengambil jarak dalam urusan publik sejak 2021, setelah mengakui dan meminta maaf atas perannya dalam proyek European Super League yang mendapat kecaman luas.